Wednesday, 27 April 2016

Si Penikmat Dongeng

Sewaktu gue masih kecil, setiap hari dipenuhi dongeng. Mama selalu  mendongeng. Menurut mama, aki (sebutan para cucu untuk kakek, notabene ayah dari mama) selalu mendongeng untuk mama saat kecil. Dongeng-dongeng membuat gue takjub!
Selain dari mama, gue juga didongengi oleh kaset sanggar cerita. Iya, dulu ada kaset yang khusus berisi cerita, dongeng. Setiap ada keluaran terbaru, bap membelikan untuk gue.
Dongeng-dongeng juga gue baca. Majalah, buku, menjadi amat menarik karena berisi banyak cerita, dongeng.
Waktu berjalan cepat. Gue yang menikmati dongeng mulai mendongeng. Keponakan-keponakan kecil, anak-anak tetangga, jadi korban mendengar dongeng yang gue ceritakan. Hingga akhirnya memiliki anak, dongeng ga hilang dari kehidupan gue.
Banyak nasehat, pesan moral, yang bisa dimasukkan dalam dongeng. Jadi gue ga perlu 'berbusa' menasehati, cukup dengan mendongeng. Dongeng tumbuh di dalam kehidupan gue, dan gue bertumbuh kembang bersama dongeng.
Gue ga tahu, apakah tiga anak tercinta akan meneruskan dongeng-dongeng pada anak-anak mereka kelak, atau dongeng-dongeng hanya akan jadi kenangan dalam hidup. Ga ada yang tahu. Waktu yang akan menjawab. Yang gue tahu, sejak dulu hingga saat ini, mereka juga penikmat dongeng seperti gue. Masa depan tentang mereka dan dongeng, biar saja jadi sebuah rahasia cantik.
Salam Senyum,
Nitaninit Kasapink

2 comments:

  1. dongeng memang lebih mudah dinikmati ya mbak, soalnya bisa mengembangkan imajinasi anak-anak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, selain mudah dinikmati, juga mudah diserap :)

      Delete