Monday, 22 August 2016

BAHAGIA ITU SEDERHANA DAN GOSIP, FITNAH

Pernah difitnah? Pernah digosipi? Aku sering. Aih, sering difitnah, digosipi, kok bangga. Ya iyalah bangga. Aneh, ya? Jangan merasa aneh, tapi ga bohong, jujur nih, aku sih bangga-bangga aja tuh sampai difitnah, dan digosipi sama orang.

Pasti jadi pertanyaan deh, sakit hati atau ga, aku difitnah. Namanya aja manusia, ya pasti pernah merasakan hati seperti diiris silet. Perih, mak, perih. Kalau mikir sakit, ya jadi sakit di hati. Tapi aku berusaha untuk tenang aja. Merasakan sakit di hati cukuplah beberapa menit.
Aku termasuk orang yang ga gitu peduli omongan orang lain. Sebodo teuinglah, cuek ajah. Mikir apa yang orang omongin tentang aku, ga akan ada habisnya sakit hati. Untungnya aku ga model ‘pemikir’.

“Mbak, kamu dibilang bawa gendruwo!”

Eh bujut, bawa gendruwo! Pernah loh aku difitnah begitu! Aku tertawa aja. Ga tau darimana tuh orang bisa lihat gendruwo bareng aku. Lah aku kan ga pernah janjian date sama gendruwo! Hedeh, janjian sama tukang baso sih pernah. “Bang, ke rumah, ya!” Itu janjian sama tukang baso keliling, pas lapar. 

“Jeruk kok makan jeruk!”

Ya ampuuun, mentang-mentang eike janda bertahun-tahun dan ga nikah-nikah juga, dibilang lesbi! Hihihi, plis deh, pliiiis, eike normaaal..! Aku tertawa ngakak saat seorang sahabat membawa kabar itu.

“Dasar tukang morotin!”

Wahahaha, ini juga lucu. Sejak dulu aku berusaha sendiri, bekerja pontang-panting untuk menafkahi Ngka, Esa, dan Pink. Aku memang bukan orang yang berpenghasilan melimpah, tapi ini maksimal yang kukerjakan. Morotin orang, ga terlintas samasekali di otakku. Aku juga tertawa waktu mendengar ini.

“Janda gatel!”

Ya ampuun, gatel mah digaruk aja kali, ya? Aku benar-benar ga bisa nahan tawa saat itu!
Masih banyak lagi yang masuk telingaku. Marah? Ga. Biar aja. Aku bersyukur memiliki hidup yang bahagia seperti ini. Fitnah, gosip, datang silih berganti, dan itu malah membuatku makin bahagia. Walau kalau disuruh memilih antara dipenuhi fitnah, dan gosip, atau tanpa fitnah dan gosip, ya jelas aku memilih tanpa difitnah, dan tanpa digosipi. Lah kok bisa bahagia difitnah dan digosipi? Ya bisa aja, kenapa ga?

Aku hidup tenang dengan 3 anakku yang hebat. Hidup kami ga berlebihan. Kami bukan orang yang berlimpah harta. Kami hidup tenang tanpa sibuk ribut harta. Kami tenang dalam segala kesederhanaan yang ada.

Fitnah, gosip, datang ke dalam kehidupanku, memberi warna bahagia baru. “Ternyata aku amat bahagia, hidupku enak, aku ga susah, aku cantik, aku disukai banyak orang baik wanita mau pun pria!” Itu yang ada di otak saat fitnah, dan gosip datang.

Hei, hei, kalau hidupku ga bahagia, aku ga menarik, aku ga indah, mana ada mereka sibuk mencari ‘lahan’ fitnah, dan gosip untukku? Seorang berkata padaku,”Lo kok ga pernah sepi fitnah, sama gosip, sih Nit?” Jawabanku begini,”Gue kan artis Bekasi!”

Kenapa juga jadi sedih, marah, jengkel, pada fitnah, dan gosip, yang tersebar, berserakan? Hidupku jauh lebih penting dibanding hanya mengurusi perkara itu. Lebih baik meneruskan hidup yang berjalan indah bersama Ngka, Esa, dan Pink, daripada bergulat dengan fitnah, gosip, yang jelas-jelas diciptakan untuk menjatuhkanku. Kalau aku memusingkan fitnah, gosip, yang ada, pemfitnah, penggosip, pasti tertawa senang! Dan aku? Cuma dapat pusing, stress! Rugi banget, kan? Karenanya aku sih cuek aja. Toh fitnah, gosip, akan hilang dengan sendirinya.

Gegara fitnah, gosip, sahabat-sahabat pergi menjauh! Aku ga ambil pusing akan hal itu. Justru di situlah aku jadi tau kualitas sahabat-sahabat yang kumiliki. Jika mereka memang sahabat, pasti mereka akan bersikap bijak, ga akan termakan fitnah, gosip. Mereka pasti akan bertanya kejelasannya padaku. Mereka juga pasti tau seperti apa aku, kalau mereka memang sahabatku, kalau aku memang dianggap sahabat oleh mereka.

Jadi sekarang udah jelas kan kenapa aku bahagia dengan adanya fitnah dan gosip yang datang padaku? Karena berarti Tuhan memberi hidup yang bahagia untukku, dan 3 anakku. Hidupku diintip oleh si pemfitnah, dan si penggosip. Mereka sibuk memperhatikanku. Malah mereka lebih memperhatikanku dibanding diri mereka sendiri. Buktinya mereka membiarkan diri mereka dosa karena memfitnah, dan menggosipiku! Hebat, kan aku? Juga karena dari fitnah, dan gosip, aku bisa tau mana sahabat sesungguhnya, dan mana yang bukan.

Aku berbahagia, dan berbahagia terus. Hadapi, jalani, nikmati, syukuri semua yang ada. Tuhan tau apa yang terjadi dalam hidup. Jadi, semua yang ada pasti berisi kebahagiaan! Yuk berbahagia.

Salam penuh kasih,
Nitaninit Kasapink

Single Mom Yang Bahagia

Namanya aja single, ya sendiri, tanpa pasangan. Tapi jangan lupa, she is a mom! Ada anak-anak terkasih bersama mereka. Single mom is a mom! Seorang ibu yang mengasihi anak-anaknya. Melakukan segala sesuatu untuk mereka. Berat? Nop! Dengan kasih, single mom menjalani hidup. Tidak ada yang berat, walau pun bukan hidup yang ringan. Tapi karena mengerjakannya dengan kasih, segala sesuatu yang dikerjakan jadi indah.

Apa aja sih yang katanya jadi tugas si single mom, dan yang katanya bikin berat si single mom? Dan kenapa si single mom kok ya tetap aja berbahagia walau katanya berat, ya? Ini pengalamanku sebagai single mom dan segala hal yang 'berat-berat' itu.

Single mom si pencari nafkah
Saat suami masih ada (suamiku meninggal karena kanker di tahun 2007), aku seorang ibu rumah tangga, bukan ibu bekerja. Pernah bekerja, tapi lal resign karena suami tidak mengizinkan bekerja. Setelah suami meninggal, otomatis harus mencari pekerjaan agar bisa mencukupi biaya kebutuhan kami. Sekolah, rumah, makan, dan semuanya.
Tapi bukankah sejak dulu banyak perempuan menjadi pencari nafkah? Bukan hanya single mom yang bekerja menjadi pencari nafkah. Yang memiliki pasangan pun bekerja, kok.
So, apakah setelah menjadi single mom, lalu mencari nafkah, aku merasa hal itu sebagai sesuatu yang berat? Jawabannya adalah bahagia, bukan berat . Karena yakin segala sesuatu jika dikerjakan dengan suka cita tidaklah berat.
Penghasilan kecil? Uang tidak mencukupi untuk biaya kebutuhan hidup? Ssshh, tenang aja, ada Tuhan yang Luar Biasa, Maha Kaya. Berusaha, berdoa. Tidak mungkin tidak dicukupi.
Masih belum cukup juga? Berusaha maksimal itu wajib, tapi ingat, Tuhan yang memutuskan segalanya. Rejeki tidak akan pernah salah alamat.

