Skip to main content

Posts

Showing posts with the label catatan hati

8 Langkah Menjadi Bahagia

Siapa yang mau jadi orang berbahagia? Aku yakin semua orang ingin selalu berbahagia. Tapi seringkali terbentur masalah, bersedih, lalu akhirnya merasa ga bahagia! Sebenarnya amat mudah menjadi orang yang selalu berbahagia. Karena Tuhan selalu memberi kebahagiaan untuk manusia, jangan hanya karena ga mendapat hal yang sesuai dengan yang diinginkan, lalu berpikir bahagia itu sulit. Terima apa yang terjadi dengan senyum. Apapun yang terjadi, hadapi, jalani, dengan senyum. What? Gila aja gimana bisa tersenyum kalau rumah kebanjiran, kemalingan, anak sakit, dan masih banyak hal buruk lain terjadi! Ih, bisa, kok, bisa. Ada caranya. Ikuti langkah ini agar menjadi orang yang berbahagia: 1.     Tenang      Jangan panik! Saat terjadi hal yang ga menyenangkan, tenangkan diri. Panik hanya      akan membuat kita sulit berpikir jernih. 2.     Positif Thinking      Buang jauh-jauh berp...

Wish List

Yes, wish list 2015 sudah dicoret semua, yang berarti sudah terpenuhi. GUSTI memang Baik banget, semua kebutuhan dipenuhiNYA. Lalu gue mulai ambil pulpen, tulis wish list untuk 2016. Satu, dua, tiga, dan ini, dan itu, lalu ini, lalu itu, week! Ternyata panjaaang banget yang ingin dicapai! Itu yang ditulis, dan pastinya ada banyak yang ga tertulis, tapi diucap oleh hati. Eh, itu kan gue, mungkin orang lain ga sebanyak gue ya permintaannya, terlintas di otak ini. "Duh, GUSTI, ampuni aku ya, begitu banyak permintaan, permohonanku, dan GUSTI penuhi semua. Padahal aku masih saja bandel, suka mengecewakanMU." Dalam hati berbisik. Wish list yang panjang gue pandangi. Sebegitu panjangnya keinginan diri, tapi kenapa masih begitu pendek ketaatan padaNYA? Airmata jadi meleleh, hati mulai merasa ga enak banget ke GUSTI. "Duh, GUSTI, malu jadinya. Tahun 2016, tetap sertai aku dan tiga anakku, ya? Dan jangan biarkan kami melangkah keluar dari CintaMU." Airmata masih mend...

Kerinduan Error

Seorang sahabat yang bertahun menjadi warna hidup, menghilang, dan mungkin ga akan kembali. Menyedihkan? Yup! Memang sedih! Seorang sahabat yang amat berarti untuk gue, menghilang. Sahabat yang memberi nama Error untuk gue! Sesedih itukah? Ya, sesedih ini. Lagu-lagu Iwan Fals berdendang, juga lagu-lagu Naff. Itu potongan kenangan yang melempar ke masa lalu. Dan juga sekeping batu, yang diberikan untuk gue. "Gue kangen cerita konyol yang selalu ada." Salam, Error

Malam Melo

Malam ini gue ga bisa tidur. Mata terus aja on, ga bisa dan ga ingin menutup. Besok Pink, ulang tahun ke-15. Putri kecil sudah remaja! Dan ini ulang tahun yang ke-9 tanpa Henk, papa mereka. Yup, Henk meninggal 3 bulan sebelum ulang tahun Pink yang ke-7 tahun. Bukan menginginkan Henk kembali ada di sini merayakan bersama. Setiap salah satu dari Ngka, Esa, Pink, berulang tahun, setiap kali itu juga gue penuh dengan airmata. Lebay banget, ya? Ya, gue selalu melo saat menjelang ulang tahun mereka. Ada rasa bersalah karena hingga saat ini belum juga bisa memberikan hal-hal indah untuk anak-anak, untuk Ngka, Esa, dan Pink. Hanya bisa memberi senyum, dan mencintai dengan segenap kasih yang ada. Malam ini jadi malam full melo untuk gue. Sejak tadi lagu-lagu Iwan Fals ada di telinga. Berusaha menepis segala melo, gundah, galau, yang masuk dan merajai hati. Tapi tetap aja gue berairmata. Tangan gue sibuk mengusap mata karena ga ingin menyaingi hujan yang deras. Doa mengalir untuk Pink. Se...

Aku Menemukan Mama Kembali

Mama dan aku Ga terbayang sama sekali kakak kandungku menyembunyikan keberadaan mama dariku dan anak-anakku, berusaha memutus hubungan mama dengan kami, tanpa alasan. Berbulan mencari, hingga akhirnya bisa menemukan mama, pada hari ke-2 Idul Fitri yang lalu, 15 Juli 2015.  Mama ada di kamar, di tempat tidur, karena lumpuh sejak Februari 2011, akibat stroke. "Kenapa Nit ga dikasih tahu alamat baru ini?" "Mama ga tahu," sambil menggeleng lemah mama menjawab. "Nit telepon, ga diangkat sama Mas. Nit sms juga ga dijawab." "Mama berdoa setiap hari supaya Mama bisa ketemu Ninit." Itu sepenggal percakapan dengan mama. Sebelum pulang, kuucap,"Nit sayang Mama." Lalu kami kembali berpelukan. Aku percaya kasih Tuhan yang mempertemukan kami kembali. Foto ini diikutsertakan dalam GA Sehari : Aku dan Ibuku.

Desember Melo

Desember 2015 ini membuat gue menghitung hari. Pink berusia 15 tahun di tanggal 22 Desember nanti. Putri kecil menjadi remaja. Di bulan Desember ini gue juga menghitung hari. Desember ke Januari 2016. Hitungan panjang tapi sebenarnya amat pendek untuk dihitung oleh kami. Penghujung Januari 2016 nanti, Ngka, Esa, Pink, dn gue, akan pergi ke Semarang, nyekar makam almarhum papa mereka, almarhum Henk, suami gue.  Desember berhasil membuat gue melo! Melo, ya, bukan melon. Kenapa juga jadi melo, gitu ya, cuma karena Pink akan berulang tahun, dan karena Januari akan berangkat nyekar? Kondisi kesehatan Pink selalu naik dan turun. Belum stabil. Hey, no, no, no, no, gue ga menyesali yang terjadi. Autoimun yang ada di tubuh Pink, bukan sebuah kondisi yang harus disesali. Gue jadi melo karena tau semangatnya besar, jauh lebih besar dibanding tubuhnya yang langsing, malah cenderung amat kurus untuk remaja seusianya. 22 Desember 2015 masih 14 hari lagi. Banyak doa dan harapan gue u...

error bercerita,"Pindah!"

Ada keinginan pindah sejak lama, tapi belum bisa terlaksana karena bap (sebutan untuk Bapak gue), disusul mama sakit, dan kemudian berlanjut terus, hingga bap meninggal, dan masih ada lanjutan cerita yang ga usah diceritakan di sini. Menjelang hari H kepindahan, Ngka, Esa, mulai sibuk menyicil barang kepindahan. Hwehehe, cuma baju-baju aja sih, karena kami memang ga punya apa-apa sih. Setiap gue pulang kerja, mereka dibantu dua sahabat Ngka, Resen dan Yoshua, menyicil baju untuk pindah ke rumah yang baru (makasih ya Sen, Yos :) ). Rumah kontrakan mungil, yang cukup untuk kami berempat, Ngka, Esa, Pink, dan gue. Dan akhirnya, tralalala, hari H-pun tiba! Yuk pindaaaah...! Pink ceria di tempat baru  Depan rumah kontrakan mungil yang kami tempati ada pohon jambu air, dan persis di depan sawah. Anginnya alamaaaak, deras sekali. Waktu untuk menjemur pakaian yang barusan dicuci, ga lama, jreng jreeeeng, olala, kering!          ...

error: malam yang aku cinta memang selalu kelam

aku mencintai malam karena malam begitu sempurna menyimpan rahasia, menutup kelam dengan hitam yang dia punya air sungai yang pekat menghampar, dipeluknya erat dalam gelap tanpa suara aku melihatmu duduk di tanah tanpa kawan, entah sedang berpikir tentang apa jangankan bisa mengetahui khayalanmu, sedangkan bayanganmu saja tak nampak karena malam tanpa remb ulan membungkusmu rapi aku selalu mencintai malam yang selalu gelap, walau terkadang ada titik pendar cahaya berkerlip hitung, hitung ada berapa cahaya lampu mengedip! sejalan aku menghitung, sepenyesalan aku terdiam aku mencintai malam karena gelapnya menutup tabir hidupku jadi untuk apa menghitung cahaya-cahaya kecil? aku mencintai malam lengkap dengan misteri kelamnya yang menenangkan kisah-kisah hari yang riuh hiruk pikuk teriakan caci jangan suruh aku menghitung pendaran lampu genitmu aku hanya ingin duduk di seberangmu, beralas tanah, sama sepertimu tanpa teman, dan tanpa seorang pun bisa menebak apa yang sedang kupikirkan aku...

