Saturday, 21 September 2013

error bercerita,"Sebuah perjalanan" # episode 18

"Minum, Pa", aku mengangsurkan minuman dalam gelas untuk Hans, Papa dari De, Gi, dan Zi. 

Hans terlihat tak acuh. Aku mengambil sepatunya, dan meninggalkan Hans sendirian di ruang tamu. De, Gi, dan Zi, berada di dalam kamar mereka, dan tersenyum lebar saat kumenoleh pada mereka.

"Deee", panggilku.

De berlari menuju arahku, dan berteriak,"Yaaa Mamaaa"

"Diam, berisik", tiba-tiba suara Hans memotong senyum De

"Mama, ada apa?", tanya De berbisik

"Tanya Papa, Papa mau makan sekarang atau nanti, sana sayang", kataku

"Mamaa, tadi Papa udah teriak menyuruh diam, masa sekarang De yang harus tanya Papa sih Ma?", ujar De

"Justru itu, tanya sana. Sayang Papa, kan sayang?", tanyaku

"Sayang? Hmm... iya", ujar De tapi dengan suara seperti ragu

"ya udah sana, tanya ke Papa" kataku
Dan kulihat De berjalan ragu-ragu, lalu menoleh padaku. Aku tersenyum dan mengedipkan sebelah mataku padanya, lalu kulihat senyum De mengembang.

"Pa, makan?"

Tak kudengar suara Hans menjawab.

"Papa, mau makan sekarang atau nanti?"

Tak kudengar jawaban Hans. De berlari menuju ke arahku.

"Papa tidur"

"Papa lelah. Ya sudah, ga apa-apa. Papa lelah"

"Fiuh, untung Papa tidur ya Ma"

"Hmm, ga boleh gitu sayangnya Mama", jawabku sambil mengelus kepala De

Zi mendekatiku dan bertanya setengah berbisik,"Mamaaaa..., Papa tidur ya?"

Aku mengangguk mengiyakan.

Zi melanjutkan,"Papa sakit yaa??"

Aku menggeleng,"Lelah, sayang"

Gi mendekatiku dan menarik tanganku untuk mengikutinya ke depan. Aku mengikuti Gi, disusul oleh Zi, dan De. Gi mnegajak ke ruang tamu. Di sofa, Hans sedang tertidur pulas, dengan tetap memegang ponsel.

"Nanti kalau jatuh dan rusak, pasti Papa marah lagi", bisik Gi.

Aku tersenyum. Ya memang, pasti marah. Tapi kalau Hans dibangunkan pun pasti akan marah juga. Serba salah. Tapi kuputuskan untuk membiarkan saja Hans tetap dalam posisinya. De, Gi, dan Zi, kuajak masuk. Aku lebih memilih melindungi De, Gi dan Zi dibanding menjaga ponsel... Hans, apakah kamu tidak pernah merasa bahwa kami amat mencintaimu, tapi juga amat takut padamu? Lalu aku mempersiapkan makan untuk Hans. Aku juga mempersiapkan handuk untuknya.

De, Gi, dan Zi kembali masuk kamar mereka. Tawa kecil mereka terdengar olehku. Anak-anak yang manis, mereka amat mengerti keadaan, mereka penuh cinta.

"Aku mau mandi"

Suara tawa di kamar terhenti. Ah.., De, Gi, dan Zi, pasti menyadari Papa mereka sudah bangun.

"Aku mau pergi"

Aku tersenyum dan mengangguk, sambil mengambilkan handuk untuk Hans. Lalu Hans masuk ke kamar mandi.

"Mamaaaaa", Zi berbisik padaku

"Ya, kenapa cantik?"

"Papa mau pergi lagi ya?"

"Ya, cintanya Mama"

"Yes...", Zi berkata sambil tersenyum dan berlari ke kamar.

Hans..., andai saja kamu tau hal ini...


*******
















4 comments: