Thursday, 20 April 2017

Tutup Gelas Bergoyang Atau Digoyang?

Ini kejadian lama, di hari pertama kerja di tahun 2017. Setelah libur beberapa hari, yang lumayan panjanglah, akhirnya bisa kembali ke ruangan ini lagi. Ruang dingin, yang terkadang penuh canda tawa, tapi sering kali sepi tanpa suara.

Seperti biasa, pagi-pagi segelas kopi, segelas teh, segelas air putih, diantar ke meja gue. Minuman yang selalu menemani di waktu kerja. Bukan minuman wajib, tapi itu minuman asyik!

Di hari itu suasana ruangan sepi, hening. Cuma ada suara tak tik tak tik mengetik.

Karena gue ga suka minuman panas, gue membuka tutup gelas kopi dan teh. Dua tutup gelas ada di atas meja. Tenang, ga ada kejadian apa pun. Gue santai menyelesaikan tugas sambil mendengarkan lagu-lagu dari youtube lewat handsfree.

Rrrrrrrr! Rrrrr!

Wuaa! Ehm, gue kaget pakai banget! Mau tahu kenapa? Ufh, tapi walau pun kaget tekaget-kaget beberapa detik, akhirnya gue tertawa. Ada yang berusaha mengucap salam ke gue. Dua tutup gelas yang gue letakkan di atas meja, berputar kencang! Ga mungkin kan tutup gelas berputar karena angin? Apalagi memang ga ada angin yang berhembus. Lumayan lama dua tutup gelas berputar.

"Mbak Nita kenapa?" Tanya seorang teman.

"Ga apa-apa."

"Iseng banget muter-muterin tutup gelas."

"Lah wong itu muter sendiri, kok. Aku ga muterin.Makanya aku ketawa geli."

"Serius?"

"Ya iyalah. Memangnya aku pernah bohong?"

Tanpa babibu lagi, teman gue kabur meninggalkan gue, meninggalkan ruangan.

Gue menoleh ke sudut ruangan sambil berkata,"Hai, ketemu lagi. Mbok ya jangan iseng."

Tutup gelas berhenti berputar. Ruangan kembali sepi, tinggal gue yang asyik bernyanyi sendiri mengikuti lagu dari youtube.


Salam Senyum,
Nitaninit Kasapink




Tuesday, 18 April 2017

Bahagia Itu Sederhana Dan Terimalah Sebagai Kebahagiaan

Melihatnya bercanda, berlari mengejar Ngka, berjalan bersama Esa ke warung, belajar di ruang tamu sambil mendengarkan lagu-lagu, sibuk bermain dengan kucing-kucing peliharaan, membuatku merasa amat bahagia. Ceria yang terpancar dari wajahnya membuatku benar-benar bersyukur memiliki Pink, Ngka, dan Esa.

Siapa Pink? Pink adalah anak bungsuku, anak perempuan satu-satunya. Apa yang istimewa dari Pink? Seorang perempuan kecil usia belasan dengan tubuh kurus, bukan siswa sekolah reguler, karena Pink seorang homeschooler, dia peserta homeschooling. Hebatnya di mana? Anakku bukan anak hebat, tapi istimewa.

Siapa Ngka, dan Esa? Mereka adalah dua kakak lelaki Pink, yang selalu memberi kasih sayang untuk   Pink, menyemangati Pink, dan mendukungnya dalam segala hal.

Pernah mendengar autoimun? Pink mengidap autoimun. Imun yang ada dalam tubuh Pink, salah mengerjakan job des-nya. Seharusnya imun menyerang penyakit yang masuk ke dalam tubuh, imun yang Pink miliki malah menyerang organ tubuhnya. Ga ada obat untuk autoimun. Jadi autoimun dibawa seumur hidup oleh pengidap. Imunnya pernah menyerang banyak organ di tubuhnya. Selama bertahun-tahun, Pink berada di dalam rumah, hampir ga pernah ke luar rumah, kecuali ke profesor tempatnya berobat saat autoimun menyerang.

Lambungnya pernah bengkak hingga seperti ‘polisi tidur’ di bawah tulang rusuk kirinya. Juga pernah terkena serangan jantung, lumpuh tangan, lumpuh kaki, malah pernah lumpuh total, muntah darah, mimisan, buang air besar darah, kesulitan bernapas. Itu dirasakannya bertahun-tahun. Selama bertahun-tahun minum obat saat imun menyerangnya.

Tapi jangan salah, di rumah kami ga ada yang namanya sedih. Dalam keadaan seperti itu pun, kami tetap bersukacita, bergembira, tertawa, bercanda. Pink? Senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya. Dia pun selalu larut dalam canda, tawa, dan bersenandung bersama Ngka, Esa, dan aku. Ngka, dan Esa, selalu membantu Pink, dalam banyak hal tanpa kusuruh, tanpa kuminta. Dan mereka pun membantu Pink agar bisa kembali sehat, dengan cara mengingatkan apakah sudah minum obat, menyemangatinya agar tetap bersemangat dalam kondisinya yang lemah. Canda, dan canda selalu saja terdengar meriah di rumah. Dan memang Pink selalu bersemangat, ga pernah menyerah dengan kondisinya yang lemah.

Sewaktu Pink lumpuh kedua tangannya, dia menyambutku yang baru saja pulang dari kantor, dengan ucapan,”Mama, Mama tahu ga, Pink main laptop pakai apa?” Aku menggeleng, lalu diperagakannya mengetik di laptop menggunakan jari-jari kakinya! Aku terkejut, sekaligus kagum, betapa bersemangatnya anakku! 

”Hebatnya anak mama! Besok belajar menulis pakai kaki, ya?” 

Pink menjawab,”Susah, Ma, kalau nulis pakai kaki.” 