Single mom si pengurus anak
Waduh, memangnya yang bukan single mom tuh ga perlu mengurus anak, ya? Hanya single mom aja yang seharusnya mengurus anak? Menurutku sih, tidak seperti itu.
Saat kami masih menjadi keluarga utuh, aku mengurus anak-anak, juga suami. Anak-anakku adalah nyawa bagiku. Sudah sepantasnya dijaga, dilindungi, dicintai. Lalu setelah suami meninggal, hal tersebut tidak akan pernah hilang. Malah semakin membahagiakan. Kok bisa? Karena semua itu menjadi utuh hakku, karena setiap detik selalu bersama.

Single mom si pengurus rumah
Bukan hanya single mom kalau tentang mengurus rumah.  Berat? Jalani saja dengan senyum suka cita.
Waktu anak-anak masih kecil, rumah berantakan mainan, baju kotor beseakan. Kuajari anak-anak membereskan kembali mainan setelah bermain. Baju kotor berantakan? Sediakan tempat yang mudah dijangkau oleh anak-anak untuk tempat baju kotor. Masih berantakan juga? Santai saja, aku dulu sambil berjalan ke dapur, mengambil baju-baju kotor yang berserakan sambil bernyanyi, dan olahraga. Mau tahu olahraganya gimana? Jongkok, ambil, jongkok, ambil. Lumayan perut jadi tidak membuncit. Malah sesudah anak-anak besar, perutku membuncit karena baju kotor sudah ada di tempatnya! O ow!
Aku nikmati saja  semuanya. rumah berantakan itu peranda anak-anak ada bersamaku. Satu saat nanti, mereka dewasa, hilang sudah semua ini, dan pasti merindukan keberantakan ini.

Single mom si pembuat keputusan
Merasa sendirian saat harus membuat keputusan? Tenang, tenang. Single mom adalah seorang yang hebat! Tidak bergantung pada orang lain, karena sudah terbiasa menghadapi semua sendiri.
Duh, kok susah, ya? Tenang lagi, tenang lagi. Ada Tuhan bersama single mom. Kita tidak sendiri. Lagi pula semua orang memang harus bisa memutuskan sesuatu yang terbaik untuk dirinya, untuk keluarganya. Bukan cuma single mom kok yang harus bisa menjadi pengambil keputusan. Siapa pun bisa memberi masukan sewaktu kita menghadapi satu hal. Tapi siapa pembuat keputusan? Kita sendiri.

Single mom si sahabat anak
Single mom berperan sebagai ibu dan bapak sekaligus? Oh, no! Single mom itu ibu-ibu, ya. Bukan bapak-bapak. Aku tidak mau membebani diri dengan begitu banyak peran. Tapi kan anak-anak butuh figur bapak! Biasanya sih itu yang sering aku dengar. Figur seorang bapak bisa diambil dari siapa saja, kok. Kakek, pakde, om, sahabat, teman, bahkan siapa pun itu, selama figur itu memang bisa dijadikan contoh seorang bapak.
Sejak dulu aku lebih memilih menjadi sahabat untuk tiga anakku. Berperan menjadi sahabat rasanya lebih membahagiakan. Bahagia bukan cuma untukku, tapi juga untuk 3 anakku. Mereka bisa bercerita apa pun tanpa takut dicela, dimarahi. Karena menempatkan diri sebagai sahabat, kami menjadi amat akrab, layaknya teman. Bersahabat tanpa menasehati

Tuh, sama aja  kan tugas single mom dengan yang berpasangan? Hanya beda sedikit karena single mom sendiri, dan semua diselesaikan sendiri.

Jadi single mom yang berbahagia? Yes, dong ah!


Salam penuh kasih,
Nitaninit Kasapink
Emaknya Ngka, Esa, Pink




Tuesday, 2 August 2016

Pakcoy Saus Tiram Tabur Keripik Otak-Otak

Di rumah, tiga kekasih, Ngka, Esa, Pink, suka makan sayuran. Emaknya juga suka, tapi lebih suka lagi kalau yang memasak tuh para kekasih. Hihi, dasar emak malas! Karena kebutuhan akan makan sayur, dan butuh masak cepat, ringkas, ga pakai lama, mudah, juga murah, pakcoy saus tiram jadi pilihan menu.
Beli pakcoy bisa di pasar, atau di supermarket. Pakcoy ada di mana-mana.

Yuk, yuk, masak!
Cuma butuh: pakcoy, cabai (boleh rawit merah, boleh juga cabai merah keriting, atau pakai paprika juga boleh), bawang bombay, bawang putih, saus tiram, garam, gula pasir, minyak goreng sedikit. Oh iya, jangan lupa otak-otak untuk taburan akhir. Ga pakai juga ga apa-apa.

-Siapkan pakcoy. Buang aja bagian bonggolnya, jangan dipotong-potong lagi


-Bawang bombay, iris-iris
-Bawang putih 1 siung aja cukup, kok. Keprek, gecek, geprek, apa deh istilahnya, judulnya tuh bawang putih ga usah dihaluskan
-Cabai diiris


-Saus tiram (ini sih beli kemasan, hihihi)

Lanjut yuk!
-Panaskan wajan, tuang minyak sedikit aja untuk menumis.
-Masukkan bawang bombay, bawang putih, cabai, tunggu hingga harum
-Masukkan pakcoy, aduk-aduk
-Tuang saus tiram, gula pasir (dicoba rasanya, ya. Biasanya sih kemasan gitu udah asin, jadi emak ini ga menggunakan garam lagi)
-Aduk, aduk, selesai!

Taburan keripik otak-otaknya gimana? Ih gampang, beli otak-otak, iris tipis, goreng kering. Jadi tuh keripik otak-otak untuk taburan!

Taraaaa tuh kan, mudah, kan?


By the way, kalau ga punya saus tiram, bisa kok diganti saus teriyaki. Kalau ga ada juga, bisa aja saus tiram diganti pakai kecap aja. Mau pakai udang, baso, atau sosis? Ide bagus juga.

Ga sulit, kan? Yuk masuk dapur!

Salam Manis,
Nitaninit Kasapink







Monday, 1 August 2016

Macaroni Schotel

Gajian tiba, aku dan Ngka pergi ke pasar dekat kantor. Biasa, belanja keperluan dapur memang lebih banyak gue beli di sana karena lebih murah.
Di kios pojok jual segala macam bahan kering lumayan komplit. Dari kerupuk, kacang, bihun, mie, banyak deh.

"Makaroni, Ma." Ujar Ngka.
Gue beli makaroni 1/2 kg.
"Mau bikin apa?"
"Schotel, Ma," jawab Ngka.
Berlanjut pergi ke bagian sayuran. Beli bawang bombai, wortel, bawang putih, susu, kornet, keju.
Yes, siap untuk memasak macaroni schotel.
Sampai di rumah, siap-siap di dapur.

-Isi panci untuk merebus macaroni, beri minyak agar ga menempel. Rebus hingga setengah matang. Setelah itu ditiriskan.
-Potong kotak bawang bombai, wortel
-Kocok telur, lalu makaroni yang sudah direbus, dicampur dalam kocokan telur
-Parut keju untuk taburan di atas
-Cincang bawang putih
Tapi ya seperti biasa, ga pakai ukuran. Kira-kira aja.

Nah, sekarang menyiapkan dandang untuk mengukus di atas kompor. Jangan lupa, tutupnya diberi serbet, supaya air jangan menetes ke makaroni yang sedang dikukus nanti.

Selesai? Lanjuut!
-Siapkan wajan
-Tumis bawang bombai, bawang putih, menggunakan mentega secukupnya, sampai layu
-Masukkan makaroni yang tadi sudah dicampur dalam kocokan telur
-Aduk sampai rata
-Masukkan kornet, aduk rata
-Tuang susu (plain) ke dalam wajan, aduk rata
-Beri garam, merica
-Coba dirasakan, sudah pas selera atau belum
-Aduk sampai susu meresap
-Matikan kompor

Yes, selesai! Dandang sudah panas? Yes, lanjut!

-Siapkan loyang yang akan digunakan. Kalau aku sih pakai loyang alumunium.
"Ngka, tolong diolesin mentega yang rata ya di loyangnya."
-Isi loyang dengan macaroni yang sudah selesai dimasak tadi, lalu beri toping parutan keju
-Kukus kurang lebih 20 menit

Selesai! Eh, udah oleh dimakan. Tapi aku masih lanjut. Setelah dikukus, dipanggang. Ga terlalu lama, sebentar aja.

Yes, yes, yes, sajikan dengan cocolan saos sambal.


Ga menghabiskan waktu lama untuk habisnya macaroni schotel ini.

Masak, yuk
Nitaninit Kasapink









Friday, 8 July 2016

MOS Spesial Untuk Pink

Iseng banget ya pakai ada MOS untuk Pink. Pink kan homeschooling, untuk apa MOS? Juga ngapain aja sih Pink di kegiatan MOS-nya yang diprakarsai emak dan dibantu oleh 2 kakak cowoknya, Ngka dan Esa?
MOS biasa diadakan oleh sekolah untuk menyambut siswa baru, sedangkan MOS ini diadakan agar Pink merasakan ada MOS, bersenang-senang aja, juga untuk melatih percaya diri, dan bisa sedikit cuek, ga pemalu. Kalau Pink ikut sekolah reguler, emaknya ga setuju dia ikutan MOS. Karena lebih ke arah bully membully, bentak-membentak, dan mengacu ke pengalaman 2 kakaknya sewaktu MOS, menghabiskan banyak biaya.
Ide MOS ini baru muncul saat Pink memosting satu meme tentang MOS, dan dikomentari olehnya gini: 'HS ga ada MOS'. Setelah melihat itu, dipikir-pikir, ga ada salahnya kan mengadakan MOS untuk Pink. MOS yang bertujuan untuk melatih percaya dirinya, dan juga kegiatan yang diberikan adalah kegiatan berguna. Bukan kegiatan yang jelas-jelas hanya untuk ngisengin.
Pada Ngka dan Esa, 2 kakak cowok Pink, emak ini mengutarakan niat mengadakan MOS. Bisa dipastikan mereka sorak-sorak bergembira! Bagaimana dengan Pink? Hihi, dengan sukacita menerima diadakan MOS spesial untuknya.
Ditentukan berapa hari MOS akan diadakan, siapa yang boleh memberi tugas, dan deadline mengerjakan tugas MOS ga mengikat. Jadi kalau Pink merasa lelah, ya tidur saja, MOS bisa dilanjut nanti. Semua tergantung kondisi Pink.
Berapa hari MOS? Seminggu! Dengan catatan, bisa lebih singkat. Lagi-lagi tergantung kondisi Pink.
Siapa yang boleh memberi tugas? Emak, Ngka, Esa. Tapi dengan persetujuan emak, karena emak adalah kepala sekolah di sini.
Tugas apa saja yang harus dikerjakan Pink? Ga banyak. Hari ini adalah hari pertama MOS-nya. Tugasnya memasak pokcoy saos tiram. Mulai dari mengiris bumbu menyiangi sayur, hingga selesai. Tujuannya supaya bisa memasak menu yang simpel. Bisa memasak itu bagus, dan penting. Ga perlu jadi koki terkenal, kok.
Cuma itu? Ga. Ada lagi. Tugas ke-2 di hari ini ga sulit, kok. Ga harus mengerjakan apa-apa. Hanya harus rela dan pede aja tampil beda. Kuku kaki dan kuku tangan diwarnai kuteks warna-warni. Ga perlu ke luar rumah, hanya diposting aja di sosial media. Pink pun sukses terbahak-bahak!
Apa kegiatan hari selanjutnya? Belum tahu. Itu nanti menyusul aja. Selalu ada ide mendadak  nanti dari emak dan 2 guru ganteng, Ngka dan Esa.
MOS spesial untuk Pink? Ini diadakan karena cinta kami untuknya.

Salam Senyum,
Nitaninit Kasapink

Sekolah Reguler Atau Homeschooling?

Pink, si putri bungsu, sudah 2 tahun ini ga bersekolah karena kondisi kesehatannya kurang bagus. Pink ga sesehat teman-teman seusianya yang bisa berkegiatan ini dan itu. Untuk berkegiatan di sekolah dengan jam 7 to 3, sudah jelas Pink ga mampu. Eits, tapi ga bersekolah bukan berarti ga berpendidikan. Pink seorang homeschooler. Guru private datang ke rumah untuk pendampingan belajar. Dan saat kondisinya bagus, kami jalan-jalan, belajar segala sesuatu, belajar sosialisasi, dan bersikap.
Untuk tahun ajaran baru ini, Pink berkeinginan untuk masuk sekolah reguler. Bosan homeschooling. Tapi melihat kondisi tubuhnya yang kurang kuat berkegiatan, akhirnya kami memutuskan untuk homeschooling lagi.
Gaya homeschooling tahun ajaran ini mungkin akan berbeda dengan tahun sebelumnya, mengingat Pink sudah SMA. Akan lebih banyak kegiatan di luar rumah dibanding guru privat datang. Tapi lagi-lagi ini disesuaikan dengan kondisi Pink.
Sekolah reguler atau homeschooling? Untuk Pink, homeschooling! Lebih nyaman, aman, dan flexibel masalah waktu.

