Skip to main content

error,"Cinta kasih dan bully".

Sebuah lagu dari masa kanak-kanak masih terpatri di ingatan dan kenangan, tentang kasih ibu yang tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. Seorang ibu memancarkan kasih yang lembut, melindungi. Ibu tidak akan menyakiti seorang anak, baik fisik mau pun psikis. Begitu mulianya seorang ibu. Begitu damainya bersama ibu. Ibu memberi indah dan kebahagiaan pada anak.

Tapi banyak juga kenyataan kasus per kasus yang berbeda dengan hal itu, tentang seorang ibu yang seharusnya lembut, mengasihi dengan cinta yang luar biasa, mendamaikan hati, menggebyarkan hidup dengan kebahagiaan yang penuh. Seorang ibu memukul anaknya, memaki anaknya, membimbing anak dengan penuh kemarahan, mengajari anak tanpa kasih. Makna seorang ibu menjadi buram, kusam, hilang... Ibu tak lagi mendamaikan, tak lagi penuh cinta kasih. Yang menyedihkan, ibu tak menyadari sedang membentuk pribadi anak, terekam hingga dewasa. Lalu sang anak yang dewasa tak menyadari bahwa dia pun sudah menjadi 'ibu'. Perlakuan dan penyikapan terhadap kejadian yang berhubungan dengan anak, terjadi lagi. Rantai tanpa kasih ini terus menerus menjadi semakin rumit.

Ga cuma sekali gue mendengar seorang ibu membentak anaknya hanya karena sebuah kesalahan kecil, dan malah seringkali bukan karena sebuah kesalahan. Loh kok bisa? Iya, cuma untuk meminta anaknya mandi, diucaplah nada memerintah, berteriak. Mungkin terlihat sepele, padahal yang 'sepele' itu pun membentuk pribadi anak. Menurut gue, itu sebenarnya bentuk pengenalan di-bully pertama pada anak, tapi orangtua ga merasa bahwa sedang mem-bully, alih-alih bahwa itu bagian pengajaran disiplin, pengajaran penuh ketegasan untuk anak.

Ga adil ya, gue cuma menyorot tentang Ibu? Bapak juga banyak kok yang seperti itu. Tapi memang gue cuma ingin menyorot ibu aja, karena lagu masa kecil itu, yang indah banget tentang kasih seorang ibu, dan gue seorang ibu dari Ngka, Esa, dan Pink. Gue bukan seorang yang lembut, tapi gue ga mau mengasari anak, apalagi dengan alih-alih pelajaran disiplin. Semua berpulang pada diri sendiri, hendak membentuk anak seperti apa dengan cara bagaimana.

Mengasihi dan mencintai, adalah hal indah yang semua orang dambakan. Anak, tentunya juga mendambakan itu. Dan kasih, cinta, ga akan menyakiti siapa pun, tapi pasti mendamaikan. Gue rasa, membentak bukan bagian dari pendamaian dalam hati.

Mencintai dengan cinta kasih yang damai, atau membully dengan alih-alih cinta kasih? Silakan pilih, semua kembali pada diri sendiri.

Damai, bahagia selalu, amin...

Salam senyum,
error

































Comments

  1. Iya, masih banyak cara lain yang lebih 'elegan' untuk menjelaskan kenapa harus ini itu ya, Mbak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, mbak, betul. Sangat disayangkan masih ada orangtua, ibu, yang menerapkan pem-bully-an dengan alih-alih disiplin :(

      Delete
  2. jadi itu termasuk membully anak ya dengan nyuruh mandi tapi nadanya agak tinggi ..kalau ga gitu anak gamau mandi gimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya dengan cara lain, cara yg menyenangkan. Orangtua seharusnya mencari cara yang baik untuk anak. Tanamkan hal yang baik untuk anak juga bisa lewat dongeng.