Aku tersenyum, kemudian berujar,”Ga ada yang susah, sayang. Tuhan menciptakan manusia hebat. Ada yang dilahirkan tanpa kaki, tanpa tangan. Mereka bisa.” 

Pink tersenyum, tertawa, manjawab,”Ok, Ma.” Great! 

Kuakui semangat yang dimilikinya amat luarbiasa. Yang mengejutkanku setelah itu adalah Ngka menginstall desktop keyboard di laptop, untuk memudahkan Pink menggunakannya. Luar biasa! Esa mengambilkan minum, memegang gelas, menyodorkan sedotan untuk Pink minum. Luar biasa, luarbiasa! Aku berterimakasih pada Tuhan, anak-anakku adalah anak-anak yang luar biasa.

Saat lumpuh kedua kakinya, aku, Ngka, dan Esa, bergantian mengajaknya berkeliling seputar perumahan, mendorongnya di kursi roda, setiap pagi. Ga ada terlihat wajah sedih padaPink. Senyumnya tetap ada, celotehnya tetap saja ramai. Beberapa pandang kasihan kulihat dari orang-orang yang kami temui di jalan, ada pula yang terlihat sinis mengejek, tapi Pink tenang, santai. Aku ga melihat rasa malu tersirat di wajahnya. Sering bertemu dengan teman-temannya di jalan, dan dia dengan wajah riang membalas sapaan temannya. Ngka, dan Esa, ga pernah mengeluh mendorong kursi roda adiknya untuk berkeliling. 


Dan saat di rumah, Ngka, Esa, bergantian menggendong adiknya ke mana pun dia mau. 

“Aku mau nonton tivi.” 

Digendonglah adiknya ke depan tivi. 

“Aku mau ke kamar mandi.” 

Digendonglah adiknya ke kamar mandi.

Pink pernah lumpuh total. Setiap kali aku menggendongnya ke luar kamar, agar ga jenuh terus menerus berada di kamar. Ngka, dan Esa pun bergantian menggendong adiknya.

Awal mula Pink terkena autoimun ketika Pink baru saja menjadi siswi SMP negeri dekat rumah. Kelas pertama dilaluinya hanya dengan beberapa kali bersekolah. Kelas ke-dua dilaluinya tanpa pernah datang ke sekolah, hanya saat ujian kenaikan kelas saja Pink datang ke sekolah, kuantar, didorong di kursi roda. Hingga akhirnya kenaikan kelas pun tiba. Pink naik ke kelas akhir.

Kondisinya semakin sering diserang imun, semakin melemah, kemudian kuputuskan mengeluarkannya dari sekolah reguler, memulai homeschooling. Sebelumnya kutanyakan dulu padanya, apakah dia setuju dengan rencanaku. Ternyata Pink setuju. Mulai saat itu, Pink menjalani homeschooling. Guru privat datang ke rumah untuk membimbingnya belajar. Selain itu, aku, Ngka, dan Esa juga ikutan membimbingnya dalam pelajaran.

Bukan hal yang aneh ketika sedang belajar dengan guru privat, tiba-tiba Pink tergeletak tak berdaya. Ngka, Esa, sigap menggendong adiknya ke kamar. Karena itulah guru privat pun hanya datang sesuai permintaan Pink. Bisa tiba-tiba pukul 9 malam, Pink merasa sehat, dan saat itulah guru privat dipanggil, mulai belajar. Belajar disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Tapi yang jelas, Pink bersemangat, begitu pula Ngka, dan Esa. Mereka saling menyemangati, saling mendukung.
Waktu bergerak terus, kondisi Pink masih tetap lemah, malah semakin melemah. Ngka, Esa, ga pernah lelah mendukung adik mereka. Semangat ga pernah henti bergelora di jiwa Ngka, Esa, dan Pink. Hingga satu saat Pink bisa berjalan! Semakin membaik, dan membaik! Hingga kondisi Pink membaik dibanding sebelumnya. Ini sungguh luar biasa menurutku. Hal yang ga pernah terpikirkan, ga pernah terbayang di benakku. Ini berkat Ngka, Esa, kedua kakak yang ga pernah berhenti mendukung, menyemangati, dan memberi kasih sayang untuk Pink.

Pink melewatkan ikut Ujian Nasional SMP, lalu ikut di tahun berikutnya, karena setelah mempertimbangkan kondisinya yang baru saja membaik, pastilah amat berat untuknya mengejar begitu banyak pelajaran untuk mengikuti ujian kelulusan. 

Kutanyakan padanya, apakah dia ga keberatan jika ikut ujian nasional tahun depan, jawabannya sungguh luarbiasa, Pink berkeras ingin ikut ujian di tahun kemarin. Luar biasa semangat yang dimilikinya! Pelan-pelan kuberitahu dasar pertimbanganku, dia pun kuajak ikut mempertimbangkannya. Ngka, dan Esa, juga kuajak ikut mempertimbangkan. Kemudian kami berempat sepakat tahun depan Pink ikut ujian nasional, yang berarti di tahun ini Pink akan ikut ujian nasional. Dia pun meminta, setelah lulus, dia ingin bersekolah reguler. 

Tawa canda di rumah tetap bergema di rumah. Kami berempat setiap hari berkumpul, saling tukar cerita, saling tukar informasi, bercanda ga henti, tertawa bersama. Kejadian apa pun yang selama ini terjadi dalam kehidupan kami berempat, ga kami jadikan sebagai hal yang menyedihkan sehingga membuat kebahagiaan menghilang. Kami saling menguatkan, saling mendukung, saling berbagi kasih.


Bahagia itu sederhana, ga perlu menjadi orang yang bermewah-mewah harta. Bahagia itu sederhana, berbahagia menghadapi kejadian yang terjadi dengan senyum, menjalaninya dengan senyum, menikmati dengan senyum, dan mensyukurinya dengan tersenyum pada Tuhan. 

Ga ada hal yang buruk, semua adalah hal terindah dari Tuhan, yakin pasti ada kebahagiaan di sana, pasti ada kebahagiaan di setiap kejadian yang terjadi dalam hidup. Tetap semangat, senyum, percaya bahwa di segala kejadian hidup pasti berisi kebahagiaan. Syaratnya cuma satu, terimalah segala hal yang terjadi sebagai kebahagiaan, maka segala hal itu menjadi kebahagiaan dalam hidup.


Salam Penuh Kasih,
Nitaninit Kasapink




Monday, 17 April 2017

Kartini Memang Berbeda

Di otak gue, sosok Kartini adalah wanita Jawa yang lembut, feminin. Dengan busana berkebaya, bersanggul, menambah kuat sosok feminin perempuan Jawa zaman dulu. Tapi ternyata salah! Kartini, R.A. Kartini, bukan seorang perempuan Jawa seperti dalam bayangan gue. Nop!

Kartini memang perempuan Jawa, memang hidup dalam aturan tata krama, adat, Jawa yang kental. Apalagi Kartini adalah anak seorang Bupati Japara. Tapi beliau bukan perempuan yang lemah gemulai, melainkan sosok yang beda.

Kartini memang berbeda. Kartini seorang perempuan tomboy, Kartini yang membangkang adat, tapi tetap santun.

Kartini dalam film ini ditampilkan dalam kesehariannya yang berbeda. Bayangkan saja, berkain kebaya, tapi bisa duduk-duduk santai di atas tembok keputren! Ada obrolan antara Kartini, Kardinah dan Roekmini, tentang keengganan menikah, enggan bersuami, karena mereka merasa tanpa suami pun mereka bisa membantu orang lain. See? Itu pemikiran perempuan yang lahir di zaman dulu. Sedangkan di saat ini saja masih sibuk orang bertanya-tanya tentang,"Kapan menikah?"

Ditampilkan pula sosok Kartono, seorang kakak yang mendukung kebebasan berpikir yang dimiliki Kartini, selain juga ditampilkan sosok kakak lain yang menentang pemikirannya. Ada juga sosok bapak dari Kartini, ibu kandung, juga ibu tiri, serta kakak perempuannya yang pulang ke rumah karena suaminya menikah lagi.

Kartini yang melekat di otak gue adalah tentang perempuan yang fokus pada pendidikan perempuan. Ternyata beliau pun memikirkan tentang ekonomi masyarakat di Japara.

Kartini yang hebat, dengan pemikiran hebat, dan bukan cuma sekadar berpikir, tapi direalisasikan.

R.A. Kartini diperankan oleh Dian Sastrowardoyo, bermain apik. Begitu juga pemeran yang lain memainkan peran dengan apik.

Film garapan Hanung Bramantyo ini sukses membuat air mata menitik, tapi tidak membuat jadi cengeng.



Thursday, 13 April 2017

Menu Baru Nongkrong Di HokBen

Gaeees, ada bocoran baru, nih! HokBen meluncurkan menu baru untuk SNACK, DESSERT, dan DRINK! Ada Sakana sticks, Ocha Lychee Tea, dan Soft Pudding. Yeey, asyik banget, kan? Tapi untuk saat ini menu Soft Pudding baru ada di wilayah Jabodetabek aja, ya.

Bocoran lagi nih ya, dan please jangan disimpan jadi rahasia,"Tiga sajian baru ini sudah dapat dinikmati mulai Maret 2017 di seluruh gerai HokBen di Jabodetabek, Jawa dan Bali. Harganya? Cuma berkisar Rp. 16.000,- sampai Rp. 18.000,- Ini sudah termasuk pajak, loh! Murahnyaaa!"

Pasti mau tahu lebih lanjut mengenai menu baru ini, kan? Penasaran yaaa? Yuk yuk ah dilanjut!

1. Sakana Sticks 


Sakana sticks adalah nuget yang berasal dari produk olahan ikan air tawar, dibalur dengan tepung khas HokBen, berbentuk sticks. Sakana Sticks ini memiliki 2 rasa pilihan rasa, loh! Ada Sakana Sticks Original dan Sakana Sticks dengan taburan Nori/ Seaweed. 

Hati-hati loh gaes, dua rasa ini bikin ketagihan, jadi ingin makan dan makan lagi! Tangan nggak akan berhenti mengambil, mulut nggak akan berhenti mengunyah. Pokoknya sakana sticks benar-benar bakal bikin sibuk saat bersantai.

Di atas itu penampakan seporsi Sakana Sticks dengan taburan Nori/ Seaweed, dan seporsi Sakana Sakana Sticks Original.                                         

2. Ocha Lychee Tea


Ocha Lychee Tea adalah minuman segar dengan butiran nata de coco. Ocha Lychee Tea adalah pengembangan dari ocha (teh hijau), minuman sehat yang menyegarkan.

Ocha Lychee tea cocok banget jadi minuman penyegar saat mengobrol, berdiskusi, dengan teman, kerabat, atau dengan siapa pun. Kalau pun sedang sendirian, minuman ini juga cocok kok menemani. Segarnya itu loh bikin badan dan pikiran jadi 'cling'!

3. Soft Pudding



Nah ini varian baru pudding Hokben! Ada 2 rasa yang nikmat banget, apalagi ditambah dengan tekstur lembutnya! Rasa mangga, dan rasa taro. Ini penutup santapan yang asik!

Eeh jangan salah, makan soft pudding ini bukan cuma untuk penutup, tapi juga asik untuk mengisi waktu ngobrol, loh! Nongkrong santai sambil iseng asyik makan pudding tuh bikin suasana hati jadi makin soft!

Nah gaes, itu tadi kan 3 menu barunya HokBen, ya. Tiga menu baru tadi itu memang memperkuat kategori menu snack HokBen. Jangan lupakan menu-menu yang sebelumnya sudah terkenal di HokBen, ya.

