Skip to main content

error tentang,"Rindu yang terhempas"



Euphoria - Silence in everywhere (Youtube)


Selembar rindu melambai ditiup angin semilir, 
tersenyum padaku... 
Ya, namanya rindu... 
Dia berbisik bahwa itu terhubung padamu

Rindu? Hmm.., ya. Aku punya sejuta gudang rindu tentangmu. Tidak, rindu-rindu ini tidak kusimpan, tapi mereka berkumpul dengan sendirinya, dan dengan tenang berjajar rapi di dalam hati, di dasar jiwa.

Jangan bertanya padaku, mengapa rindu-rindu ini berjajar dalam hariku. Aku juga tak mengerti mengapa rindu-rindu bermunculan dan menyebut namamu. Sungguh, aku tak tahu mengapa. Tiba-tiba saja aku merindukanmu dalam hariku. Tapi semua kutahan erat.

Menceritakan dengan jujur tentang rindu yang kupunya padamu jelas sebuah kekonyolan! Dan hanya memicu kemarahan yang tak pernah kukira sebelumnya. Ternyata sebuah kejujuran yang ada hanya memicu berjuta amarah yang ada padamu. Dan aku terhenyak!

Rindu? Ya, rindu ini ada tanpa kurekayasa. Aku tak bisa enyahkan, tak bisa pula menghapusnya. Mencoba menahan getaran yang berdetak-detak di hati setiap saat, dan nyatanya aku tak bisa... Ya, rindu-rindu bermunculan tanpa pernah bisa kuusir...

Satu saat nanti,
jika rindu bertanya padaku
mengapa tak tersampaikan padamu
apa yang harus kukatakan sebagai jawaban?
"Rindu ini cuma rindu yang terhempas..."



*****************************




Comments

  1. Rindu memang menyiksa namun indah untuk dirasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, tapi rasanya kalo menyiksa, mending ga deh...
      hihihi :D

      Delete
  2. rindu bukanlah rindu jika pada akhirnya tidak diluapkan....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Prediksi Jitu, Nomor Jitu, Akibatnya juga Jitu

Sebenarnya ini sebuah cerita dari pengalaman seorang teman beberapa tahun yang lalu. Judi, ya mengenai judi. Temanku itu bukan seorang kaya harta, tapi juga bukan seorang yang berkekurangan menurutku, karena tetap saja masih ada orang yang jauh lebih berkekurangan dibanding dia. Empat orang anaknya bersekolah di sekolah swasta yang lumayan bergengsi di kota kami dulu. Tapi temanku itu tetap saja merasa 'miskin'. Selalu mengeluh,"Aku ga punya uang, penghasilan papanya anak-anak cuma berapa. Ga cukup untuk ini dan itu." Hampir setiap hari aku mendengar keluhannya, dan aku cuma tersenyum mendengarnya. Pernah aku menjawab,"Banyak yang jauh berkekurangan dibanding kamu". Dan itu mengundang airmatanya turun. Perumahan tempat kami tinggal memang terkenal 'langganan banjir', jadi pemilik rumah di sana berlomba-lomba menaikkan rumah posisi rumah lebih tinggi dari jalan, dan temanku berkeinginan meninggikan posisi rumahnya yang juga termasuk 'langganan ba...

error tentang,"Ga dibantu malah terbantu"

Ingat banget kejadian di bulan September 2007, itu barusan aja suami alias papa dari Ngka, Esa, Pink meninggal. Ga enak mendengarnya, cenderung menyebalkan, tapi justru ini yang membuat gue jadi punya semangat besar untuk bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Ngka, Esa, Pink. Suami, Henk, meninggal di usia 39 tahun. Tepat seminggu sebelum ulang tahun gue yang ke 36 tahun. Ngka usia 11 tahun, Esa 8 tahun, Pink menjelang 7 tahun. Gue ibu rumah tangga, yang ga berpenghasilan. Gue ibu rumah tangga murni. Waktu itu diadakan acara selametan meninggalnya Henk. Hampir seluruh keluarga berkumpul di rumah kami. Berdoa untuk Henk. Sewaktu orang-orang sudah mulai berkumpul, ada seorang saudara dari Henk berkata begini,"Membantu satu kali itu ga apa-apa ya Nit. Tapi kalau membantu seterusnya ya ga lah". Diucap di depan semua orang yang akan berdoa. Gue kaget, terus terang kaget mendengar ini. Tapi gue bisa menetralisir hati, dan menjawab,"Oh, jangan dibantu, mas. Ga perl...

(2) Cerita Panjang: Err.

Selamat pagi, dunia! Aku pecinta malam, tapi hal yang paling membahagiakanku adalah saat meninggalkan malam yang kelam! Setiap pagi badan terasa amat letih karena sang malam memaksa pergi menuju dunia kelam tanpa bisa menolak. Malam adalah hal yang menyenangkan karena tidak mengusikku agar bergerak cepat, tidak membuatku tergesa-gesa. Tapi malam juga sekaligus menjadi waktu yang menakutkan bagiku. Malam yang memaksa untuk tidur. Padahal setiap aku mulai terlelap, jiwa disedot kuat hingga tenggelam ke kerak bumi terdalam! Bertemu dengan para makhluk aneh yang tak terlihat olehmu dan orang-orang lain. Mereka makhluk tanpa raga. "Err! Mandi!" Mama berteriak memanggil dan menyuruhku segera mandi. Pagi! Waktu yang kubenci dan sekaligus kutunggu. "Iya, Ma! Otewe kamar mandi!" "Jangan berteriak ke orang tua!" "Kalau aku berbisik, Mama tidak mendengarku!" Berlari menuju kamar mandi. Di sudut dapur kulihat wanita menunduk dengan rambut terg...