Skip to main content

Posts

MOS Spesial Untuk Pink

Iseng banget ya pakai ada MOS untuk Pink. Pink kan homeschooling, untuk apa MOS? Juga ngapain aja sih Pink di kegiatan MOS-nya yang diprakarsai emak dan dibantu oleh 2 kakak cowoknya, Ngka dan Esa? MOS biasa diadakan oleh sekolah untuk menyambut siswa baru, sedangkan MOS ini diadakan agar Pink merasakan ada MOS, bersenang-senang aja, juga untuk melatih percaya diri, dan bisa sedikit cuek, ga pemalu. Kalau Pink ikut sekolah reguler, emaknya ga setuju dia ikutan MOS. Karena lebih ke arah bully membully, bentak-membentak, dan mengacu ke pengalaman 2 kakaknya sewaktu MOS, menghabiskan banyak biaya. Ide MOS ini baru muncul saat Pink memosting satu meme tentang MOS, dan dikomentari olehnya gini: 'HS ga ada MOS'. Setelah melihat itu, dipikir-pikir, ga ada salahnya kan mengadakan MOS untuk Pink. MOS yang bertujuan untuk melatih percaya dirinya, dan juga kegiatan yang diberikan adalah kegiatan berguna. Bukan kegiatan yang jelas-jelas hanya untuk ngisengin. Pada Ngka dan Esa, 2 kakak ...

Sekolah Reguler Atau Homeschooling?

Pink, si putri bungsu, sudah 2 tahun ini ga bersekolah karena kondisi kesehatannya kurang bagus. Pink ga sesehat teman-teman seusianya yang bisa berkegiatan ini dan itu. Untuk berkegiatan di sekolah dengan jam 7 to 3, sudah jelas Pink ga mampu. Eits, tapi ga bersekolah bukan berarti ga berpendidikan. Pink seorang homeschooler. Guru private datang ke rumah untuk pendampingan belajar. Dan saat kondisinya bagus, kami jalan-jalan, belajar segala sesuatu, belajar sosialisasi, dan bersikap. Untuk tahun ajaran baru ini, Pink berkeinginan untuk masuk sekolah reguler. Bosan homeschooling. Tapi melihat kondisi tubuhnya yang kurang kuat berkegiatan, akhirnya kami memutuskan untuk homeschooling lagi. Gaya homeschooling tahun ajaran ini mungkin akan berbeda dengan tahun sebelumnya, mengingat Pink sudah SMA. Akan lebih banyak kegiatan di luar rumah dibanding guru privat datang. Tapi lagi-lagi ini disesuaikan dengan kondisi Pink. Sekolah reguler atau homeschooling? Untuk Pink, homeschooling! Lebih...

Mie Ayam Emak

Untuk bulan ini menu yang wajib dimasak adalah mie ayam! Ok, siapa takut? Di kantor mulai mencatat yang harus dibeli: - sawi - daun bawang - tauge - mie - baso - kecap asin - kecap manis - merica halus - bawang putih - kulit pangsit Garam ga perlu beli, masih banyak di dapur. Esoknya, pergi ke pasar membeli semua itu. Sepulang dari pasar, mulai deh mengeksekusi. "Ka, cuciin ayam, sawi, daun bawang." Asyiknya punya anak yang selalu suka cita saat diminta membantu! "Ngapain lagi, Ma?" Tanya Ngka. "Iris daun bawang, potong daun sawi. Mama mau fillet ayam." Sibuk-sibuklah fillet daging ayam, lalu memotongnya jadi bentuk dadu. "Segimana gedenya, Ma?" "Segini." Dan tararara, selesai! Sekarang potong jamur merang sebesar potongan ayam. Sediakan panci, isi air, didihkan, masukkan tulang belulang si ayam untuk jadi kaldu. Selesai! Ambil bawang putih, keprek. Prek! Panaskan minyak di wajan untuk menumis bawang keprek. Tum...