Sebenarnya apa aja sih menu terkenalnya HokBen sejak lama?

Banyaaak, banyaaak! Di kategori menu snack HokBen saat ini dikenal TOKYO BITES. Di kategori DESSERT ada beberapa pilihan juga. 

Aaargh, penasaran lagi ya, ingin tahu yaa?

TOKYO BITES
Apa aja tuuh? Takoyaki, Tori Popcorn, Shumami Furai & Shumai Steam.

Takoyaki 



Takoyaki adalah makanan khas asal daerah Kansai, Jepang. berbentuk bola-bola kecil dengan diameter sekitar 3-5 cm, dibuat dari adonan tepung terigu yang diisi dengan potongan bayi gurita di dalamnya.

Rasanya? Kenyal, gurih, lezato bangeto! Satu porsi takoyaki berisi 3 pcs takoyaki yang pastinya bikin ketagihan deh pokoknya.

Tori Popcorn

adalah p
otongan dada ayam tanpa lemak berlapis tepung dan dimasak dengan metode Deep Frying Oil. 
Crunchy, lezatos! Benar-benar camilan yang menyehatkan, gaes.

Shumai Furai


Shumai Furai adalah produk olahan udang dan ayam yang dibungkus dengan kulit pangsit dan dimasak dengan metode Deep Frying Oil. Satu porsinya berisi 3 pcs, dan ini enak banget! Kulitnya renyah, isinya lembut. Menggoda bangeeet! Dicocol ke saos atau pun nggak dicocol, tetap yummy!

Shumai Steam


Shumai Steam adalah produk olahan udang dan ayam yang dibungkus dengan kulit pangsit dan dimasak dengan metode kukus. Satu porsinya berisi 3 pcs, dan jangan lewatkan snack ini! Di lidah terasa lembut dan memenuhi mulut!
Rasanya? Kenyal, gurih, lezato bangeto! Satu porsi takoyaki berisi 3 pcs takoyaki yang pastinya bikin ketagihan deh pokoknya.

DESSERT
Dessert terkenal di HokBen ada banyak. Es Ogura, Es Sarang Burung, Kakigori, Soft Caramel Pudding dan Chocolate Pudding. Semua ini jadi favorite konsumen HokBen, loh!

Es Ogura 


Es kacang merah yang disajikan dengan air gula, santan dan es serut sebagai penutup. Menyegarkan sekali. Apalagi karena kacang merah itu kaya akan pati, protein dan serat makanan,  juga merupakan sumber zat besi, potassium, selenium, molybdenum, thiamine, vit B6, dan asam folat yang sempurna.

Es Sarang Burung




Komposisi es sarang burung adalah agar-agar dan buah kelengkeng yang disajikan dengan air gula serta es serut sebagai makanan penutup. Rasanya suwegeeer banget! Wajib dicoba, gaes!

Kakigori



Ini adalah Japanesse Ice Shaved Dessert, es serutnya Jepang. Bentuknya lucu, dan yuk, coba yuk! Sambil ngobrol minum es serut ini pasti obrolan tambah asik!

Soft Caramel Pudding


Puding lembut dengan saus karamel spesial. Cocok sebagai teman bersantai saat berkumpul dengan teman, pacar, atau keluarga.

Chocolate Pudding


Puding dengan aroma dan rasa coklat. Horree! Ini cokelatnya terasa banget! Jangan sampai lewatkan pudding ini, gaes!

So, jangan pernah pikir 2 kali untuk nongkrong di mana gituh. HokBen tempatnya!

Yuk nongkrong di HokBen, yuk!



####




Monday, 13 March 2017

BAHAGIA ITU SEDERHANA DAN BELANJA KE WARUNG

“Ka, mau ga ke warung belanja?” Tanyaku pada Ngka kecil kelas 2 SD.

“Mau, Ma!”

“Belanja kayak Mama kalau ke supermarket tiap bulan itu loh. Mau, ga?”

“Ngka ga bisa, Ma.”

“Suka ikut Mama ke warung, sama ke supermarket, kan?”

“Iyah.” Dianggukannya kepala dengan keras.

“Berani ga, Ngka sekarang belanja sendiri, mau?”

“Bilangnya gimana?”

“Mama tulis surat untuk tantenya.”

“Mau.”

“Berani?”

“Berani.”

Ini pertama kali Ngka kukenalkan bagaimana berbelanja sendirian, membeli beberapa item kebutuhan rumah sehari-hari. Bukan belanja ke supermarket atau minimarket, tapi ke warung dekat rumah, warung Freddy (disebut begitu karena nama anak pemilik warung bernama Freddy). Pemilik warung pun sudah mengenal kami dengan baik.

Kutuliskan dafttar belanja yang harus dibeli, berikut jumlah uang yang dibawa Ngka, berikut pesan untuk pemilik.

Ci’, tolong anakku mau beli ini: Pasta gigi (merk tertulis), sabun (merk tertulis), shampo (merk tertulis), deterjen (merk tertulis). Harganya tolong ditulis, ya Ci’, juga jumlah kembaliannya. Belanjaannya taruh aja di ranselnya. Makasih ya Ci’.

“Nanti sampai di warung Freddy, kasih ini ke tantenya, ya. Uangnya juga.” Pesanku pada Ngka.

Riang sekali wajah Ngka saat kuberikan uang, kertas pesan untuk warung Freddy. Dan bertambah ceria waktu kubantu memakai ransel, kacamata hitam, dan topi.

“Ranselnya untuk apa, Ma?”

“Nanti belanjaannya taruuh di ransel aja. Jadi ga cape. Kalau bawa pakai tas plastik, pasti sakit tangannya bawa berat begitu.”

Ngka mengangguk.

“Hati-hati, ya.”

“Daah mama..!”

