Skip to main content

error dan,"Ini bukan halusinasi..."

Tiba-tiba kulihat sosokmu tepat di depan sebellah kiriku, tanpa senyum, dan dengan tatapan sedih memandang, tapi tak fokus padaku. Aku tersentak, dan duduk terhenyak, tanpa bisa berkata sepatah kata pun. Aku memandangmu, dan sebentar kemudian kamu pun lenyap tanpa seorang pun menyadari kedatanganmu, tak seorang pun juga menyadari kepergianmu. Cuma aku, ya, cuma aku...
Tiba-tiba aku dirundung duka hitam yang mendalam. Senyum yang terpatri hampir saja lenyap terbang bersamamu yang lenyap tanpa senyum! Tidak, senyum ini masih tetap ada, tak hilang. Erat kudekap. Ini senjataku menghadapi hidup yang menjerat dengan liku-liku terang dan redup.

Seorang putri kecil lugu duduk di sampingku asyik dengan keseriusannya sendiri, atau serius dengan keasyikannya sendiri. Menatap layar menonton anime yang ada di monitor kecil di pangkuannya. Tanpa perduli sekeliling, apalagi padamu. Yaa, cuma aku yang melihatmu, memandang berkabut bayangmu tapi jelas nyata di hadapanku, di samping seorang yang aku tak kenal siapa dia.

Apakah kamu berduka? Bukankah dunia kita sudah berbeda? Bukankah lebih indah jika perdulimu ada saat kamu memang masih bersama? Mengapa hadirmu saat semua berubah? Mengapa kamu berubah saat seharusnya kamu tak lagi hadir?
Pergilah dan jangan pernah hadir lagi... Salam penuh cinta dari kami untukmu... Damai surga bagimu, dan ada doa untukmu...


Salam kasih,
error


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Prediksi Jitu, Nomor Jitu, Akibatnya juga Jitu

Sebenarnya ini sebuah cerita dari pengalaman seorang teman beberapa tahun yang lalu. Judi, ya mengenai judi. Temanku itu bukan seorang kaya harta, tapi juga bukan seorang yang berkekurangan menurutku, karena tetap saja masih ada orang yang jauh lebih berkekurangan dibanding dia. Empat orang anaknya bersekolah di sekolah swasta yang lumayan bergengsi di kota kami dulu. Tapi temanku itu tetap saja merasa 'miskin'. Selalu mengeluh,"Aku ga punya uang, penghasilan papanya anak-anak cuma berapa. Ga cukup untuk ini dan itu." Hampir setiap hari aku mendengar keluhannya, dan aku cuma tersenyum mendengarnya. Pernah aku menjawab,"Banyak yang jauh berkekurangan dibanding kamu". Dan itu mengundang airmatanya turun. Perumahan tempat kami tinggal memang terkenal 'langganan banjir', jadi pemilik rumah di sana berlomba-lomba menaikkan rumah posisi rumah lebih tinggi dari jalan, dan temanku berkeinginan meninggikan posisi rumahnya yang juga termasuk 'langganan ba...

error tentang,"Ga dibantu malah terbantu"

Ingat banget kejadian di bulan September 2007, itu barusan aja suami alias papa dari Ngka, Esa, Pink meninggal. Ga enak mendengarnya, cenderung menyebalkan, tapi justru ini yang membuat gue jadi punya semangat besar untuk bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Ngka, Esa, Pink. Suami, Henk, meninggal di usia 39 tahun. Tepat seminggu sebelum ulang tahun gue yang ke 36 tahun. Ngka usia 11 tahun, Esa 8 tahun, Pink menjelang 7 tahun. Gue ibu rumah tangga, yang ga berpenghasilan. Gue ibu rumah tangga murni. Waktu itu diadakan acara selametan meninggalnya Henk. Hampir seluruh keluarga berkumpul di rumah kami. Berdoa untuk Henk. Sewaktu orang-orang sudah mulai berkumpul, ada seorang saudara dari Henk berkata begini,"Membantu satu kali itu ga apa-apa ya Nit. Tapi kalau membantu seterusnya ya ga lah". Diucap di depan semua orang yang akan berdoa. Gue kaget, terus terang kaget mendengar ini. Tapi gue bisa menetralisir hati, dan menjawab,"Oh, jangan dibantu, mas. Ga perl...

(2) Cerita Panjang: Err.

Selamat pagi, dunia! Aku pecinta malam, tapi hal yang paling membahagiakanku adalah saat meninggalkan malam yang kelam! Setiap pagi badan terasa amat letih karena sang malam memaksa pergi menuju dunia kelam tanpa bisa menolak. Malam adalah hal yang menyenangkan karena tidak mengusikku agar bergerak cepat, tidak membuatku tergesa-gesa. Tapi malam juga sekaligus menjadi waktu yang menakutkan bagiku. Malam yang memaksa untuk tidur. Padahal setiap aku mulai terlelap, jiwa disedot kuat hingga tenggelam ke kerak bumi terdalam! Bertemu dengan para makhluk aneh yang tak terlihat olehmu dan orang-orang lain. Mereka makhluk tanpa raga. "Err! Mandi!" Mama berteriak memanggil dan menyuruhku segera mandi. Pagi! Waktu yang kubenci dan sekaligus kutunggu. "Iya, Ma! Otewe kamar mandi!" "Jangan berteriak ke orang tua!" "Kalau aku berbisik, Mama tidak mendengarku!" Berlari menuju kamar mandi. Di sudut dapur kulihat wanita menunduk dengan rambut terg...