Thursday, 20 April 2017

Tutup Gelas Bergoyang Atau Digoyang?

Ini kejadian lama, di hari pertama kerja di tahun 2017. Setelah libur beberapa hari, yang lumayan panjanglah, akhirnya bisa kembali ke ruangan ini lagi. Ruang dingin, yang terkadang penuh canda tawa, tapi sering kali sepi tanpa suara.

Seperti biasa, pagi-pagi segelas kopi, segelas teh, segelas air putih, diantar ke meja gue. Minuman yang selalu menemani di waktu kerja. Bukan minuman wajib, tapi itu minuman asyik!

Di hari itu suasana ruangan sepi, hening. Cuma ada suara tak tik tak tik mengetik.

Karena gue ga suka minuman panas, gue membuka tutup gelas kopi dan teh. Dua tutup gelas ada di atas meja. Tenang, ga ada kejadian apa pun. Gue santai menyelesaikan tugas sambil mendengarkan lagu-lagu dari youtube lewat handsfree.

Rrrrrrrr! Rrrrr!

Wuaa! Ehm, gue kaget pakai banget! Mau tahu kenapa? Ufh, tapi walau pun kaget tekaget-kaget beberapa detik, akhirnya gue tertawa. Ada yang berusaha mengucap salam ke gue. Dua tutup gelas yang gue letakkan di atas meja, berputar kencang! Ga mungkin kan tutup gelas berputar karena angin? Apalagi memang ga ada angin yang berhembus. Lumayan lama dua tutup gelas berputar.

"Mbak Nita kenapa?" Tanya seorang teman.

"Ga apa-apa."

"Iseng banget muter-muterin tutup gelas."

"Lah wong itu muter sendiri, kok. Aku ga muterin.Makanya aku ketawa geli."

"Serius?"

"Ya iyalah. Memangnya aku pernah bohong?"

Tanpa babibu lagi, teman gue kabur meninggalkan gue, meninggalkan ruangan.

Gue menoleh ke sudut ruangan sambil berkata,"Hai, ketemu lagi. Mbok ya jangan iseng."

Tutup gelas berhenti berputar. Ruangan kembali sepi, tinggal gue yang asyik bernyanyi sendiri mengikuti lagu dari youtube.


Salam Senyum,
Nitaninit Kasapink




Tuesday, 18 April 2017

Bahagia Itu Sederhana Dan Terimalah Sebagai Kebahagiaan

Melihatnya bercanda, berlari mengejar Ngka, berjalan bersama Esa ke warung, belajar di ruang tamu sambil mendengarkan lagu-lagu, sibuk bermain dengan kucing-kucing peliharaan, membuatku merasa amat bahagia. Ceria yang terpancar dari wajahnya membuatku benar-benar bersyukur memiliki Pink, Ngka, dan Esa.

Siapa Pink? Pink adalah anak bungsuku, anak perempuan satu-satunya. Apa yang istimewa dari Pink? Seorang perempuan kecil usia belasan dengan tubuh kurus, bukan siswa sekolah reguler, karena Pink seorang homeschooler, dia peserta homeschooling. Hebatnya di mana? Anakku bukan anak hebat, tapi istimewa.

Siapa Ngka, dan Esa? Mereka adalah dua kakak lelaki Pink, yang selalu memberi kasih sayang untuk   Pink, menyemangati Pink, dan mendukungnya dalam segala hal.

Pernah mendengar autoimun? Pink mengidap autoimun. Imun yang ada dalam tubuh Pink, salah mengerjakan job des-nya. Seharusnya imun menyerang penyakit yang masuk ke dalam tubuh, imun yang Pink miliki malah menyerang organ tubuhnya. Ga ada obat untuk autoimun. Jadi autoimun dibawa seumur hidup oleh pengidap. Imunnya pernah menyerang banyak organ di tubuhnya. Selama bertahun-tahun, Pink berada di dalam rumah, hampir ga pernah ke luar rumah, kecuali ke profesor tempatnya berobat saat autoimun menyerang.

Lambungnya pernah bengkak hingga seperti ‘polisi tidur’ di bawah tulang rusuk kirinya. Juga pernah terkena serangan jantung, lumpuh tangan, lumpuh kaki, malah pernah lumpuh total, muntah darah, mimisan, buang air besar darah, kesulitan bernapas. Itu dirasakannya bertahun-tahun. Selama bertahun-tahun minum obat saat imun menyerangnya.