Ngka berangkat dengan langkah gagah. Tersenyum mengantar, lalu melihatnya semakin jauh.
Ga lama kemudian Ngka pulang. 

”Mamaaa..!” 

Aku yang sedang menjemur pakaian di teras menyambutnya dengan senyum.

“Mama, ini belanjaannya! Ngka dikasih permen dong. Tadi tantenya kasih ini.” Dijulurkannya lidah yang berisi permen.

“Waah, asyik banget! Eh, anak Mama hebat banget udah bisa belanja, loh!”

Kubantu melepas ransel, mengambil kertas berisi pesan, dan uang kembalian dari dalam tas. Daftar belanja sudah diisi harga, dan ditulis total pembelian, juga jumlah uang kembalian.
Ngka sibuk mengeluarkan isi ransel. Satu persatu barang belanjaan diletakkan di meja.

“Kata tantenya, Ngka pinter udah bantuin Mama, terus tantenya ngasih permen.”

“Tadi waktu sampai warung, Ngka bilang apa?”

“Tante, beli ini. Ini dari Mama. Ngka kasih surat sama uangnya. Tantenya ambilin belanjaan, habis itu bilang gini, ranselnya sini, diisi belanjaan, gitu Ma. Terus katanya, udah ya, hati-hati, salam untuk Mama.”

“Pinternya annak Mama. Yuk sekarang kita lihat belanja apa aja, habis uang berapa, kembali uangnya berapa.”

Ngka, dan aku pun sibuk menghitung total belanjaan, serta uang kembalian. Belajar berbelanja, belajar menghitung. Ngka senang, ga merasa sedang belajar, padahal sedang belajar berhitung, belajar berbelanja, juga belajar berani.

“Ma, besok Ngka belanja lagi, ya?”


Yes, berhasil! 

Tuesday, 17 January 2017

BAHAGIA ITU SEDERHANA DAN PEDE, PERCAYA DIRI

Anak bungsuku diserang virus ga pede. Virus ini lebih bahaya dibanding virus-virus lain yang bisa menyebabkan autoimunnya bangkit lagi. Ga pede menyebabkan anakku jadi lebih tertutup (introvert). Keceriaannya, hanya ada di rumah, hanya untuk kami, tapi ga untuk yang lain. Ga ada ceria saat berumpul dengan orang lain. Yng ada hanya seorang Pin yang duduk diam, pemalu. Padahal kutau pasti bahwa Pink bukan anak pemalu!

Aku selalu mengajak Pink pergi setiap ada acara setelah kutahu bahwa kondisi kesehatannya membaik. Di acara-acara tersebut Pink hanya diam. Ga bergerak! Laksana patung! Bersuara hanya jika kuajak bicara. Itu pun dengan suara lemah. Pink lenyap ditelan kesendiriannya di tengah keramaian. Betapa ini membuatku mulai pasang strategi untuk membangkitkan percaya dirinya.
Undangan cooking class kudapat dari sebuah merk elektronik terkenal. Diadakan di sebuah pusat perbelanjaan dekat rumah. Yuhuuu, siapa menolak? Aku langsung menjawab undangan tersebut, dengan syarat aku boleh membawa anakku Pink. Dan yuhu lagi, Pink diijinkan ikut! Siapa yang ga bersorak-sorak gembira kalau begini? Akuu yang sdang merancang strategi pembangunan percaya diri untuk Pink, rasanya ingin meloncat-loncat karena bahagia! Pink kuberitahu acara itu, dan kutambahkan,”Nanti kamu fotoin Mama, ya? Mama ikutan lomba memasaknya, loh!” Jawaban Pink ga terdengar di telingaku, tapi kulihat mulutnya membentuk kerucut. Manyun! Tapi aku cuma tertawa saja membalas ke-manyun-an mulutnya.

Yeah, tiba juga hari cooking class! Sejak awal Pink terlihat agak  malas-malasan. Sewaktu berangkat pun tak terdengar suaranya. Cuma ada manyun, dan manyun yang terlihat di wajahnya. Aku ga pedulikan itu. Biar saja manyun, itu kan mulutnya sendiri. Tekad cuma satu, membangun percaya dirinya.

Aku meminta Pink memotret saat lomba memasak. Langkahnya terlihat berat, malas! Wajahnya tetap saja manyun! Hanya saat kuminta seorang panitia memotret aku dan Pink saja wajahnya berubah tersenyum. Tapi sesudah itu, puuh, ga ada senyum sedikit pun!

“Pink, difoto tuh chefnya.” Kataku.

“Hmm.” Berat hati dia memotret sang chef.

Lomba memasak selesai, jelas dan pasti sekali aku ga menang! Ya iyalah, emak yang ini ga pintar memasak! Tujuanku bukan untuk lomba, tapi membangkitkan percaya diri Pink. Haha, ini alasan terbaikku. Pink menertawai saat tahu aku ga menang. Bahagia sekali melihat wajahnya ga diisi mulut manyun! Ketidak menangan adalah kebahagiaanku waktu itu.

Sebelum acara ditutup, seorang panitia meminta Pink maju. Kuis mudah harus dijawab Pink. Tapi Pink ga beranjak sama sekali dari tempat duduknya! Menggeleng dengan keras! 

Aku berkata padanya,”Ayo Nduk, maju.” 

Pink semakin melekat di kursi! Okelah, aku ga memaksanya.

Acara selesai, kuajak Pink berkeiling pusat perbelanjaan itu. Sambil santai aku berkata padanya,”Kalau tadi maju, kamu bisa beli ini itu, itu, dan itu tuh! Kan kalau tadi maju, menjawab kuis, dapat voucher.” Aku berpura-pura ga melihat raut wajahnya yang terlihat hampir menangis. “Nduk, kalau kamu masih bersikap kayak begini, ga merasa percaya diri, Mama ga akan ajak kamu kemana pun kalau Mama ada acara. Mama ga mau bikin kamu stress karena harus sedikit tampil ga mempedulikan keberadaan orang lain. Mama pergi sendiri aja. Ga percaya diri itu bikin ga maju, loh. Tadi ga maju juga karena ga percaya diri. Kamu kan cantik, pintar, apa yang bikin ga percaya diri? Anak Mama hebat, masa ga percaya diri? Ga percaya diri tuh ga bersyukur ke Tuhan. Tuhan beri hal terindah untuk kita semua. Masih ga pede? Ya silakan. Tuhan pasti kecewa karena ternyata pemberianNYA ga bikin kamu bersyukur.” Pink hanya diam. Sesampai di rumah pun hanya diam.

Waktu berlalu, ada ajakan untuk ikut sebuah acara lagi. 

“Pink, mau ikut Mama ga? Mama ada acara nih.” 

Pink mengangguk. 

“Pede, ga?” Jawaban Pink,”Pede dong!”

Hari H tiba, di acara itu Pink terlihat menikmati. Memotret kegiatanku, bahkan memvideokan! Pink lincah bergerak. Ga disangka-sangka, dia ditunjuk oleh pembawa acara untuk maju menjawab kuis, Pink maju! Great! Dengan wajah ceria yang masih terlihat agak malu-malu, dia menjawab. 

Pulang ke rumah ada senyuman di wajah Pink, dan ada hadiah dalam tas, hasil menjawab kuis. Dan ada kebahagiaan berlimpah di hatiku.



Thursday, 12 January 2017

PAWON IBU SRI, Cita Rasa "Njawani Banget"

Gue, emak yang ga jago masak, tapi jago makan *lihatlah kebuncitanku!*, gue suka masakan Jawa. Masakan Jawa tuh unik dan syedap nikmat syalalala untuk lidah gue. Tapi susah ya dapat cita rasa Njawani Banget di sini. Selalu saja kecewa saat mencoba di sana dan di situ, yang katanya gembar-gembornya sih,"Masakan Jawa." Geregetan banget kan sewaktu berharap dapat cita rasa yang sesuai dengan keinginan, eh tahunya jauh banget dari rasa Njawani!

Sampai akhirnya seorang sahabat mengenalkan masakannya ke lidah gue. Yay, ini njawani banget! Gue makan sayur rebung urang pete, plus botok udang. Yummy! Ini rasa yang gue cari! Rasa yang "Njawani Banget"! Rasa ke-Jawa-an yang melekat di lidah membuat lupa bahwa gue tinggal jauh dari daerah Jawa.

Melihat penampakannya aja udah bikin ngeces, ngiler, apalah-apalah namanya. Apalagi saat makan! Wua, mantap!

"Sayur Rebung Urang" yang bikin gue lupa timbangan :D

"Botok Udang" yang bikin ketagihan!

Sayur rebung urangnya terasa gurih, udangnya ga 'sendirian', alias banyak udangnya di setiap porsinya. Dan yes, yes, yes, ada petainya! Ini yuhu cihui banget! Wanginya menggoda, dan saat masuk mulut, rasanya bikin merem melek.

Bagaimana dengan si Botok Udang? Kelapa parutnya lembut, bumbunya amat terasa di lidah, kemangi dan udangnya membuat gue ga ingin berhenti mengunyah.

Kemarin gue makan berempat. Gue, Ngka, Esa, Pink. Kami makan dengan semangat membara! Nah ini, ada satu hal yang bikin gue ga percaya pada penglihatan, saat Esa (anak nomor 2) ikutan makan. Hey, kan Esa ga suka banget sama udang dan petai! Tapi eladalah, dua masakan itu lahap disantapnya! Bisa terbayang kan hebohnya makan kemarin? Terbayang kan enaknya?

Dan heyhey, ternyata ada banyak pilihan menu! Dan semuanya benar-benar dengan cita rasa "Njawani Banget".
- Ayam Ungkep
- Ayam Bakar
- Ayam Goreng Serundeng
- Sambel Goreng
- Kering Tempe
- Tahu/ Tempe Bacem
- Sayur Rebung Urang
- Urap
- Perkedel Kentang
- Botok Tahu
- Botok Pindang
- Botok Petet (Pete Cina)
- Botok Udang

Ini masakannya siapa sih?










Minimum order 20 buah. Ga usah takut harga mahal. Harga terjangkau, rasa mewah yang "Njawani Banget".

Jadi, arisan bulan depan ga usah bingung mau menghidangkan apa. Pesan aja di:

PAWON IBU SRI
Sri Kusmiati
0815 951 8543
Menerima pesanan nasi kotak & tumpeng 
untuk berbagai acara dengan cita rasa "Njawani Banget"
Jl. AMD XII RT. 04 RW. 02 No. 39
Makasar
Jakarta Timur









Wednesday, 11 January 2017

Menikah (Lagi?)

Dalam beberapa hari ini gue mendapat pertanyaan,"Kapan akan menikah lagi?" Ufh, ini membuat gue sedikit nyengir, sedikit tertawa, dan banyak gedeg *hihi.

Kenapa sih pertanyaan itu selalu ada? Dikira enak ya mendapat pertanyaan seperti itu terus menerus? Trus gue harus menjawab terus menerus? *Mulai deh baper.

Sembilan tahun jadi single mom, kenapa kok ga menikah? Alasannya apa kok ga menikah lagi sampai sekarang?
Plis deh ya, gue ga harus menjawab itu semua, kan? Memangnya harus gue uraikan panjang, lebar, keliling, tentang ke-single-an ini?

Saat gue sendiri, itu bukan berarti gue sendirian. Ada tiga kekasih menemani gue. Ngka, Esa, Pink! Mereka setia mendampingi gue dalam setiap kejadian hidup. Dalam air mata, dalam senyum, mereka selalu ada. Tulus mendampingi.

