Friday, 14 February 2014

error dan,"Lelah"

Lagu Smoke Gets in Your Eyes membangunkanku dari tidur yang tidak bisa dikatakan  lelap. Semalam tidurku gelisah. Aku kaget, dan langsung duduk saat lagu itu tertangkap oleh telinga.

Pusing, kepalaku pusing sejak beberapa hari yang lalu. Rasanya berat, dan berdenyut. Mungkin hanya faktor lelah.

Aku tidak tahu apa yang akan kutulis di blog pagi ini. Curhat aja kali ya... Curhat tentang apa? Hmm, tentang lelahku.

Siapa yang tidak pernah merasakan lelah? Pasti semua orang pernah merasakan lelah. Entah itu lelah secara fisik, atau bisa jadi lelah secara psikis. Lelah fisik? Istirahat. Lelah psikis? Ya isitirahat juga. Nah loh, istirahat psikis gimana caranya? Apa iya bisa psikis disuruh  rebah dan tidur, lalu lelah menghilang? Hehe, psikis berbeda dengan fisik, tapi juga sama. Halah, beda tapi sama, apa juga maksud tulisan ini? Mau tau? Hayuk deh kita obrolin tentang ini.

Psikis itu sama dengan fisik, bisa merasakan lelah. Sama dengan fisik, jangan berbeban berat. Dan juga sama dengan fisik, harus beristirahat.Sekarang bagaimana cara supaya tidak berbeban berat? Dan kalau sudah berbeban berat, apa yang harus dilakukan untuk beristirahat?

Meringankan beban yang ada dalam pikiran, tentunya tidak membebani psikis. Jangan terlalu banyak berpikir. Ada banyakhal yang harus dipikir, tapi juga ada banyak hal yang bisa tidak dipikirkan, ada banyak hal yang tidak seharusnya dipikir. Jangka panjang dan jangka pendek sebuah permasalahan, itu yang harus dipetakan. Pikir yang jangka pendek dulu, yang jangka panjang bisa menyusul nanti sesudah selsai tentang jangka pendek. Susah ya? Bisa kok kalau mau dicoba.
Siapa sih yang tidak punya masalah  hidup? Semua orang pasti punya masalah dalam hidupnya. Tapi bukan berarti masalah  itu dibawa setiap saat kan? Umpamakan masalah itu dengan tas ransel yang berisi penuh dengan berbagai macam keperluan kita. Berat, dan membebani. Punggung, tubuh kita pasti merasa lellah, dan sakit karena memanggul tas ransel tersebut. Ada kalanya kita melepaskan dan meletakkan tas ransel itu. Ya kan? lelah, dan membuat sulit bergerak bebas. Masalah pun sama seperti tas ransel yang berisi penuh, dan kita panggul itu. Ada saatnya kita harus meletakkannya, agar kita bisa bergerak bebas, dan tidak kelelahan. Jangan panggul semua masaah hidup di setiap detik yang ada. Peran kita sewaktu hidup di dunia amatah banyak. Peran sebagai teman, peran sebagai sahabat, peran sebagaoi saudara, peran sebagai anak, peran sebagai orangtua, peran sebagai pasangan hidup, peran sebagai kekasih, peran sebagai peverja, dan mamsih banyak lagi.  Bagaimana bisa menjalani semua peran itu dengan baik jika kita masih dibebani dengan masalah yang mengganggu seperti tas ransel yang berisi penuih yang selalu kita panggul itu? Letakkan, dan mulailah dengan ringan karena sudah meletakkan semua masalah yang ada untuk sebuah peran yang akan dijalani. Jangan dicampur adukkan antara masalah dalam peran yang satu ke peran yang lain. Jika sudah bisa meletakkan masalah tersebut, berarti kita beristirahat secara psikis. Ada waktunya untuk berpikir tentang masalah tersebut. Ada kalanya lah itu benar-benar melelahkan. Seperti yang kurasakan beberapa waktu ini. Dan kulepaskan beberapa hal yang membebani hati dan otak. Hal yang jika dipikir itu adalah sebuah kesempatan besar yang bagus untuk jalan karir, tapi itu kulepaskan, karena ada hal lain yang lebih membutuhkan konsentrasi pikiran.

Pagi ini aku duduk memandang luar rumah ditemani Ngka. Bersyukur bisa melepas rasa lelahku dengan berbincang ringan.

Salam pagi, senyum jangan pernah hilang...
error


 

0 komentar:

Post a Comment