Skip to main content

error bercerita,"Tragedi Err dan San"

"Aku tidak akan pernah membuat kebahagiaanmu berkeping. Aku telah berjanji pada Tuhan, aku tidak akan pernah menyakitimu. Tapi jika ternyata cinta dan perhatianku padamu ini menyakitimu, aku berjanji, aku tidak akan pernah mengungkapkan cinta ini lagi. Aku berhenti dari hubungan ini", ujarku pada San. Aku berusaha menahan airmata agar tak luruh.

San diam memandangku, lalu menjawab dengan gaya terlihat acuh tak acuh,"Terserah apa pun katamu. Aku bisa hidup sendiri. Tanpa siapa pun, aku bisa".

Dalam hati aku mengeluh, mengapa tak ada rasa ingin mempertahankan hubungan yang telah dijalin beberapa lama ini. Rasanya ingin berteriak, mengapa tidak berusaha introspeksi tentang hubungan ini. Mengapa hanya mengedepankan keras hati tanpa ingin memperbaiki, tanpa melihat lagi dengan baik apa yang terjadi sebenarnya di antara aku dan dia.

Antara aku dan San sudah lama berhubungan sebagai seorang teman, lalu menjadi sahabat.Setelah lama bersahabat, akhirnya cinta itu datang. Hhh, cinta! Apakah benar memang cinta yang ada di hatimu, San? Aku lirih berkata dalam hati.

"Aku bosan dengan hubungan yang selalu begini! Kamu tidak pernah mau mengerti! Jika kamu mau dan bisa mengerti tentangku, pasti kamu tidak akan bicara seperti ini!".

"Jika aku memang tidak mengerti tentangmu, maafkan aku. Tapi apakah menurutmu, kamu mengerti tentangku?"

Wajahnya terlihat tegang, dan menunjukkan ketidak acuhan yang besar. Sedangkan aku menahan airmata, dan menahan amarah yang selama ini kurasa.

Aku masih ingat bagaimana dia dulu selalu menghubungiku. Telepon, sms, BBM, setiap hari selalu ada, dan itu setiap jam selalu ada. Lalu makin lama semakin berkurang, dan mulai menghilang. Pertemuan pun semakin jarang. Datang ke rumah? Oh no, itu tak lagi dilakukannya. Dan saat aku memprotes itu semua, dia malah hanya menyalahkanku. Unfair! Sewaktu kutanya mengapa dia tak menghubungiku, jawabannya hanya kalimat datar yang singkat,"Tidak apa-apa". Sms dariku, pesan di BBM dariku, semua hanya lewat tanpa ada balasan. Inikah cinta? Cinta yang digaungkan olehnya, bahwa dia mencnintaiku amat sangat. Tapi dengan realita yang amat menyakitkan. Pernah kukatakan padanya agar jangan memberi harapan padaku jika sebenarnya tak ada harapan untukku darinya. Tapi itu tak ada jawaban darinya.

"Aku lelah! Aku harus menyelesaikan masalah yang banyak!! Bukan cuma tentangmu!", ujarnya setengah berteriak.

"Hingga melupakanku", kataku.

"Ya, aku memang melupakanmu", jawabnya dingin, dan itu seakan menghujam jantungku!

"Seperti ucapanmu yang sejak dulu sering kamu ucap bahwa kamu bisa hidup sendiri, kamu bisa tanpa siapa-siapa, dan kurasa aku memang mengganggu hidupmu, sevarang aku tak lagi avan menghubungimu. Biarlah semua berjalan tanpa ada ucapan cinta dan rindu. Cinta dan rindu milikku, itu adalah milikku, takkan kuberikan padamu. Biar saja semua jadi milikku sendiri", ucapku.

"Tadi aku sudah mengatakan padamu, terserah! Aku tak perduli".

Aku menahan sakit dalam hati yang amat sangat. Begitu tidak berharganya hubungan yang sudah dijalin selama ini baginya. Lalu untuk apa dipertahankan? Aku berteriak dalam hati...

Suasana menjadi hening, tak ada suara, dan kami sibuk dengan pikiran masing-masing. Lalu tiba-tiba kepalaku pusing, dan oh, darah mengalir dari kepala, dan ada hantaman keras lagi di daerah itu. Aku limbung...

"Tak ada yang boleh memilikimu selain aku!", suara berat masuk telingaku... Dan semua menghilang...

Ufh, tanganku terikat. Gelap sekali, mataku harus beradaptasi. Lamat-lamat bisa kulihat seseorang di sana. Oh, San!! Bagaimana keadaannya?

"Err, Err... Bangun, Err...!", suara San terdengar.

"Ya, bagaimana keadaanmu?"

"Sama sepertimu. Terluka".

"Haaaii, sudah tersadar semua yaaa...? Baguuus...! Pasangan yang sejati berada di sini, dalam gudang gelap. Err, bagaimana, apakah masih pusing?", suara berat itu lagi yang berkata. Lalu kaki yang diseret terdengar mendekatiku.

"Toy!!", aku berteriak karena mengenali siapa sebenarnya orang yang yang bersuara berat itu.

"Ya, sayang, ini aku, Toy. Jika saja kamu mencintai aku, dan tidak malah mencintai dia, tak kan terjadi kejadian ini", suara Toy yang berat melemah.

"Aku tidak mencintai dia! Ambillah dia untukmu!!", teriak San pada Toy.

"WHAT???", aku berteriak mendengar itu.

Toy pun mendekat ke San, dan berkata,"Jangan pernah menyakiti orang yang kucintai. Dia mencintaimu, dan tak perduli pada siapa pun karenamu. Jangan pernah sakiti Err..."