Saat gue terlihat tanpa pasangan, sekitar (walau bisik-bisik) waspada, khawatir gue 'mengganggu' stabilitas rumah tangga mereka. Cape deh! Pengen banget tepak jidat tuh orang satu per satu!

Saat ada yang dekat dengan gue, sekitar (tetap bisik-bisik) menggosip, mengintip, ngapain aja tuh single mom di situ. Cape lagi, deh! Pengen banget tepak berulang-ulang jidat mereka ramai-ramai!

Dan setiap saat tetap ada pertanyaan,"Kapan menikah lagi? Ada niat menikah lagikah?" Lagi-lagi, cape deh.

Bersyukur gue bisa menjadi single mom dan bisa berkumpul dengan tiga kekasih, tanpa harus terpisah. Saling menguatkan, saling menenangkan, saling mengerti.

Hello semua, menikah bukan hal yang mudah. Bukan berarti sekali ketemu lelaki, langsung gue seret ajak menikah. Plis deh ya, justru karena gue single mom, banyak yang harus dipertimbangkan. Terutama mempertimbangkan tentang tiga kekasih.

Hello semua, menikah itu butuh dua orang, bukan cuma gue sendirian. Kalau sendirian tuh namanya bukanmenikah, tapi mencuci. Ya ga sih, ga perlu dua orang kalau nyuci, sih. Sendiri juga cukup. Tapi kalau menikah? Dua, dua! Dan berpasangan, laki-laki vs perempuan. Lah ini, gue sendirian, ya. Mana laki-lakinya? Haha, kan jadi aneh, kan. Gimana ga aneh, gue sendirian di pelaminan, dan cuma nama gue sendiri yang ada di undangan.

Hello, plis jangan suka menyanyakan hal ini ke siapa pun yang statusnya belum menikah (lagi). Karena terkadang rasanya ga enak.

Ini cuma sekadar uneg-uneg aja, sih. Kalau masih mau bertanya ke gue, ya silakan, paling gue jawab dengan sedikit senyum, sedikit tawa, dan banyak gedeg. Hihihi.

Salam Penuh Kasih,

Nitaninit Kasapink



Tuesday, 10 January 2017

KEDAI MAMPIR DOELOE, Pilihan Nongkrong Asyik Di Bekasi

Gaes, mau mengenalkan tempat nongkrong asyik di daerah Bekasi, nih. Malam Sabtu yang lalu, kami sekeluarga ke sana. Awalnya gue mendapat info dari seorang sahabat. Saat datang, gue lihat tempatnya memang keren. Tapi please deh, ini tempat nongkrong, makan, ga bisa percaya begitu aja kalau cuma melihat. Ya ga, sih?

Akhirnya triing, kami ke sana!

Wah, lahan parkirnya luas, jadi ga ribet parkir. Ada pilihan duduk di kursi, atau lesehan. Yuhuu, dengan riang gembira anak-anak gue melesehkan diri. Santai. Pepohonan hijau terlihat meneduhkan.

Lahan parkir luas!



Santai lesehan, gaes


Ternyata konsumen di sana ga cuma keluarga aja. Ada anak-anak muda (berasa banget gue sudah tua) yang seseruan ulang tahun, dan ada juga tuh yang terlihat serius, sepertinya sih bincang bisnis. Jadi terpikir mau ajak teman-teman ke sana, deh. Eh iya, ajak ibu-ibu arisan, ah. Kalau kocok arisan kan juga bisa nih di sini! Ah mak, keren! Di seberang gue, ada seorang yang membuka laptop, sibuk mengetik (pasti pakai fasilitas wifi gratisnya, nih). Anak-anak gue ngegames menggunakan fasilitas wifi gratis juga. "Hemat paket data, Ma," kata anak-anak sambil nyengir. Sedangkan gue menikmati hiburan music tv channel. Suasana ga sunyi senyap, tapi juga ga bising.

Waktu gue ke belakang mau cuci tangan di wastafel, ada beberapa orang sedang shalat Isya. Iya, yang mau menunaikan sholat ga perlu bingung, karena tempat ini memiliki mushola sendiri. Dan jelas terawat, bersih. Disediakan sajadah, dan perlengkapan sholat.

Oh iya, ada lagi nih yang penting banget, mengenai toilet. Bersih, gaes. Ada toilet duduk, dan ada toilet jongkok.

Pilihan menunya juga benar-benar komplit, loh. Ada mie goreng dengan banyak pilihan, kwetiaw dengan banyak pilihan, ayam dengan banyak pilihan, bebek dengan banyak pilihan, nasi goreng pun dengan banyak pilihan, ikan bawal, ikan nila, sup ikan nila, sayur ada beberapa menu, lauk, nasi. Ada menu menu paket nongkrong, Nasi Bebek. Bisa dilihat di foto bawah ini, deh. 
Menunya bukan cuma sekadar komplit, tapi rasanya memang mak nyus! 





Minumannya juga banyak pilihan. Selain jus, ada minuman kemasan, kopi, juga ada minuman tradisional, loh! Kunyit asem es, kunyit asem hangat, beras kencur, jahe susu panas, sakoteng, bandrek, bajigur! Suwegeer! Jarang-jarang loh ada menu pilihan minuman tradisional gini. 

Kalau waktu itu sih gue  memesan kopi hitam. Ada pilihan kopi yang lain, tapi mau gimana lagi ya, gue lebih suka kopi hitam pahit, dan yes, ada tuh di menu pilihan minuman. Selain itu memesan es teh tawar, es teh manis. Mau order minuman lagi, perut sudah kelabakan kenyang. Hahaha!



Ada lagi nih yang bikin tambah gereget. Ada sudut camilan zaman doeloe alias jadoel. Gue seneng banget tuh bisa menemukan lagi camilan waktu gue kecil!

