Skip to main content

Posts

error berkata padamu,"tentang hidup..."

dalam senyum yang bercahaya tak pernah kamu menyangkanya ada yang luruh kering tak berdaya dalam senyum yang hidup tak pernah kamu tahu ada yang terkulai layu dan hampir mati dan karena senyum, hidup pun bercahaya yang luruh kering tak berdaya terkulai layu, dan hampir mati tetap bisa berbinar melangkah dengan kepastian masih bisa terus bertahan dan  tetap tersenyum dan  tetap tertawa

error berpuisi,"untuk bulan..."

bulan... ku duduk di sini menunggu kamu hadir dengan smua rindu yg kita punya... cuma kita yg tau... swaktu hadirmu membawa rindu yg tak bisa dihitung... kita tersenyum bertukar kerinduan kita merindu bertukar senyuman bulan... hadirmu kadang dalam pesan lewat angin yg berlalu... tp sanggup membuat senyum dalam jiwa terus mengembang... sanggup membuat tembang dlm hati terus melantun... bulan... ku disini membaca pesan kerinduanmu... dan mengirim pesan rinduku... bulan... ku tetap di sini,menunggu hadirmu di mataku...

error berpuisi,"malam, bulan, dan hujan"

malam,bulan,dan hujan... ada di dalam hati dengan ceritanya sendiri... aku mencintai malam dengan heningnya aku mencintai bulan dengan sederhana senyum kecilnya dan aku mencintai hujan dengan tawa cerianya yang jatuh ke bumi malam,bulan,dan hujan... ada harap kecil dalam hati... ketiganya hadir bersamaan untuk ku dengan cinta yang tak tergantikan... malam,bulan,dan hujan... aku merindumu... #tadi kudengar suara bulan memanggilku lewat angin...sejenak,tapi membahagiakanku amat sangat...

error berpuisi,"untukmu yang tak pernah ada..."

pernah aku berjalan mencarimu... dalam kesendirian dalam sebongkah harapan dan terus berjalan tanpa pernah berhenti langkahkan kaki dan terus menancapkan jejak di setiap inci yang kulewati hanya karenamu dan hanya untukmu dan akhirnya aku terhenyak kamu tak pernah ada sedangkan ujung kehidupan ada di hadapanku sedangkan akhir perjalanan ada di sini dan akhirnya aku terdiam tak bergerak duduk di sini di ujung pengharapan kehidupanku ya,kamu tak pernah ada lalu... kuistirahatkan langkahku kuistirahatkan seluruh denyut hidupku kamu tak pernah ada kembali aku pada realita dan imaji tentangmu lenyap bertahun silam sejak kamu masih ada di sampingku... sayang,tak pernah ada aku dalam benakmu hingga akhirnya kuputuskan mematikan rasa tentangmu walau sebenarnya ternyata masih berdegup rasa untukmu...

error berpuisi,"Mencarimu..."

mencarimu, tapi tetap tak menemukanmu karena dalam hatiku aku hanya ingin mencari tanpa ingin pernah menemukanmu sampai kapanpun... karena ternyata lebih indah sewaktu mencarimu dibanding sewaktu kumenemukanmu...

error berpuisi,"Tentang..."

terbayangkan betapa manis hal yang ada ketika kita saling mengerti... bersama melangkah bersisian bergandengan tangan saling bercerita dan melempar senyum saling menguatkan saling menghangatkan terbayang betapa indahnya ketika kita saling berbagi... bersama dalam suka bersama dalam ceria bersama dalam pelangi kehidupan dan tak terbayangkan ternyata langkah ini tak searah senyum ini tak berbalas tangan ini mennggenggam tanganku sendiri suka ini punyaku sendiri ceria ini cuma bagiku sendiri dan pelangi kehidupan ini cuma aku yang tahu... tak ada kita yang ada cuma kamu cuma aku dan aku cuma bisa memandangmu dalam rasaku sendiri...

error,"Cerita Er" # bagian 1

Pernahkah kamu masuk ke alam lain? Melewati lorong berputar lalu terjerembab jatuh ke dunia yang berbeda. Penghuninya berbeda denganmu juga berbeda denganku. Mereka menyeramkan, dan sungguh menakutkan. Dan pernahkah melihat penampakkan yang menakutkan? Sungguh, ini pengalaman yang menakutkan bagiku. Namaku Er, dan pengalaman ini kualami berpuluh tahun lamanya. Setiap aku mulai lelah dan mulai merasa akan jatuh lelap, sesaat memejamkan mata kulihat banyak titik-titik cahaya kecil yang didominasi warna ungu, lalu aku merasa masuk ke dalam lorong berputar yang menarikku masuk ke dalamnya, dan makin masuk. Setelah berputar seperti pakaian dalam mesin cuci, tiba-tiba aku berada di dunia yang berbeda. Hanya gelap yang terlihat, tapi penghuni di sana padat. Menyeramkan, tapi aku tak bisa lepas dari sana, dan terus masuk, terus berjalan, bertemu dengan segala macam bentuk mereka yang sungguh membuatku ingin kabur dari sana, tapi tak bisa! Entah siapa mereka it...