Friday, 10 May 2013

Tadi pagi aku mengantar bapak ke rumah sakit untuk sinar. Bapakku kanker. Sehabis menjalani sinar bapak mengatakan ingin ke kantin sebelum pulang.


Menuju kantin rumah sakit, melewati banyak lorong. Sewaktu melewati salah satu lorong, tiba-tiba aku teringat padamu, teman gaib yang pernah membantuku menunjukkan jalan menuju apotek dan mengantar kembali ke ruang perawatan dimana bapak dirawat waktu itu.


Aku memandang lorong yang dulu kulewati. Sepi, padahal ini pagi hari, desahku. Lorong jadi terasa dingin. Angin perlahan menyentuh kulitku. Dingin...


Suasana hening. Langkah kakiku dan langkah kaki bapakpun tak terdengar. Hening...


Mataku memandang jauh ke depan, dalam hati aku berkeinginan untuk menjumpai sosok baik itu di antara hening dan dinginnya lorong, walaupun di sisi lainku aku ngeri mengingat kejadian saat Februari 2012 lalu kualami. 


Lorong sepi dingin serasa tanpa tanda kehidupan. 


"Semoga kamu tenang di tempat GUSTI, teman...", lirih dalam hati kumengucap.


Saat ini bapak sedang menunggu penjadwalan operasi lagi, dan berarti akan rawat inap seperti dulu, dan artinya aku akan berada di sini untuk beberapa hari menjaga bapak. 



Apakah kamu akan datang lagi menemuiku? Hm.., semoga tidak...





Salam Senyum,

error



0 komentar:

Post a Comment