error: perempuan bungsu dan emak

"Mak, aku datang". "Siapa kamu?". "Aku anak perempuan bungsumu, Mak". "Anakku cuma 1, dan dia seorang lelaki tampan". "Mak, aku perempuan bungsumu". "Anakku cuma 1, dan dia lelaki gagah". "Mak, aku perempuan tunggalmu". "Anakku cuma 1, dan dia bukan seorang perempuan". "Mak, aku datang tanpa pernah pergi, aku ada tanpa pernah menghilang, aku di sini dan tak akan pernah meninggalkan". "Anakku lelaki, dia pergi dan datang, dia pergi, dan pergi, lalu datang, dan pergi lagi, datang lagi". "Aku perempuanmu, Mak, tak pernah ingin membuatmu menangis". "Anakku lelaki dalam airmataku, dan membanjiriku dengan airmatanya". "Mak, aku perempuan bungsumu, yang ingin selalu mendekap dan ada dalam dekapmu". "Anakku lelaki, cuma 1, dan tak hendak mendekap, apalagi didekap". "Mak, aku rindu". "Anakku lelaki tanpa kerinduan, dan anakku lelaki, cuma ...

error: aku memanggilmu,"Mak!"

aku memanggilmu,"Mak!", tapi suaraku ditelan dengungan lebah yang selalu menyengat aku memanggilmu,"Mak!", tapi kau tepis suaraku dengan nyanyian tipu manis merayu aku memanggilmu,"Mak!", tapi tanganmu menebas seluruh rinduku aku memanggilmu,"Mak!", tapi kau tak lagi mendengarnya, karena suaraku ditelan oleh cintaku sendiri padamu,"Mak!" # error, 12 ags 14, hi: emak!

error,"Emak"

Emak pergi tak menoleh pada anaknya yang luka. Anak menangis tanpa suara, tanpa airmata. Berharap Emak menoleh walau hanya sepersejuta detik. Emak pergi menoreh tangis sayatan hati anaknya, melangkah menjauh. Anak diam, tak berkata apa pun, tak tahu mengapa emak berlalu, gandeng anaknya yang lain, tanpa menoleh padanya. Emak tetaplah Emak. Emak tak pernah tahu, Emak tetap di hati... Emak, kapan kembali? # error, 12 agustus 2014, hi

error bercerita,"Ayam goreng jatuh dari langit".

Beras tak lagi bersisa, tempat nasi kosong. Tiga anak yang masih kecil harus makan. "Berasnya habis", ujar Esa. "Nasinya juga habis", ujar Ngka. "Mama, ga usah makan juga ga apa-apa kok", ujar Pink. Aku tersenyum mendengar 3 nyawa kecil berkata tentang keadaan hari ini. Aku tersenyum, lalu menjawab,"Habis? Beli lagi. Hari ini kita makan, ga ada yang ga makan". "Mamaaaa, Esa nemu uang di kolong tempat tidur, cepek!", Esa berteriak, lalu menyerahkan uang dari tangannya untukku sambil tertawa riang. Disambut tawa dan sorak Ngka juga Pink. Aku pun ikut tertawa. Lalu yang terjadi sesudah itu adalah semua anak mencari uang dari seluruh sudut rumah. "Mama, yuk dihitung sudah ada berapa sekarang", Ngka, Esa, dan Pink, hampir serempak berseru padaku. "Horeee, bisa beli beras! Esa beli ya Ma, Esa ke warung dulu", kata Esa padaku. Esa berangkat ke warung untuk membeli beras 1 liter. Uang yang ada memang hanya ...

error,"Bap dan gue".