      Delete
  3. iya seharusnya orang tua bersikaf lembut terhadap anak-anaknya karena apa yang dilakukan orang tua akan melatih sikap si anak kelak.setiap anak adalah cerminan dari orang tua :) "buah jatuh tak jauh dari pohonnya"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, bener banget Mbak Ucu. Orangtua sebagai contoh baik untuk anak.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Prediksi Jitu, Nomor Jitu, Akibatnya juga Jitu

Sebenarnya ini sebuah cerita dari pengalaman seorang teman beberapa tahun yang lalu. Judi, ya mengenai judi. Temanku itu bukan seorang kaya harta, tapi juga bukan seorang yang berkekurangan menurutku, karena tetap saja masih ada orang yang jauh lebih berkekurangan dibanding dia. Empat orang anaknya bersekolah di sekolah swasta yang lumayan bergengsi di kota kami dulu. Tapi temanku itu tetap saja merasa 'miskin'. Selalu mengeluh,"Aku ga punya uang, penghasilan papanya anak-anak cuma berapa. Ga cukup untuk ini dan itu." Hampir setiap hari aku mendengar keluhannya, dan aku cuma tersenyum mendengarnya. Pernah aku menjawab,"Banyak yang jauh berkekurangan dibanding kamu". Dan itu mengundang airmatanya turun. Perumahan tempat kami tinggal memang terkenal 'langganan banjir', jadi pemilik rumah di sana berlomba-lomba menaikkan rumah posisi rumah lebih tinggi dari jalan, dan temanku berkeinginan meninggikan posisi rumahnya yang juga termasuk 'langganan ba...

NOVEL!

Proyek Monumental 2014? Oops, sebenarnya aku punya proyek yang seharusnya sudah diselesaikan sejak beberapa bulan lalu, tapi terhenti karena keadaan yang benar-benar di luar kemampuanku. Dimulai dari sakitnya anakku, harus mengurus bapak yang akan dioperasi, dan masih banyak hal lain yang semuanya tentang keadaan kesehatan anak-anak, orangtua, juga yang akhirnya membuat kondisi kesehatanku pun turun. Aku berusaha sekuat tenaga, tapi ternyata aku tidak bisa menyelesaikan, aku benar-benar berhenti. Ufh, menyedihkan. Proyekku adalah menyusun sebuah novel, yang sebenarnya sudah ada, aku hanya harus menulis ulang saja. Setiap kali hendak meneruskan tulis ulang novel tersebut, selalu ada masalah yang harus ditangani secara serius dan khusus, hingga menguras energiku, dan tulis ulang itu terhenti lagi. Padahal novel itu akan kupersembahkan untuk 3 anakku, Ngka, Esa, Pink, yang biasa kusebut sebagai kasapink. Sekarang semoga keadaan membaik, hingga proyekku bisa terlaksana. Novelku berjudul ...

error berteriak kegirangan,"CIHUUII GUE JADI MODEL BLOGCAMP!"

  Pagi-pagi ada kunjungan dari Dhee Guslik yang katanya mau gunakan foto gue untuk dijadikan model di kuis tebak nama model yang diadakan oleh blogcamp, menyambut hari kemerdekaan. Hihihi..., gue jadi model 17-an...!! Wew.., boleh-boleh aja... Ni dia foto yang dijadikan bahan kuis dan akhirnya seudah diobrak abrik jadi deh foto gue begini... Bisa dilirik ke  http://abdulcholik.com/2013/08/13/kuis-tebak-nama-model-edisi-khusus-hut-kemerdekaan-ri/ Hwehehehe... serasa jadi bintang tenarr...!! Jadi model yang cihui banget! Itu kemarin tanggal 13 Agustus 2013 dan ditutup pada tanggal yang sama pukul 17.00 WIB. Pengumuman pemenang kuis juga udah diumumkan tadi pagi... Rasanya suweneeeng bangeeet, karena ada yang mau menjawab, dan ada yang bisa menjawab benar, pada menjawab salah aja gue dah seneng kok! Untungnya ga ada yang menjawab Tamara Bleszinsky... Hahaha!!  Dan lebih seneng lagi karena di pengumuman itu ada ulasan tentang si error ini di http://abdulcholik....