Salam Senyum Manis,
Nitaninit Kasapink

Monday, 30 May 2016

Mie Ayam Emak

Untuk bulan ini menu yang wajib dimasak adalah mie ayam! Ok, siapa takut?
Di kantor mulai mencatat yang harus dibeli:
- sawi
- daun bawang
- tauge
- mie
- baso
- kecap asin
- kecap manis
- merica halus
- bawang putih
- kulit pangsit
Garam ga perlu beli, masih banyak di dapur.
Esoknya, pergi ke pasar membeli semua itu.
Sepulang dari pasar, mulai deh mengeksekusi.
"Ka, cuciin ayam, sawi, daun bawang."
Asyiknya punya anak yang selalu suka cita saat diminta membantu!
"Ngapain lagi, Ma?" Tanya Ngka.
"Iris daun bawang, potong daun sawi. Mama mau fillet ayam."
Sibuk-sibuklah fillet daging ayam, lalu memotongnya jadi bentuk dadu.
"Segimana gedenya, Ma?"
"Segini."
Dan tararara, selesai!
Sekarang potong jamur merang sebesar potongan ayam.

Sediakan panci, isi air, didihkan, masukkan tulang belulang si ayam untuk jadi kaldu. Selesai!

Ambil bawang putih, keprek. Prek! Panaskan minyak di wajan untuk menumis bawang keprek. Tumis sampai wangi, masukkan ayam, bolak-balik. Masukkan jamur. Tambahkan kecap manis, kecap asin, garam, gula, merica. Tunggu hingga air ayamnya habis. Yes, selesai!

Kulit pangsit goreng. Lagi malas bikin isinya. Hihi.

Siapkan panci lagi, isi air, untuk merebus mie, baso, toge, dan sawi. Selesai!

Yes, mana mangkok? Taruh kecap asin, merica, di mangkok. Masukkan mie yang sudah direbus, aduk rata. Tambahkan sawi, ayam kecap, daun bawang, baso, dan kulit pangsit goreng. Beri kuah kaldu.

Mari makan.
"Ma, sudah boleh makan?"

