Tuesday, 10 September 2013

error dan,"Ini bukan halusinasi..."

Tiba-tiba kulihat sosokmu tepat di depan sebellah kiriku, tanpa senyum, dan dengan tatapan sedih memandang, tapi tak fokus padaku. Aku tersentak, dan duduk terhenyak, tanpa bisa berkata sepatah kata pun. Aku memandangmu, dan sebentar kemudian kamu pun lenyap tanpa seorang pun menyadari kedatanganmu, tak seorang pun juga menyadari kepergianmu. Cuma aku, ya, cuma aku...
Tiba-tiba aku dirundung duka hitam yang mendalam. Senyum yang terpatri hampir saja lenyap terbang bersamamu yang lenyap tanpa senyum! Tidak, senyum ini masih tetap ada, tak hilang. Erat kudekap. Ini senjataku menghadapi hidup yang menjerat dengan liku-liku terang dan redup.

Seorang putri kecil lugu duduk di sampingku asyik dengan keseriusannya sendiri, atau serius dengan keasyikannya sendiri. Menatap layar menonton anime yang ada di monitor kecil di pangkuannya. Tanpa perduli sekeliling, apalagi padamu. Yaa, cuma aku yang melihatmu, memandang berkabut bayangmu tapi jelas nyata di hadapanku, di samping seorang yang aku tak kenal siapa dia.

Apakah kamu berduka? Bukankah dunia kita sudah berbeda? Bukankah lebih indah jika perdulimu ada saat kamu memang masih bersama? Mengapa hadirmu saat semua berubah? Mengapa kamu berubah saat seharusnya kamu tak lagi hadir?
Pergilah dan jangan pernah hadir lagi... Salam penuh cinta dari kami untukmu... Damai surga bagimu, dan ada doa untukmu...


Salam kasih,
error


2 comments: