Skip to main content

Posts

Wish List

Yes, wish list 2015 sudah dicoret semua, yang berarti sudah terpenuhi. GUSTI memang Baik banget, semua kebutuhan dipenuhiNYA. Lalu gue mulai ambil pulpen, tulis wish list untuk 2016. Satu, dua, tiga, dan ini, dan itu, lalu ini, lalu itu, week! Ternyata panjaaang banget yang ingin dicapai! Itu yang ditulis, dan pastinya ada banyak yang ga tertulis, tapi diucap oleh hati. Eh, itu kan gue, mungkin orang lain ga sebanyak gue ya permintaannya, terlintas di otak ini. "Duh, GUSTI, ampuni aku ya, begitu banyak permintaan, permohonanku, dan GUSTI penuhi semua. Padahal aku masih saja bandel, suka mengecewakanMU." Dalam hati berbisik. Wish list yang panjang gue pandangi. Sebegitu panjangnya keinginan diri, tapi kenapa masih begitu pendek ketaatan padaNYA? Airmata jadi meleleh, hati mulai merasa ga enak banget ke GUSTI. "Duh, GUSTI, malu jadinya. Tahun 2016, tetap sertai aku dan tiga anakku, ya? Dan jangan biarkan kami melangkah keluar dari CintaMU." Airmata masih mend...

Kerinduan Error

Seorang sahabat yang bertahun menjadi warna hidup, menghilang, dan mungkin ga akan kembali. Menyedihkan? Yup! Memang sedih! Seorang sahabat yang amat berarti untuk gue, menghilang. Sahabat yang memberi nama Error untuk gue! Sesedih itukah? Ya, sesedih ini. Lagu-lagu Iwan Fals berdendang, juga lagu-lagu Naff. Itu potongan kenangan yang melempar ke masa lalu. Dan juga sekeping batu, yang diberikan untuk gue. "Gue kangen cerita konyol yang selalu ada." Salam, Error

Terperangkap Gelap

"Aku tidak mau melihatmu dalam hidupku!" Dengan tenangnya dia tetap saja tersenyum manis padaku. Manis? Hmm, mungkin saja itu memang senyum termanis yang dia miliki! Senyuman yang aneh. "Pergilah. Aku tidak mau ada kamu di hari-hariku." Senyumnya semakin manis! Ah, kenapa juga aku menyebutnya manis, padahal jelas kutahu itu bukan manis! Karena senyumnya lebih tepat disebut sebagai seringai. "Dengarkan aku sebentar. Jangan berteriak. Suara dalam hatimu sudah bisa kudengar. Jangan mengusirku." Suaranya memohon, tapi seperti menghipnotis. "Aku sudah tahu. Sejak dulu kumendengarkanmu, dan itu membuatku jadi manusia yang aneh!" "Dengarkan aku." "Ya." "Biarkan kubersamamu. Aku tak kan mengganggumu. Lupakanlah yang sudah berlalu. Maafkan aku. Biarkan aku bersamamu, menjagamu, aku janji." "Menjaga? Aku tak butuh penjagaanmu." "Aku butuh teman, sahabat." "Bu...

SEBUAH BUKU PENUH PUISI: TANAH SILAM, KARYA FENDI KACHONK

Berjanji pada si Bung FENDI KACHONK untuk menulis, mengomentari buku kumpulan puisinya yang berjudul TANAH SILAM, jadi tertunda lama. Karena buku ini menarik, hingga lumayan lama juga pindah dari tangan ke tangan. Buku yang berisi 83 puisi karya Bung Fendi (aku menyebutnya Bung. Jangan tanya kenapa, tapi rasanya kok klik aja memanggilnya Bung.) membuatku bersuara. Yup, bersuara dalam arti sebenarnya, karena kubaca puisi-puisinya dengan suara yang jelas bisa didengarkan oleh orang lain. Aku suka puisi-puisi si Bung, dan dengan suka cita mengatakan,"Hey Bung, aku salah satu penggemar puisimu!" Semoga aku ga salah dalam mencerna puisi-puisi indahmu, Bung. Puisi ke-45, yang berjudul PEREMPUAN KECIL, mengajak untuk menikmati hidup. Hidup bukan hanya melulu tentang nikmat tanpa luka, karena luka pun adalah bagian hidup yang harus dinikmati. Tuhan selalu ada, dan menyertai. Puisi ke-54, NYANYIAN PEREMPUANKU, melangitkanku sebagai seorang perempuan. Perempuan sebagai sosok...