Kering Tempe Kacang A la Emak

Kemarin asyik mengiris tempe sebesar batang korek api. "Mama mau masak apa?" "Kering tempe kacang, Pink." "Hahaha, tumben ada namanya. Biasanya kalau masak ga ada namanya." Jawab Pink sambil tertawa. Lalu dimintanya pisau yang gue pegang, mulailah dia mengiris tempe sebesar yang ada. Gue menyiapkan bumbu-bumbu. - bawang putih - bawang merah - cabai merah/ rawit merah juga boleh - ketumbar - asam jawa - sereh, ambil bagian putihnya aja - gula merah - laos - salam - garam Semua takaran bumbu menggunakan hati, insting seorang emak. Pakai perasaan aja. Setelah itu mulailah mengulek: - bawang putih, ketumbar, garam. Sampai halus, ya. Kalau malas ngulek, masukan aja ke blender. Ngeeeeng, halus deh! Lalu mengiris: - bawang merah. Pisahkan ya dari bumbu lain. Si bawang merah memang sombong! Eh, bukan gituu. Masukan di mangkok, atau di wadah apa ajalah. Nanti diberi sedikit air dan garam. Remas-remas sebelum digoreng jadi bawang goreng. Hasilnya...

Tanggal Merah Untuk Emak

Tanggal di kalender selalu ada yang merah, berarti libur. Tapi seorang emak ga pernah libur. Emak tetaplah emak, yang sibuk di rumah untuk anak-anak. "Yes, long week end!" "Sama aja, Mbak. Long week end, yo tetep aja sibuk di rumah." Kata seorang sahabat di kantor. Gue tercenung mendengar kalimat itu. Ya, sebegitu sibuknya seorang emak! Tanggal di kalender berwarna apa pun, tetap aja sibuk. Selalu ada hal yang harus diselesaikan oleh seorang emak. Tapi ini long week end! Ga adakah dispensasi untuk seorang emak? Ada! Yes! Di hari ini gue bersantai. Tugas gue hanya memasak. Beberes, mencuci, berbelanja ke pasar, dan lain-lain, sudah ditangani dengan baik oleh 2 perjaka ganteng. Yes! Dan ini berlaku hingga usai long week end! Tanggal merah untuk emak, dipersembahkan oleh anak-anak tercinta. Bahagia banget rasanya jadi seorang emak! Terimakasih Ngka, Esa, Pink. Salam Bahagia, Nitaninit Kasapink

Error Di Hari Melo-Melo

Pagi ini sesampai di kantor, gue memasang handsfree, mendengarkan lagu. Tiba-tiba melo, melo, melo! Iya, melo gegara mendengarkan lagu. Dahsyat banget ya, sebuah lagu bisa mempengaruhi perasaan. Dulu gue suka lagu-lagu dari Naff. Sampai sekarang juga masih tetap suka. Tapi dulu gue punya seorang sahabat yang sama-sama suka mendengarkan lagu-lagu Naff. Seorang sahabat yang gue temui di dunia maya. Sebut saja namanya Ngong. Dengannya gue bertukar cerita, juga asyik bicara tentang lagu Naff. Sekarang gue ga mengetahui keberadaannya. Siang ini gue masih asyik mendengarkan lagu-lagu Naff dari kompi kantor. Dan kenangan persahabatan masa lalu masih saja terbayang. Lagu dan kenangan, benar-benar membuat gue melo semelo-melonya. Pernah ga merasakan hal yang seperti ini? Oh ya, untuk Ngong, sahabat kecil gue, semoga lo bahagia selalu, ya. Salam, Error lagi melo, Nitaninit Kasapink

Penampakan

Semalam Esa berlari pulang dari warung. "Ma, tadi di situ, dekat warung, heboh! Rumah kosong di situ itu, ada penampakan! Esa lihat, orang-orang juga lihat!" "Di mana?" "Itu Ma, kan ada tenda pengantin tuh loh!" "Oh itu." "Iya, rumah yang dekat rumah oengantin itu, ada penampakan! Bapak-bapak yang sedang duduk lihat semua! Esa kan lewat, lihat juga!" Gue tenang-tenang aja sih sewaktu Esa bercerita. Pagi tadi, sepulang dari pasar, Esa menunjukan rumah yang ada penampakan semalam. "Itu dia, Ma, rumahnya!" Gue cuma berkomentar,"Oh itu." Malam ini Esa, Pink, dan gue, sedang asyik menonton tv. Seperti biasa ngobrol ini, itu, inu, wis pokoknya segala macam jadi bahan obrolan. Eh akhirnya topik cerita sampai ke penampakan semalam. "Esa lihat, loh! Kepala sampai merinding!" "Ah, udah biasa lihat, ga usah takut," jawab gue. "Ih, Mama. Takutlah tetep!" "Sa, cewek apa cowok? Aku ...