"Mas, a ku dapat undangan pernikahan" "OH ya? Siapa? kapan? Dimana?" kusebutkan sebuah alamat, dan kujelaskan pernikahan itu adalah pernikahan kakak dari seorang teman yang kuanggap sebagai anak. karena usia temanku sebaya dengan anak sulungku. "Oke. Gue jemput lo besok. kita dateng ke sana. Tapi gue harus kerja dulu" Ah Mas, rasanya aku mau melompat kegirangan! Biasanya sewaktu mendapat undangan pernikahan atau undangan apapun itu, aku selalu datang mengajak anakku. Ahaaay.., kali ini berbeda! Aku bingung mau mengenakan baju apa di pesta pernikahan besok. Hmm.., gaun?? Oh noooo..!! Aku tak punya gaun. Tumpukan bajuku hanya berisi kaos-kaos santai, kemeja, dan celana jeans. Ufh, bingung juga menentukan mau mengenakan apa besok! Bongkar! Bongkar! Bongkar! Haha, seperti lagu seorang penyanyi favoritku, kubongkar tumpukan baju di kamar. Aaaargh.., tetap saja tak kutemukan baju yang pantas untuk pergi bersama Mas besok. Anak-anakku tertawa meliha...