Skip to main content

Posts

error,"Menikmati gelapnya mati lampu".

Semalam gue bersama Esa dan Pink, asyik menonton tv, Ngka pergi dengan sahabatnya, Yosua. Bertiga santai, nonton, ngobrol, tetiba lampu PET, mati. Tunggu ditunggu, eh listrik masih mati juga. Fiuh, mati lampu, atau 'njepret' (njepret listrik tuh namanya apa ya? Tegangan listrik turun? ya maksudnya itu deh) ya? setelah diperiksa oleh Esa, ternyata memang mati lampu. Ngomong-ngomong, di luar negeri mana gitu, ada mati lampu ga ya? Ah ya sudahlah, gue cerita mati lampu semalam aja. Panas, gerah, orang Jawa bilang,"Sumuk", dan pasti banyak bahasa daerah yang menyatakan maksuda yang sama ini. Pokoknya mulai berkeringat, karena ga ada angin yang menyentuh ruangan. Pintu depan rumah pun dibuka. bertiga duduk di ruang tamu, tetap mengobrol. Seberang rumah, pinggir sawah, ada beberapa tetangga duduk di sana, mungkin karena kegerahan, mereka pun keluar rumah, duduk santai mengobrol sesama warga yang jadi korban mati lampu. Seberang rumah gue memang tempat favorit tetangga du...

error,"Bihun goreng untuk tetangga".

Hari Sabtu kemarin, gue memberi kue pada tetangga sebelah rumah. Eeh hari Minggu, si ibu tetangga memberi nasi plus lauk khas Lebaran di piring ke rumah. Jadilah gue bingung, tuh piring si ibu mau diisi apa. Mengembalikan piring kosong, rasanya kok ga enak ya. Hari minggu itu gue ga masak, pasar pun sepi, ga ada yang berjualan. Senin berlalu, Selasa juga berlalu, piring si ibu tetangga sebelah rumah masih ada di rumah gue. Huwaaa, gue bingung, mau diisi apa piringnyaaaa? Di kantor, gue menanyakan hal ini pada seorang teman,"Diisi apa ya piring si ibu tetangga sewaktu gue kembalikan piringnya?". Jawabannya fantastis untuk otak gue yang blank! "Bihun goreng, Mbak", kata teman gue. Good idea banget!! Muaaach, Mbak Pupu, udah memberi ide bagus! Jadi, sepulang kerja kemarin, gue meminta Ngka untuk membeli bihun. Dan tadi pagi-pagi gue ke pasar dekat rumah, membeli sayuran dan baso. Bihun goreng akan terhidang pagi ini, dan nanti akan mengisi piring ...

error,"Jambreeet!!"

Waktu itu mendekati hari Raya Idul Fitri, siang hari sekitar pukul 14.00, gue mengantar teman mengurus ketenagakerjaan di kantor BPJS ketenagakerjaan yang dulu dikenal dengan Jamsostek. Perusahaan tempat gue bekerja masuk wilayah BPJS ketenagakerjaan di daerah Rawamangun, Jl. Pemuda, Jakarta Timur. Siang terik, panas banget. Gue mengendarai sepeda motor, teman gue dibonceng duduk di belakang. Masa iya teman gue duduk di depan, ga cukup dong... :D . Perjalanan lancar, gue santai aja mengendarai motor, ga ngebut. Teman gue membawa 2 buah tas, yang 1 diletakkan di tengah antara gue dan dia, berisi dokumen yang diperlukan. Sedangkan tas yang 1 lagi, bergantung di sebelah bahunya. Untuk mencapai lokasi tujuan, kami melewati Jl. Paus. Macet banget. Motor bergerak perlahan. Panas, macet, benar-benar membuat gue harus berkonsentrasi penuh. Gue ga mau konyol menyerempet mobil orang. Dekat pertigaan Jl. Pemuda, gue mengambil jalur kiri perlahan. Benar-benar pelan-pelan. Jalur kiri kosong, aman ...

error,"Lima puluh ribu".

