Monday, 12 May 2014

error bercerita,"Hai, aku Err... Jangan takut"

Hai, namaku Err. Aku baru pindah ke sini. Di sini dingin, tidak seperti tempat tinggalku sebelumnya. Di sini ramai, tapi suasananya terasa sepi. Jauh berbeda dengan tempat tinggalku dulu.

"Owh hai, kun...!!", seruku pada seorang teman yang tinggal di seberangku. Tapi seperti biasa, dia cuma tertawa mengikik. Teman yang aneh.

"Gen!! Mau kemana?", aku berseru ramah pada seorang teman yang lewat, tapi dia cuek saja, sama sekali tidak memperdulikanku.

Tempat ini aneh, tapi aku berusaha beradaptasi dengan suasana yang ada. Di sini, suasana malam pun berbeda. Banyak anak kecil berkeliaran, berlari-lari, bermain. Orangtua macam apa yang mengijinkan anaknya masih bermain di malam hari? Seharusnya mereka beristirahat, tenang di rumah, berada di tempat yang hangat, bukan malah bermain di luar rumah, berlari-lari, dan berteriak-teriak. Dan masih banyak lagi mereka yang riwa-riwi di luar rumah. Tertawa-tawa, dan ada juga yang hanya diam di luar rumah. Gelap, keadaan gelap, tapi tetap tak berpengaruh di sini. Aku beradaptasi...

"Hai, kamu siapa?", suara lembut menyapaku.

"Mbah? Mbah tinggal di mana?", tanyaku.

"Di sana, tapi di rumah sedang sibuk ada pengajian. Mbah keluar saja. Nanti kalau sudah selesai, Mbah masuk lagi", jawabnya.

Berbincang dengan mbah yang tak kuketahui namanya, ternyata amat menyenangkan. Teman pertamaku! Mbah yang baik. Dia bercerita tentang anak-anaknya yang sibuk, dan tak sempat bertandang ke rumahnya, hingga si Mbah digusur, dan sekarang berada di tempat ini.

Tempat yang aneh, baru seminggu aku ada di sini, sejak aku jatuh dari jembatan layang setelah bapak tiriku memperkosaku... Tempat yang aneh... Dan kulihat kun berada di sana, di seberang pohon tempat tinggalku, di puncak tertinggi pohon mangga sambil tertawa, "Hihihihihi....!", dan aku hanya diam...

Hai, jangan takuuuut, aku cuma Err, yang diam, tak dapat kau sentuh...

****










10 comments:

  1. waaaaaaaaaaaaaaa..... hiiiii.... ga mau ngebayangin.... ga mau ngebayangin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi, jangan dibayangin, jangan dibayaaangiiiin....

      Delete
    2. udah ga ngebayangin... :P #melleet

      Delete
    3. jangan ngebayangin, jangan ngebayangiiiin... # tutup muka...

      Delete
  2. Nit, ni ceritanya ngobrol sama orgil, gitu? Hiii...takut juga sih ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, bukan bunda, tapi ini dunia lain... si kun tuh kuntilanak, gen tuh genderuwo... dan sni mbah2 itu ya yg gentayangan juga :D

      Delete
  3. waduh jatuh dari jembatan layang mbak, jadi gentayangan

    ReplyDelete
  4. Wkwkwkw...kalo ga baca comment, ga ngerti kalo ceritanya ttg dunia itu...*tepok jidat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wuehehehe, hihihi... untung baca komen ya mbak Tabitha :D

      Delete