Salam kenyang,
Nitaninit Kasapink

Friday, 6 May 2016

Kering Tempe Kacang A la Emak

Kemarin asyik mengiris tempe sebesar batang korek api.
"Mama mau masak apa?"
"Kering tempe kacang, Pink."
"Hahaha, tumben ada namanya. Biasanya kalau masak ga ada namanya." Jawab Pink sambil tertawa.
Lalu dimintanya pisau yang gue pegang, mulailah dia mengiris tempe sebesar yang ada.
Gue menyiapkan bumbu-bumbu.
- bawang putih
- bawang merah
- cabai merah/ rawit merah juga boleh
- ketumbar
- asam jawa
- sereh, ambil bagian putihnya aja
- gula merah
- laos
- salam
- garam
Semua takaran bumbu menggunakan hati, insting seorang emak. Pakai perasaan aja.
Setelah itu mulailah mengulek:
- bawang putih, ketumbar, garam. Sampai halus, ya. Kalau malas ngulek, masukan aja ke blender. Ngeeeeng, halus deh!
Lalu mengiris:
- bawang merah. Pisahkan ya dari bumbu lain. Si bawang merah memang sombong! Eh, bukan gituu. Masukan di mangkok, atau di wadah apa ajalah. Nanti diberi sedikit air dan garam. Remas-remas sebelum digoreng jadi bawang goreng. Hasilnya kriuk!
- cabai diiris serong memanjang.
- sereh diiris tipis
- gula merah disisir. Tapi bukan menggunakan sisir, melainkan dengan pisau. Ya, pisau. Kan sedang acara masak-memasak di dapur emak!
Ok, siap semua!
Panaskan wajan dengan minyak banyak. Goreng tempe yang sudah diiris secukupnya minyak di wajan. Lumayan memakan waktu lama menggoreng tempe sampai kering kriuk. Gue aja menyanyi sampai cape gegara menunggu si tempe kering digoreng. Lakukan sampai irisan tempe terakhir. Usahakan jauhkan dari yang lain. Tempe-tempe kering belum berbumbu ini aja jadi korban keganasan 3 anak gue! Mereka memakannya tanpa peduli belum berbumbu. Hihi!
Tempe selesai digoreng semua, tiriskan.
Waktunya menggoreng kacang! Biasalah kacang tanah digoreng. Sreeeng.
Seharusnya sih pakai teri. Tapi berhubung gue ga beli teri, ya cukup tempe dan kacang aja.
Kalau udah semua digoreng, kurangi minyak di wajan. Mulailah menggoreng bawang merah yang sudah diremas pakai air garam. Keemasan, angkat. Lalu goreng cabai hingga kering. Angkat tiriskan. Selesaiii! Beluuum!
Dengan minyak sedikit, tumis bawang putih halus dan ketumbar halus, laos yang sudah dikeprek, atau malah laos halus, juga daun salam. Wangi, beri air segelas, nasukkan asam, 1 mata asam aja, ya. Lalu masukkan gula merah yang sudah disisir, juga irisan sereh. Tunggu sampai kental. Kalau sudah mengental, masukan tempe, kacang, bawang goreng. Aduk sampai merata.
Tralalala trililili, penantian pun berakhir! Makan kering tempe kacang!
"Ini masakan Mama yang Esa bilang berhasil!" Kata Esa.

Salam Mata Kedip-Kedip,
Nitaninit Kasapink

Thursday, 5 May 2016

Tanggal Merah Untuk Emak

Tanggal di kalender selalu ada yang merah, berarti libur. Tapi seorang emak ga pernah libur. Emak tetaplah emak, yang sibuk di rumah untuk anak-anak.
"Yes, long week end!"
"Sama aja, Mbak. Long week end, yo tetep aja sibuk di rumah." Kata seorang sahabat di kantor.
Gue tercenung mendengar kalimat itu. Ya, sebegitu sibuknya seorang emak! Tanggal di kalender berwarna apa pun, tetap aja sibuk. Selalu ada hal yang harus diselesaikan oleh seorang emak.
Tapi ini long week end! Ga adakah dispensasi untuk seorang emak?
Ada! Yes! Di hari ini gue bersantai. Tugas gue hanya memasak. Beberes, mencuci, berbelanja ke pasar, dan lain-lain, sudah ditangani dengan baik oleh 2 perjaka ganteng. Yes! Dan ini berlaku hingga usai long week end!
Tanggal merah untuk emak, dipersembahkan oleh anak-anak tercinta. Bahagia banget rasanya jadi seorang emak!
Terimakasih Ngka, Esa, Pink.

Salam Bahagia,
Nitaninit Kasapink

Wednesday, 4 May 2016

Error Di Hari Melo-Melo

Pagi ini sesampai di kantor, gue memasang handsfree, mendengarkan lagu. Tiba-tiba melo, melo, melo! Iya, melo gegara mendengarkan lagu. Dahsyat banget ya, sebuah lagu bisa mempengaruhi perasaan.

Dulu gue suka lagu-lagu dari Naff. Sampai sekarang juga masih tetap suka. Tapi dulu gue punya seorang sahabat yang sama-sama suka mendengarkan lagu-lagu Naff. Seorang sahabat yang gue temui di dunia maya. Sebut saja namanya Ngong. Dengannya gue bertukar cerita, juga asyik bicara tentang lagu Naff. Sekarang gue ga mengetahui keberadaannya.

Siang ini gue masih asyik mendengarkan lagu-lagu Naff dari kompi kantor. Dan kenangan persahabatan masa lalu masih saja terbayang. Lagu dan kenangan, benar-benar membuat gue melo semelo-melonya.

Pernah ga merasakan hal yang seperti ini?

Oh ya, untuk Ngong, sahabat kecil gue, semoga lo bahagia selalu, ya.

Salam, Error lagi melo,
Nitaninit Kasapink