Saturday, 1 November 2014

error,"Pohon Nenangga".

Di depan rumah gue ada pohon jambu air, persis di depan tembok pagar rumah yang gue tempati bersama Ngka, Esa, dan Pink. Pohon jambu airnya memang rajin banget berbuah, ga berhenti berbuah. Siapa pun boleh memanjat, memetik, mengambilnya menggunakan galah. Dengan cara apa pun, jambu air boleh diambil, dan disantap siapa pun, tanpa perlu repot-repot minta ijin.

Tadi sewaktu gue sedang mengobrol santai dengan Ngka, dan pink, tiba-tiba,"Woi, Bu! Ayo rujakaaan!". Gue kaget banget! Ibu tetangga sebelah rumah, tiba-tiba nongol kepalanya dari balik tembok pagar. Gue tertawa, lalu berjalan ke teras. Tetangga gue asyik dengan galahnya, mengambil jambu air.

"Saya suka manjat, Bu".

"Bisa manjat?", tanya gue.

"Iya, saya manjat ambil jambu. Tapi saya ga suka rujak. Yang suka rujak tuh anak saya. Saya lebih suka makan jambu gini aja", lanjutnya sambil mengambil sebuah jambu air, memasukkan ke mulutnya.


Pohon jambu depan rumah memang pohon jambu air biasa, tapi menurut gue, pohon jambu air ini adalah pohon jambu air yang baik. Hehe, gimana ga baik, gegara tu pohon, jadi mempermudah bersosialisai dengan tetangga, mudah berkomunikasi dengan tetangga. Yup, pohon jambu air depan rumah gue, patut punya gelar pohon 'nenangga'... 

pohon 'nenangga' di depan rumah



Salam senyum,
error




4 comments:

  1. pohonnya emang ga terlalu lebat ya kayanyaa ,.haha tapi berbuah terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, pohonnya ga lebat daun, lumayan tinggi, tapi buahnya adaaaaa terus...

      Delete
  2. kenapa tidak menyukai buah jambu air bu? eh salah rujak maksudku * takut sakit perut ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ga tahu, mas. Ibu tetangga yang ga suka rujak :D

      Delete