Tapi jangan salah, di rumah kami ga ada yang namanya sedih. Dalam keadaan seperti itu pun, kami tetap bersukacita, bergembira, tertawa, bercanda. Pink? Senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya. Dia pun selalu larut dalam canda, tawa, dan bersenandung bersama Ngka, Esa, dan aku. Ngka, dan Esa, selalu membantu Pink, dalam banyak hal tanpa kusuruh, tanpa kuminta. Dan mereka pun membantu Pink agar bisa kembali sehat, dengan cara mengingatkan apakah sudah minum obat, menyemangatinya agar tetap bersemangat dalam kondisinya yang lemah. Canda, dan canda selalu saja terdengar meriah di rumah. Dan memang Pink selalu bersemangat, ga pernah menyerah dengan kondisinya yang lemah.

Sewaktu Pink lumpuh kedua tangannya, dia menyambutku yang baru saja pulang dari kantor, dengan ucapan,”Mama, Mama tahu ga, Pink main laptop pakai apa?” Aku menggeleng, lalu diperagakannya mengetik di laptop menggunakan jari-jari kakinya! Aku terkejut, sekaligus kagum, betapa bersemangatnya anakku! 

”Hebatnya anak mama! Besok belajar menulis pakai kaki, ya?” 

Pink menjawab,”Susah, Ma, kalau nulis pakai kaki.” 

Aku tersenyum, kemudian berujar,”Ga ada yang susah, sayang. Tuhan menciptakan manusia hebat. Ada yang dilahirkan tanpa kaki, tanpa tangan. Mereka bisa.” 

Pink tersenyum, tertawa, manjawab,”Ok, Ma.” Great! 

Kuakui semangat yang dimilikinya amat luarbiasa. Yang mengejutkanku setelah itu adalah Ngka menginstall desktop keyboard di laptop, untuk memudahkan Pink menggunakannya. Luar biasa! Esa mengambilkan minum, memegang gelas, menyodorkan sedotan untuk Pink minum. Luar biasa, luarbiasa! Aku berterimakasih pada Tuhan, anak-anakku adalah anak-anak yang luar biasa.

Saat lumpuh kedua kakinya, aku, Ngka, dan Esa, bergantian mengajaknya berkeliling seputar perumahan, mendorongnya di kursi roda, setiap pagi. Ga ada terlihat wajah sedih padaPink. Senyumnya tetap ada, celotehnya tetap saja ramai. Beberapa pandang kasihan kulihat dari orang-orang yang kami temui di jalan, ada pula yang terlihat sinis mengejek, tapi Pink tenang, santai. Aku ga melihat rasa malu tersirat di wajahnya. Sering bertemu dengan teman-temannya di jalan, dan dia dengan wajah riang membalas sapaan temannya. Ngka, dan Esa, ga pernah mengeluh mendorong kursi roda adiknya untuk berkeliling. 


Dan saat di rumah, Ngka, Esa, bergantian menggendong adiknya ke mana pun dia mau. 

“Aku mau nonton tivi.” 

Digendonglah adiknya ke depan tivi. 

“Aku mau ke kamar mandi.” 

Digendonglah adiknya ke kamar mandi.

Pink pernah lumpuh total. Setiap kali aku menggendongnya ke luar kamar, agar ga jenuh terus menerus berada di kamar. Ngka, dan Esa pun bergantian menggendong adiknya.

Awal mula Pink terkena autoimun ketika Pink baru saja menjadi siswi SMP negeri dekat rumah. Kelas pertama dilaluinya hanya dengan beberapa kali bersekolah. Kelas ke-dua dilaluinya tanpa pernah datang ke sekolah, hanya saat ujian kenaikan kelas saja Pink datang ke sekolah, kuantar, didorong di kursi roda. Hingga akhirnya kenaikan kelas pun tiba. Pink naik ke kelas akhir.