Tadi gue pulang kerja lebih cepat dibanding biasanya. Senang dong bisa pulang cepat, berarti bisa sampai di rumah lebih cepat juga. Judulnya, tralala trilili sekaliii... Pukul 3.00 sore gue mulai start gas motor. Antar teman yang rumahnya dekat kantor, lalu hayyuk pulang! Jalan raya lengang, ga macet, asyik banget. Gue nyanyi-nyanyi di motor. Mendekati klender, jalanan mulai macet. Biasaaa, biasaaaa, macet ya biasa. Tapi eh ternyata di depan, menghadang jejeran petugas. Biasaaaa, biasaaa, razia motor :D . Gue pernah posting cerita tentang razia motor. Gue minggir karena diminta minggir oleh petugas. "Selamat sore, Bu". "Selamat sore juga, Bapak". "Surat-surat, Bu". Ya memang selalu surat-surat yang ditanyakan. Gue keluarkan surat-surat dari dompet. Cuma memang pajak motor terlambat belum gue bayar. Tapi kan itu urusan pajak ya, dan itu ga ada urusann dengan petugas yang ini, tapi petugas bagian lain tentunya. "Laaah gimana sih ini pajaknya". ...

eror,"Lima menit lagi".

Di antara Ngka, Esa, Pink, anak yang paling sulit untuk dibangunkan dari tidurnya, adalah Esa. Biar pun kami membangunkannya sesuai pesan permintaannya untuk dibangunkan, tetap aja susah. Jadi kalau gue meminta Ngka, atau Pink, membangunkan Esa, yang gue dengar dan gue lihat dari mereka bedua adalah,"Suwit yuk", yang kalah, bertugas membangunkan Esa. Atau malah,"Mama aja deh Ma yang bangunin Esa", dengan wajah hopeless. Seperti biasa, gue memang selalu membangunkan Esa di pagi hari, karena Esa satu-satunya yang harus berangkat sekolah. Ngka kuliah di hari sabtu dan Minggu, sedangkan Pink, homeschooling. Esa meminta untuk dibangunkan pukul 5.30 setiap paginya. Dan setiap pagi itu pula gue selalu kesulitan membangunkan Esa. "Sa, bangun". Esa masih memejamkan matanya,"Lima menit lagi, Ma". Dan itu terus menerus,"Lima menit lagi, Ma". Tapi akhinya gue dapat juga keyword untuk membangunkan Esa. Dan mudah membangunkannya. Tapi tetap saja Ng...

error,"Tuhan mencukupi"

Tuhan mencukupi. Itu yang ingin gue share. Jangan pernah takut menghadapi kondisi yang mungkin bisa dikatakan sulit.  Kalau yang suka baca blog gue, dan yang memang tahu tentang gue, pasti sudah tahu ya kalau gue sudah pindah rumah. Ini bukan cerita tentang pindahnya gue sih, tapi ini tentang Tuhan yang mencukupi kebutuhan gue dan anak-anak saat pindah rumah. Gue bertanya pada Ngka, Esa, dan Pink, mengenai akan pindahnya kami dari rumah eyang mereka,"Kita pindah ke tempatan kontrakan yang kecil, kumuh, jelek. Kamu malu ga?". Jawaban mereka,"Ga malulah Ma. Malu kenapa?". Jawaban itu menguatkan gue untuk tetap pindah walau nanti pindah ke kontrakan yang bisa dikatakan jauh dari kata bagus. Gue cari sana-sini, ga ada. Susah banget mencarinya, karena gue cari rumah kontrakan yang perbulan. Gue ga cari yang pertahun. Akhirnya gue dapat informasi seorang teman. Lega rasanya, karena rumah tersebut tergolong rapi untuk kategori rumah kontrakan perbulan. Tuhan memberi ...

error bercerita,"Si ayam Happy bday ada di piring...".

Gue menempati rumah yang baru bersama Ngka, Esa, Pink, tuh sejak 29 Agustus 2014, dan sejak itu pula gue selalu mendengar suara ayam berkokok, karena tetangga sebelah rumah memiliki banyak ayam dalam kandang, yang ditempatkan di seberang rumahnya, pinggir sawah. Ada seekor ayam yang suara kokoknya unik, seperti sedang bernyanyi lagu Happy birthday. Gue biasanya berduet dengan si ayam. Setiap dia bernyanyi,"Hepi bersdey", gue menambahkan dari rumah,"Tu yu". Dan sungguh, hal yang kecil itu menambah kebahagiaan di hati. Setiap kali gue mendengar si ayam happy bday bernyanyi, gue selalu tertawa. Setiap hari gue dibangunkan oleh si ayam happy bday. Ya siih, ayam yang lain juga berkokok, tapi ga tahu kenapa, gue baru bisa bangun kalau mendengar nyanyian si ayam happy bday. Rasanya bahagia mendengar nyanyiannya. Ayam yang unik! Tapi gue belum pernah melihat penampakan si ayam happy bday, hanya mendengar nyanyiannya saja. Tanggal 5 Oktober 2014, hari Minggu, itu hari R...