Ada banyak teman yang menganggap aku seorang pemberani untuk melihat sosok-sosok tak nyata, sosok-sosok dari dunia yang berbeda. Itu karena mereka tahu tentang aku yang memang kebetulan bisa melihat dan merasakan kehadiran mereka Tapi sesungguhnya, aku takut, sama seperti kalian, tidak berani untuk melihatnya. Cuma mau bagaimana lagi, kenyataannya aku melihat, tanpa bisa menghindar. Semalam ketika aku sedang di luar pagar rumah, aku merasa ada Pink, putri bungsuku berdiri di sebelahku. Sama-sama diam, sama-sama tanpa kata-kata. Bukan hal yang aneh kan? Tapi sewaktu menoleh ke kanan, Pink tidak ada. Dia sedang di ruang tamu, asyik nge-games. Cuma heran karena pink sudah mengganti kausnya. Pink mengenakan kaus berwarna pink, sedangkan tadi mengenakan kaus berwarna cokelat. "Nduk, kamu ganti kaus?", tanyaku pada Pink. "Ga, Ma", jawab Pink dengan tetap asyik nge-games. "Tadi kamu pakai kaus cokelat". "Mama, dari tad...