Kondisinya semakin sering diserang imun, semakin melemah, kemudian kuputuskan mengeluarkannya dari sekolah reguler, memulai homeschooling. Sebelumnya kutanyakan dulu padanya, apakah dia setuju dengan rencanaku. Ternyata Pink setuju. Mulai saat itu, Pink menjalani homeschooling. Guru privat datang ke rumah untuk membimbingnya belajar. Selain itu, aku, Ngka, dan Esa juga ikutan membimbingnya dalam pelajaran.

Bukan hal yang aneh ketika sedang belajar dengan guru privat, tiba-tiba Pink tergeletak tak berdaya. Ngka, Esa, sigap menggendong adiknya ke kamar. Karena itulah guru privat pun hanya datang sesuai permintaan Pink. Bisa tiba-tiba pukul 9 malam, Pink merasa sehat, dan saat itulah guru privat dipanggil, mulai belajar. Belajar disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Tapi yang jelas, Pink bersemangat, begitu pula Ngka, dan Esa. Mereka saling menyemangati, saling mendukung.
Waktu bergerak terus, kondisi Pink masih tetap lemah, malah semakin melemah. Ngka, Esa, ga pernah lelah mendukung adik mereka. Semangat ga pernah henti bergelora di jiwa Ngka, Esa, dan Pink. Hingga satu saat Pink bisa berjalan! Semakin membaik, dan membaik! Hingga kondisi Pink membaik dibanding sebelumnya. Ini sungguh luar biasa menurutku. Hal yang ga pernah terpikirkan, ga pernah terbayang di benakku. Ini berkat Ngka, Esa, kedua kakak yang ga pernah berhenti mendukung, menyemangati, dan memberi kasih sayang untuk Pink.

Pink melewatkan ikut Ujian Nasional SMP, lalu ikut di tahun berikutnya, karena setelah mempertimbangkan kondisinya yang baru saja membaik, pastilah amat berat untuknya mengejar begitu banyak pelajaran untuk mengikuti ujian kelulusan. 

Kutanyakan padanya, apakah dia ga keberatan jika ikut ujian nasional tahun depan, jawabannya sungguh luarbiasa, Pink berkeras ingin ikut ujian di tahun kemarin. Luar biasa semangat yang dimilikinya! Pelan-pelan kuberitahu dasar pertimbanganku, dia pun kuajak ikut mempertimbangkannya. Ngka, dan Esa, juga kuajak ikut mempertimbangkan. Kemudian kami berempat sepakat tahun depan Pink ikut ujian nasional, yang berarti di tahun ini Pink akan ikut ujian nasional. Dia pun meminta, setelah lulus, dia ingin bersekolah reguler. 

Tawa canda di rumah tetap bergema di rumah. Kami berempat setiap hari berkumpul, saling tukar cerita, saling tukar informasi, bercanda ga henti, tertawa bersama. Kejadian apa pun yang selama ini terjadi dalam kehidupan kami berempat, ga kami jadikan sebagai hal yang menyedihkan sehingga membuat kebahagiaan menghilang. Kami saling menguatkan, saling mendukung, saling berbagi kasih.


Bahagia itu sederhana, ga perlu menjadi orang yang bermewah-mewah harta. Bahagia itu sederhana, berbahagia menghadapi kejadian yang terjadi dengan senyum, menjalaninya dengan senyum, menikmati dengan senyum, dan mensyukurinya dengan tersenyum pada Tuhan. 

Ga ada hal yang buruk, semua adalah hal terindah dari Tuhan, yakin pasti ada kebahagiaan di sana, pasti ada kebahagiaan di setiap kejadian yang terjadi dalam hidup. Tetap semangat, senyum, percaya bahwa di segala kejadian hidup pasti berisi kebahagiaan. Syaratnya cuma satu, terimalah segala hal yang terjadi sebagai kebahagiaan, maka segala hal itu menjadi kebahagiaan dalam hidup.


Salam Penuh Kasih,
Nitaninit Kasapink




Monday, 17 April 2017

Kartini Memang Berbeda

Di otak gue, sosok Kartini adalah wanita Jawa yang lembut, feminin. Dengan busana berkebaya, bersanggul, menambah kuat sosok feminin perempuan Jawa zaman dulu. Tapi ternyata salah! Kartini, R.A. Kartini, bukan seorang perempuan Jawa seperti dalam bayangan gue. Nop!