Aku mulai menangis...

Toy mulai terlihat gusar. Dia berteriak pada San,"JANGAN SIA-SIAKAN CINTANYA PADAMU!!"

Suara San terdengar lantang di telingaku,"Err cuma persinggahan lelahku. Ambillah jika kamu mau, Toy".

Aku makin terisak...

Toy makin gusar, dan mendekati San. Dan oops, San memukul Toy dengan menggunakan kayu yang ada di, dekatnya. Toy mundur, San bangkit berdiri. Tali yang mengikat tangannya lepaslah sudah. Pergumulan lumayan seimbang antara San dan Toy. Tapi San tetap lebih kuat dibanding Toy. Toy pun rubuh. San mendekatikatiku, membuka ikatan tanganku, memelukku, dan berkata,"Maafkan aku, aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu, Err. Maafkan aku. Jangan pernah pergi dariku". Aku hanya terisak dalam pelukan San. 

Toy yang mulai sadarkan diri, bangkit, dan menubruk San. Pelukan kami terlepas. Aku terhuyung-huyung, dan terjatuh. Sebuah benda yang  tajam yang berada di lantai menusukku dari belakang. San berlari mendekatiku, menangis memelukku, dan berkata tentang cintanya padaku, tentang harapannya hidup bersamaku. Tapi kemudian San pun rubuh di atas tubuhku, entah apa yang dilakukan Toy pada San, tapi darahnya membasahi tubuhku... Aku memeluknya dengan seluruh kekuatan yang masih tersisa. "San! Aku mencintaimu...", itu ucapan terakhir yang kuucap... Dan semua menjadi samar, lalu menghitam... 

***





























Comments

Popular posts from this blog

Prediksi Jitu, Nomor Jitu, Akibatnya juga Jitu

Sebenarnya ini sebuah cerita dari pengalaman seorang teman beberapa tahun yang lalu. Judi, ya mengenai judi. Temanku itu bukan seorang kaya harta, tapi juga bukan seorang yang berkekurangan menurutku, karena tetap saja masih ada orang yang jauh lebih berkekurangan dibanding dia. Empat orang anaknya bersekolah di sekolah swasta yang lumayan bergengsi di kota kami dulu. Tapi temanku itu tetap saja merasa 'miskin'. Selalu mengeluh,"Aku ga punya uang, penghasilan papanya anak-anak cuma berapa. Ga cukup untuk ini dan itu." Hampir setiap hari aku mendengar keluhannya, dan aku cuma tersenyum mendengarnya. Pernah aku menjawab,"Banyak yang jauh berkekurangan dibanding kamu". Dan itu mengundang airmatanya turun. Perumahan tempat kami tinggal memang terkenal 'langganan banjir', jadi pemilik rumah di sana berlomba-lomba menaikkan rumah posisi rumah lebih tinggi dari jalan, dan temanku berkeinginan meninggikan posisi rumahnya yang juga termasuk 'langganan ba...

NOVEL!

Proyek Monumental 2014? Oops, sebenarnya aku punya proyek yang seharusnya sudah diselesaikan sejak beberapa bulan lalu, tapi terhenti karena keadaan yang benar-benar di luar kemampuanku. Dimulai dari sakitnya anakku, harus mengurus bapak yang akan dioperasi, dan masih banyak hal lain yang semuanya tentang keadaan kesehatan anak-anak, orangtua, juga yang akhirnya membuat kondisi kesehatanku pun turun. Aku berusaha sekuat tenaga, tapi ternyata aku tidak bisa menyelesaikan, aku benar-benar berhenti. Ufh, menyedihkan. Proyekku adalah menyusun sebuah novel, yang sebenarnya sudah ada, aku hanya harus menulis ulang saja. Setiap kali hendak meneruskan tulis ulang novel tersebut, selalu ada masalah yang harus ditangani secara serius dan khusus, hingga menguras energiku, dan tulis ulang itu terhenti lagi. Padahal novel itu akan kupersembahkan untuk 3 anakku, Ngka, Esa, Pink, yang biasa kusebut sebagai kasapink. Sekarang semoga keadaan membaik, hingga proyekku bisa terlaksana. Novelku berjudul ...

error berteriak kegirangan,"CIHUUII GUE JADI MODEL BLOGCAMP!"

  Pagi-pagi ada kunjungan dari Dhee Guslik yang katanya mau gunakan foto gue untuk dijadikan model di kuis tebak nama model yang diadakan oleh blogcamp, menyambut hari kemerdekaan. Hihihi..., gue jadi model 17-an...!! Wew.., boleh-boleh aja... Ni dia foto yang dijadikan bahan kuis dan akhirnya seudah diobrak abrik jadi deh foto gue begini... Bisa dilirik ke  http://abdulcholik.com/2013/08/13/kuis-tebak-nama-model-edisi-khusus-hut-kemerdekaan-ri/ Hwehehehe... serasa jadi bintang tenarr...!! Jadi model yang cihui banget! Itu kemarin tanggal 13 Agustus 2013 dan ditutup pada tanggal yang sama pukul 17.00 WIB. Pengumuman pemenang kuis juga udah diumumkan tadi pagi... Rasanya suweneeeng bangeeet, karena ada yang mau menjawab, dan ada yang bisa menjawab benar, pada menjawab salah aja gue dah seneng kok! Untungnya ga ada yang menjawab Tamara Bleszinsky... Hahaha!!  Dan lebih seneng lagi karena di pengumuman itu ada ulasan tentang si error ini di http://abdulcholik....