Camilan kenangan jadoel


Baidewei, pasti ada pertanyaan,"Gimana dengan harga?" Ini gila, gila banget, harga di kisaran 20k itu untuk makanan yang nikmat, endes, ditambah tempat yang nyaman. Harga segitu tuh terjangkau banget! 

Penasaran ya, lokasinya gimana? Susah dijangkau atau ga? 
*Mudah dijangkau!

Tambah penasaran, ya? Di mana, di mana?
*Di sini, loh.

Kedai Mampir Doeloe
Jl. Pahlawan 27A
Duren Jaya
Bekasi Timur 17111

Segera ke sana, deh. Kedai Mampir Doeloe jadikan tempat tujuan, bukan sekadar mampir.

"Ma, malam Minggu besok ke sini lagi, ya?"

Dan jawaban gue adalah,"Kemooon, oke banget!"

Tahu ga, tempat ini akhirnya jadi pilihan favorit keluarga kami. 


Yuk mariii!







Tuesday, 3 January 2017

Hari Ini Tanpa Khawatir, Tanpa Cemas

Yes, selamat datang hari ini. Hari yang mungkin saja dikhawatirkan oleh kemarin. Ya, ada saja kekhawatiran tentang hari esok. Entah mengenai keuangan, hubungan dengan siapa-siapalah itu, atau bisa juga khawatir tentang anak.

Terkadang gue juga dihinggapi rasa khawatir. Dan tahu ga menyebabkan apa? Khawatir, cemas, trus stress deh. Ish, ga enak banget merasakan stress! Deg-degan, nangis ga jelas juntrungannya, dan jelas bikin pusing! Ga enak banget, ga nyaman banget.

Biasanya sih gue berusaha untuk menghilangkan khawatir dengan,"Ok, GUSTI, ini bagianMU." Hihi, kelihatannya curang ya, pas bagian yang stress-stress kasihkan aja ke GUSTI. Lah tapi bukankah sudah seharusnya begitu? Mengembalikan pada yang Empunya Rencana.

Trus sekarang gue ga punya khawatir sama sekali, gitu? Hihi, nop. Bukan begitu. Kan tadi gue bilang, berusaha. So, tetap sih sesekali muncul kekhawatiran. Tapi langsung aja gue 'gebrak' diri sendiri,"Bukan bagian lo, Nit! Itu bagianNYA."

Khawatir, cemas, bukan bagian gue, itu yang gue percaya, GUSTI memberi pertolongan di titik yang pas menurutNYA, memberikan yang dibutuhkan menurutNYA. See, menurutNYA loh ya, bukan menurut kita. Ya sih suka-suka beda antara pas menurut kita dan pas menurutNYA. Tapi gue percaya, GUSTI tahu yang terbaik.

Jujur sih awalnya gini, gue kan percaya bahwa GUSTI melindungi sebaik-baik perlindungan. Dan pernah di satu saat sekitar tahun 2007 - 2008, gue dihadapkan pada kasus: GUE BUNUH LO DAN TIGA ANAK LO!
Der! Gila, mampus, gue takut! Gue ga takut berhadapan dengan lelaki brutal dengan tinggi 180 cm. Gue ga takut harus berkelahi dengan lelaki yang jago taekwondo! Tapi gue takut, cemas, khawatir, meninggalkan anak-anak, tiga kekasih. Ya GUSTI, lindungi tiga kekasihku.

Saat itu gue ga menangis, tapi langsung cabut ke kantor polisi, bikin laporan bla bla bla. But you know apa yang terjadi? Orang itu masih sliweran di depan mata gue! GUSTI, apa-apaan ini?

Lalu gue mengurus pindah sekolah untuk tiga kekasih, sekaligus asrama. Karena gue pikir, pastilah aman. Ya dong aman, kan sewaktu gue bekerja (saat itu gue sudah menjadi singlemom), anak-anak ada di asrama. Lagipula, tempat baru jauh dari rumah, jauh dari sekolah asal. Beres, semua clear!

Hingga di malam hari gue berkata pada Sang Empunya Hidup, GUSTI,"GUSTI, aku ga mau tidur malam ini. Aku mau ngobrol denganMU." Yes, gue bergadang, sibuk bicara padaNYA. Menceritakan segala hal yang dihadapi, yang terjadi. Lalu ini yang terjadi. Gue menangis sejadi-jadinya! Kenapa? Karena saat gue sedang menceritakan kecemasan, kekhawatiran, ada jawaban yang menohok sekali,"Percaya padaKU, bukan percaya pada manusia. Kalau percaya padaKU, kenapa kamu masih saja takut?" Sumpah seperti ditampar!

Akhirnya anak-anak ga jadi pindah sekolah, ga jadi masuk asrama.

"Kamu takut ga dibunuh?"
Jawaban tiga kekasih yang saat itu masih kecil-kecil,"Ga!"

GUSTI, aku salah. Ampuni aku!
Yes, ga ada yang bisa membunuh gue, atau anak-anak gue, kalau GUSTI ga mengijinkan.

Sejak saat itu gue jadi malu kalau khawatir, cemas. Malu banget ke GUSTI. Setiap khawatir, cemas, buru-buru deh berdoa minta ampun. Krisis iman, itu menurut gue. Percaya bukan cuma di mulut, tapi dari hati.

Sampai saat ini gue masih tetap belajar untuk berusaha benar-benar, sungguh-sungguh, percaya dari hati, yang berarti membuang cemas dan khawatir.

Oh iya, tentang si orang tinggi gede itu yang mengancam membunuh gue dan anak-anak, akhirnya terkapar di jalanan depan rumahnya. Mau tahu kenapa? Gue ajak berkelahi, setelah itu dia menghilang. Ini cerita gue sesungguhnya, bukan fiksi.

Salam Penuh Kasih,
Nitaninit Kasapink