Kartini memang perempuan Jawa, memang hidup dalam aturan tata krama, adat, Jawa yang kental. Apalagi Kartini adalah anak seorang Bupati Japara. Tapi beliau bukan perempuan yang lemah gemulai, melainkan sosok yang beda.

Kartini memang berbeda. Kartini seorang perempuan tomboy, Kartini yang membangkang adat, tapi tetap santun.

Kartini dalam film ini ditampilkan dalam kesehariannya yang berbeda. Bayangkan saja, berkain kebaya, tapi bisa duduk-duduk santai di atas tembok keputren! Ada obrolan antara Kartini, Kardinah dan Roekmini, tentang keengganan menikah, enggan bersuami, karena mereka merasa tanpa suami pun mereka bisa membantu orang lain. See? Itu pemikiran perempuan yang lahir di zaman dulu. Sedangkan di saat ini saja masih sibuk orang bertanya-tanya tentang,"Kapan menikah?"

Ditampilkan pula sosok Kartono, seorang kakak yang mendukung kebebasan berpikir yang dimiliki Kartini, selain juga ditampilkan sosok kakak lain yang menentang pemikirannya. Ada juga sosok bapak dari Kartini, ibu kandung, juga ibu tiri, serta kakak perempuannya yang pulang ke rumah karena suaminya menikah lagi.

Kartini yang melekat di otak gue adalah tentang perempuan yang fokus pada pendidikan perempuan. Ternyata beliau pun memikirkan tentang ekonomi masyarakat di Japara.

Kartini yang hebat, dengan pemikiran hebat, dan bukan cuma sekadar berpikir, tapi direalisasikan.

R.A. Kartini diperankan oleh Dian Sastrowardoyo, bermain apik. Begitu juga pemeran yang lain memainkan peran dengan apik.

Film garapan Hanung Bramantyo ini sukses membuat air mata menitik, tapi tidak membuat jadi cengeng.



Thursday, 13 April 2017

Menu Baru Nongkrong Di HokBen

Gaeees, ada bocoran baru, nih! HokBen meluncurkan menu baru untuk SNACK, DESSERT, dan DRINK! Ada Sakana sticks, Ocha Lychee Tea, dan Soft Pudding. Yeey, asyik banget, kan? Tapi untuk saat ini menu Soft Pudding baru ada di wilayah Jabodetabek aja, ya.

Bocoran lagi nih ya, dan please jangan disimpan jadi rahasia,"Tiga sajian baru ini sudah dapat dinikmati mulai Maret 2017 di seluruh gerai HokBen di Jabodetabek, Jawa dan Bali. Harganya? Cuma berkisar Rp. 16.000,- sampai Rp. 18.000,- Ini sudah termasuk pajak, loh! Murahnyaaa!"

Pasti mau tahu lebih lanjut mengenai menu baru ini, kan? Penasaran yaaa? Yuk yuk ah dilanjut!

1. Sakana Sticks 


Sakana sticks adalah nuget yang berasal dari produk olahan ikan air tawar, dibalur dengan tepung khas HokBen, berbentuk sticks. Sakana Sticks ini memiliki 2 rasa pilihan rasa, loh! Ada Sakana Sticks Original dan Sakana Sticks dengan taburan Nori/ Seaweed. 

Hati-hati loh gaes, dua rasa ini bikin ketagihan, jadi ingin makan dan makan lagi! Tangan nggak akan berhenti mengambil, mulut nggak akan berhenti mengunyah. Pokoknya sakana sticks benar-benar bakal bikin sibuk saat bersantai.

Di atas itu penampakan seporsi Sakana Sticks dengan taburan Nori/ Seaweed, dan seporsi Sakana Sakana Sticks Original.                                         

2. Ocha Lychee Tea


Ocha Lychee Tea adalah minuman segar dengan butiran nata de coco. Ocha Lychee Tea adalah pengembangan dari ocha (teh hijau), minuman sehat yang menyegarkan.

Ocha Lychee tea cocok banget jadi minuman penyegar saat mengobrol, berdiskusi, dengan teman, kerabat, atau dengan siapa pun. Kalau pun sedang sendirian, minuman ini juga cocok kok menemani. Segarnya itu loh bikin badan dan pikiran jadi 'cling'!