Ga tahu kenapa, tiba-tiba gue teringat tentang masa lalu, saat gue pertama kali pindah ke sebuah kota yang panas, dan berbahasa daerah yang gue ga bisa. Sama sekali ga bisa, cuma bisa kata-kata umum, seperti ora, sopo, piye, iso. Ya, gue pindah ke Semarang, ibukota Jawa Tengah, karena Bapak pindah tugas ke sana. Awalnya sih hanya Bapak yang pindah, dan setiap Sabtu, Bapak pulang ke Jakarta, lalu kembali ke Semarang di hari Minggu. Semua baik-baik-baik saja. What? Baik-baik saja? Ga! Gue sakit setiap kali Bapak ada di Semarang, dan sehat kalau Bapak pulang ke Jakarta. Menurut Mbah gue, gue sakit kangen Bapak. Jadi setiap hari kalau tidur, gue kenakan kaos Bapak yang belum dicuci. Dan ajaib, gue sehat. Ya, gue kangen Bapak... Desember 1986, gue terima raport SMA kelas 1, semester 1, lalu cabut, pindah ke Semarang, menyusul Bapak. Gue dan Mama, pindah ke Semarang, sedangkan kakak gue yang kelas 3 SMA, tetap tinggal di Jakarta. Barang-barang masuk truk besar, gue ga naik truk loh ya, gu...

error,"GUSTI, hening, dan senyum"

GUSTI, dalam senyum yang terpatri di hati, kuucap selamat pagi... tanpa jalinan kata bersuara GUSTI, ada cerita dari sudut malam kuyakin sudah tertulis di bukuMU semoga tak tersurat tentang dendam juga tak berteriak amarah dan jangan berurai airmata lelah GUSTI, udara damai rengkuh letupan bisu perang! hening... hening... hening, ya GUSTI... luka yang terserak beringsut mengobati sendiri bom waktu melaju musnahkan seluruh dengus benci tiba-tiba diam berhenti lalu mati sendiri GUSTI, hening guyur kobaran muak hening mendekap gelegak kepalan tinju GUSTI, cerita di sudut malam tak pernah habis dibaca tapi ditutup oleh waktu yang bijak berjalan "Hei, teruslah hadapi aku, teruslah jalani, dan nikmati aku..! Jangan pernah melelah lemah, mati musnah senyum! Hei, cerita adalah cerita, menjadi kenangan sesudahnya... Ayo, longgarkan pikirmu! Hidup bukan untuk kau pikir! Hadapi aku! Jalani saja bersamaku! Nikmati yang ada! Bukan porsimu untuk berpikir! Biar GUSTI yang memutuskan yang t...

error,"dan mati"

airmatamu membunuhku lagi dan lagi matinya seorang aku bukan cerita baru ini cuma kisah basi jilid baru sesudah hancurnya edisi lama! tapi naskah ada di alur yang sama aku harus mati airmatamu membunuhku cincang organ hidupku tanpa sisa tak akan kuhapus airmatamu biar saja mengalir hidupmu dari dukamu hidupku matiku dalam bahagiaku yang tak pernah surut # error, 26 Juli 14

GUSTI, ada cerita di sarapan Lebaran...

nada senyum pagi ini... melarutkan cemas, masuk dalam tenangnya cinta... selagu tawa jadi tembang sukacita berbaur dengan sepiring sarapan Lebaran cintaku berkata,"Mamaaaa, Pink pelit ga mau berbagiii..!!". sebuah protes kukira berteriak... di pagi damai ada protes sumbang bersuara tapi ternyata protes berbalas nada lirih putus asa... "Mamaaaa, masa Pink mesti berbagi sama laler siiih??". ah, damai ini ternyata tetaplah damai... sepiring sarapan Lebaran jadi cerita tentang cinta, sukacita, dan kasih... GUSTI, senyum ini tak pernah lenyap... pasti karenaMU... # error, 28 Juli 2014, hi: kamar bareng kasapink...

error,"Pisang!"

Pisang!  dan Pink wajib makan pisang untuk pulihnya otot-ototnya disamping meminum obat dokter dan setiap hari ada pisang untuk Pink makan dan Pink mulai berjalan walau tertatih dan pisang tertawa melambai ke arahku yang mual karena harumnya dan aku pun tertawa pada pisang "Heh pisang, gue beli untuk anak gue ya, untuk kesehatan Pink..." dan "Makasih, otot-otot Pink berangsur pulih" # error, 28 Juli 14, hi