Malam Melo

Malam ini gue ga bisa tidur. Mata terus aja on, ga bisa dan ga ingin menutup. Besok Pink, ulang tahun ke-15. Putri kecil sudah remaja! Dan ini ulang tahun yang ke-9 tanpa Henk, papa mereka. Yup, Henk meninggal 3 bulan sebelum ulang tahun Pink yang ke-7 tahun. Bukan menginginkan Henk kembali ada di sini merayakan bersama. Setiap salah satu dari Ngka, Esa, Pink, berulang tahun, setiap kali itu juga gue penuh dengan airmata. Lebay banget, ya? Ya, gue selalu melo saat menjelang ulang tahun mereka. Ada rasa bersalah karena hingga saat ini belum juga bisa memberikan hal-hal indah untuk anak-anak, untuk Ngka, Esa, dan Pink. Hanya bisa memberi senyum, dan mencintai dengan segenap kasih yang ada. Malam ini jadi malam full melo untuk gue. Sejak tadi lagu-lagu Iwan Fals ada di telinga. Berusaha menepis segala melo, gundah, galau, yang masuk dan merajai hati. Tapi tetap aja gue berairmata. Tangan gue sibuk mengusap mata karena ga ingin menyaingi hujan yang deras. Doa mengalir untuk Pink. Se...

Aku Menemukan Mama Kembali

Mama dan aku Ga terbayang sama sekali kakak kandungku menyembunyikan keberadaan mama dariku dan anak-anakku, berusaha memutus hubungan mama dengan kami, tanpa alasan. Berbulan mencari, hingga akhirnya bisa menemukan mama, pada hari ke-2 Idul Fitri yang lalu, 15 Juli 2015.  Mama ada di kamar, di tempat tidur, karena lumpuh sejak Februari 2011, akibat stroke. "Kenapa Nit ga dikasih tahu alamat baru ini?" "Mama ga tahu," sambil menggeleng lemah mama menjawab. "Nit telepon, ga diangkat sama Mas. Nit sms juga ga dijawab." "Mama berdoa setiap hari supaya Mama bisa ketemu Ninit." Itu sepenggal percakapan dengan mama. Sebelum pulang, kuucap,"Nit sayang Mama." Lalu kami kembali berpelukan. Aku percaya kasih Tuhan yang mempertemukan kami kembali. Foto ini diikutsertakan dalam GA Sehari : Aku dan Ibuku.

Hantu Happy

"Kamu iseng banget sih, pensil dimasukkin ke binder clip gini," kataku pada Ngka, anak sulung yang sejak beberapa bulan lalu ikutan kerja di kantor. "Ga, bukan Ngka." Jawabnya dengan muka serius sedikit manyun. "Siapa dong?" "Ga tau." Aku memandang pensil yang seperti meriam di atas meja. Mengingat-ingat kemarin sebelum pulang kerja, sebelum menutup pintu ruangan. Rasanya ga ada yang aneh. Kami pulang terakhir. Dan pensil ada di laci meja. Dan tiba di ruangan pun kami yang pertama kali. Aku yang membuka pintu dengan kunci. Jadi, bagaimana bisa pensil ada di atas meja dengan posisi seperti ini?  "Mbak, kemarin kembali lagi ke sini?" Tanyaku pada teman satu ruangan. "Ga. Mulih langsung. Cape banget kemarin." "Iya, kemarin memang melelahkan banget. Banyak kerjaan,"  "Kenapa, Mbak?" Tanyanya. "Ga apa-apa. Nanya aja." Kembali kupandang lagi pensil di atas meja.  ...