3. Soft Pudding



Nah ini varian baru pudding Hokben! Ada 2 rasa yang nikmat banget, apalagi ditambah dengan tekstur lembutnya! Rasa mangga, dan rasa taro. Ini penutup santapan yang asik!

Eeh jangan salah, makan soft pudding ini bukan cuma untuk penutup, tapi juga asik untuk mengisi waktu ngobrol, loh! Nongkrong santai sambil iseng asyik makan pudding tuh bikin suasana hati jadi makin soft!

Nah gaes, itu tadi kan 3 menu barunya HokBen, ya. Tiga menu baru tadi itu memang memperkuat kategori menu snack HokBen. Jangan lupakan menu-menu yang sebelumnya sudah terkenal di HokBen, ya.

Sebenarnya apa aja sih menu terkenalnya HokBen sejak lama?

Banyaaak, banyaaak! Di kategori menu snack HokBen saat ini dikenal TOKYO BITES. Di kategori DESSERT ada beberapa pilihan juga. 

Aaargh, penasaran lagi ya, ingin tahu yaa?

TOKYO BITES
Apa aja tuuh? Takoyaki, Tori Popcorn, Shumami Furai & Shumai Steam.

Takoyaki 



Takoyaki adalah makanan khas asal daerah Kansai, Jepang. berbentuk bola-bola kecil dengan diameter sekitar 3-5 cm, dibuat dari adonan tepung terigu yang diisi dengan potongan bayi gurita di dalamnya.

Rasanya? Kenyal, gurih, lezato bangeto! Satu porsi takoyaki berisi 3 pcs takoyaki yang pastinya bikin ketagihan deh pokoknya.

Tori Popcorn

adalah p
otongan dada ayam tanpa lemak berlapis tepung dan dimasak dengan metode Deep Frying Oil. 
Crunchy, lezatos! Benar-benar camilan yang menyehatkan, gaes.

Shumai Furai


Shumai Furai adalah produk olahan udang dan ayam yang dibungkus dengan kulit pangsit dan dimasak dengan metode Deep Frying Oil. Satu porsinya berisi 3 pcs, dan ini enak banget! Kulitnya renyah, isinya lembut. Menggoda bangeeet! Dicocol ke saos atau pun nggak dicocol, tetap yummy!

Shumai Steam


Shumai Steam adalah produk olahan udang dan ayam yang dibungkus dengan kulit pangsit dan dimasak dengan metode kukus. Satu porsinya berisi 3 pcs, dan jangan lewatkan snack ini! Di lidah terasa lembut dan memenuhi mulut!
Rasanya? Kenyal, gurih, lezato bangeto! Satu porsi takoyaki berisi 3 pcs takoyaki yang pastinya bikin ketagihan deh pokoknya.

DESSERT
Dessert terkenal di HokBen ada banyak. Es Ogura, Es Sarang Burung, Kakigori, Soft Caramel Pudding dan Chocolate Pudding. Semua ini jadi favorite konsumen HokBen, loh!

Es Ogura 


Es kacang merah yang disajikan dengan air gula, santan dan es serut sebagai penutup. Menyegarkan sekali. Apalagi karena kacang merah itu kaya akan pati, protein dan serat makanan,  juga merupakan sumber zat besi, potassium, selenium, molybdenum, thiamine, vit B6, dan asam folat yang sempurna.

Es Sarang Burung




Komposisi es sarang burung adalah agar-agar dan buah kelengkeng yang disajikan dengan air gula serta es serut sebagai makanan penutup. Rasanya suwegeeer banget! Wajib dicoba, gaes!

Kakigori



Ini adalah Japanesse Ice Shaved Dessert, es serutnya Jepang. Bentuknya lucu, dan yuk, coba yuk! Sambil ngobrol minum es serut ini pasti obrolan tambah asik!

Soft Caramel Pudding


Puding lembut dengan saus karamel spesial. Cocok sebagai teman bersantai saat berkumpul dengan teman, pacar, atau keluarga.

Chocolate Pudding


Puding dengan aroma dan rasa coklat. Horree! Ini cokelatnya terasa banget! Jangan sampai lewatkan pudding ini, gaes!

So, jangan pernah pikir 2 kali untuk nongkrong di mana gituh. HokBen tempatnya!

Yuk nongkrong di HokBen, yuk!



####