Tuesday, 17 January 2017

BAHAGIA ITU SEDERHANA DAN PEDE, PERCAYA DIRI

Anak bungsuku diserang virus ga pede. Virus ini lebih bahaya dibanding virus-virus lain yang bisa menyebabkan autoimunnya bangkit lagi. Ga pede menyebabkan anakku jadi lebih tertutup (introvert). Keceriaannya, hanya ada di rumah, hanya untuk kami, tapi ga untuk yang lain. Ga ada ceria saat berumpul dengan orang lain. Yng ada hanya seorang Pin yang duduk diam, pemalu. Padahal kutau pasti bahwa Pink bukan anak pemalu!

Aku selalu mengajak Pink pergi setiap ada acara setelah kutahu bahwa kondisi kesehatannya membaik. Di acara-acara tersebut Pink hanya diam. Ga bergerak! Laksana patung! Bersuara hanya jika kuajak bicara. Itu pun dengan suara lemah. Pink lenyap ditelan kesendiriannya di tengah keramaian. Betapa ini membuatku mulai pasang strategi untuk membangkitkan percaya dirinya.
Undangan cooking class kudapat dari sebuah merk elektronik terkenal. Diadakan di sebuah pusat perbelanjaan dekat rumah. Yuhuuu, siapa menolak? Aku langsung menjawab undangan tersebut, dengan syarat aku boleh membawa anakku Pink. Dan yuhu lagi, Pink diijinkan ikut! Siapa yang ga bersorak-sorak gembira kalau begini? Akuu yang sdang merancang strategi pembangunan percaya diri untuk Pink, rasanya ingin meloncat-loncat karena bahagia! Pink kuberitahu acara itu, dan kutambahkan,”Nanti kamu fotoin Mama, ya? Mama ikutan lomba memasaknya, loh!” Jawaban Pink ga terdengar di telingaku, tapi kulihat mulutnya membentuk kerucut. Manyun! Tapi aku cuma tertawa saja membalas ke-manyun-an mulutnya.

Yeah, tiba juga hari cooking class! Sejak awal Pink terlihat agak  malas-malasan. Sewaktu berangkat pun tak terdengar suaranya. Cuma ada manyun, dan manyun yang terlihat di wajahnya. Aku ga pedulikan itu. Biar saja manyun, itu kan mulutnya sendiri. Tekad cuma satu, membangun percaya dirinya.

Aku meminta Pink memotret saat lomba memasak. Langkahnya terlihat berat, malas! Wajahnya tetap saja manyun! Hanya saat kuminta seorang panitia memotret aku dan Pink saja wajahnya berubah tersenyum. Tapi sesudah itu, puuh, ga ada senyum sedikit pun!

“Pink, difoto tuh chefnya.” Kataku.

“Hmm.” Berat hati dia memotret sang chef.

Lomba memasak selesai, jelas dan pasti sekali aku ga menang! Ya iyalah, emak yang ini ga pintar memasak! Tujuanku bukan untuk lomba, tapi membangkitkan percaya diri Pink. Haha, ini alasan terbaikku. Pink menertawai saat tahu aku ga menang. Bahagia sekali melihat wajahnya ga diisi mulut manyun! Ketidak menangan adalah kebahagiaanku waktu itu.

Sebelum acara ditutup, seorang panitia meminta Pink maju. Kuis mudah harus dijawab Pink. Tapi Pink ga beranjak sama sekali dari tempat duduknya! Menggeleng dengan keras! 

Aku berkata padanya,”Ayo Nduk, maju.” 

Pink semakin melekat di kursi! Okelah, aku ga memaksanya.

Acara selesai, kuajak Pink berkeiling pusat perbelanjaan itu. Sambil santai aku berkata padanya,”Kalau tadi maju, kamu bisa beli ini itu, itu, dan itu tuh! Kan kalau tadi maju, menjawab kuis, dapat voucher.” Aku berpura-pura ga melihat raut wajahnya yang terlihat hampir menangis. “Nduk, kalau kamu masih bersikap kayak begini, ga merasa percaya diri, Mama ga akan ajak kamu kemana pun kalau Mama ada acara. Mama ga mau bikin kamu stress karena harus sedikit tampil ga mempedulikan keberadaan orang lain. Mama pergi sendiri aja. Ga percaya diri itu bikin ga maju, loh. Tadi ga maju juga karena ga percaya diri. Kamu kan cantik, pintar, apa yang bikin ga percaya diri? Anak Mama hebat, masa ga percaya diri? Ga percaya diri tuh ga bersyukur ke Tuhan. Tuhan beri hal terindah untuk kita semua. Masih ga pede? Ya silakan. Tuhan pasti kecewa karena ternyata pemberianNYA ga bikin kamu bersyukur.” Pink hanya diam. Sesampai di rumah pun hanya diam.

Waktu berlalu, ada ajakan untuk ikut sebuah acara lagi. 

“Pink, mau ikut Mama ga? Mama ada acara nih.” 

Pink mengangguk. 

“Pede, ga?” Jawaban Pink,”Pede dong!”

Hari H tiba, di acara itu Pink terlihat menikmati. Memotret kegiatanku, bahkan memvideokan! Pink lincah bergerak. Ga disangka-sangka, dia ditunjuk oleh pembawa acara untuk maju menjawab kuis, Pink maju! Great! Dengan wajah ceria yang masih terlihat agak malu-malu, dia menjawab. 

Pulang ke rumah ada senyuman di wajah Pink, dan ada hadiah dalam tas, hasil menjawab kuis. Dan ada kebahagiaan berlimpah di hatiku.



2 comments: