Thursday, 11 June 2015

Oops, Asap!

Hari Minggu sore, seperti biasa, gue mengajak Esa, dan Pink, pergi jalan-jalan, untuk mengusir jenuh di rumah. Kalau gue sih, jelas pergi terus, kan  gue bekerja. Esa, pergi ke sekolah. Pink, dia homeschooling, dan otomatis lebih banyak berada di rumah, dibanding ada di luar rumah. Ngka, setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, kuliah. Jadi, kegiatan di hari Minggu bermaksud  mengajak Pink jalan-jalan, melihat suasana di luar rumah. Ngka sudah memberitahu gue, bahwa kuliah di hari Minggu dimulai sejak pagi, dan baru selesai malam. Malah sewaktu gue sedang di luar rumah, Ngka mengirim pesan BBM, bahwa di amengerjakan tugas liputan, lalu menginap di rumah temannya. Ga masalah untuk gue, cuma berpikir, di rumah kasihan Cinut, Cimut, dan Cilut, bertiga di rumah. Tiga kucing kecil yang masih manja. Sebenarnya kami punya 4 ekor kucing, tapi sudah sebulan ini hilang. Ufh, Cucing... 

Malam hari setiba di rumah, rumah kontrakan kami yang mungil terlihat ga berubah, masih tetap mungil, dan mamsih biasa-biasa saja, sama seperti sebelum kami tinggal pergi. Tapi saat pintu ruang tamu dibuka, oops, asap putih tebal menyerbu! Asap! Gue berlari ke dapur, kompor ga menyala. Asap apa? Entah! Asap rokok? Bukan. Asap itu ga berbau samasekali. Lalu gue buka pintu kamar yang tertutup. Eiits.., berkabut tebal! Asap penuh mengisi kamar! Jadi, hanya ruang tamu, dan kamar yang jelas dipenuhi asap tebal. Asap dari ruang tamu pun ga menyebar ke ruang lain, hanya berputar di ruang tamu. Aneh rasanya, kok asap ga menyebar, tapi kenyataannya ya begitu itu, cuma berada di ruang tamu, dan ada di kamar.

Gue ga terpikir hal lain, kecuali bahwa Ngka mengajak temannya ke rumah, merokok. Tapi kok merokok di kamar, hingga berkabut? Gue mulai merasa kesal pada Ngka, walau pun gue juga merasa janggal, ga mungkin Ngka membiarkan temannya merokok di rumah, karena Ngka sendiri ga tahan dengan asap rokok. Apalagi asap yang ada di ruang tamu, juga di kamar, ga berbau rokok samasekali. Tapi kesal tetap menjadi kesal, sebelum ada penjelasan dari Ngka, si tersangka. Gue BBM Ngka, dan ga berbalas. Akhirnya gue memutuskan untuk santai saja dengan asap yang menjengkelkan, karena kok ya ga hilang-hilang. Lumayan lama asap itu menjadi kabut di ruang tamu, dan di kamar.

Esok hari saat Ngka pulang, gue tanyakan masalah asap di rumah. Ngka terbengong-bengong, karena dia ga pulang sehabis dari kampus. Jadi, ga ada seorang pun di rumah sewaktu kami pergi. Cuma Cinut, Cilut, dan Cimut, di rumah.

Yang jadi pertanyaan sampai sekarang, asap apa sebenarnya yang menyelimuti ruang tamu, dan kamar, hingga berkabut? Entah... Semoga bukan karena hal-hal aneh, bukan hal di luar nalar lagi...


Salam Senyum,
Nitaninit Kasapink

0 komentar:

Post a Comment