Wednesday, 26 July 2017

(9) Err Dan Bless, Sepasir Surat

Hai, masih ingat aku? Aku, Err, hantu pantai yang cantik, kata Bless. Syantik! Hanya Bless, si hantu lelaki tinggi besar yang mengatakan bahwa aku cantik, syantik! Tahukan kamu, ini membuatku menari-nari, melambung jauh melebihi awan! Hai, jangan beritahu Bless! Aku harus jaga image di depan dia! Sebagai hantu perempuan yang syantik, tentunya aku juga harus tampak elegant. Hahaha!

Seperti biasa, aku di sini bermain pasir, menyungkilnya dengan ujung kaki. Amat menyenangkan menghamburkan pasir hingga butirannya melayang tinggi melewati kepalaku! Lalu berlari bersama ombak yang datang. Mengecipakkan air dengan tangan. Ini kebiasaanku sejak kecil, saat masih berada di duniamu, dunia yang hidup.

Saat ini aku sendiri tanpa Bless, lelaki sebiji mata yang biasa berpasangan denganku dalam berbagi pandang. Bless pergi dan entah akan kembali atau tidak. Mungkin dia tak akan pernah lagi ada di sini. Bukan menghilang, tapi ada hal yang lebih indah dibanding bersamaku. Siapa pun boleh memilih hal apa yang terbaik baginya,  bukan? Dan aku juga tahu bahwa tak akan pernah bisa menjadi hal yang indah apalagi terindah baginya.

Aku akan tetap di sini, tak akan meninggalkanmu.

"Bless, kamu menghilang lagi dan lagi."

Diam menunduk mencoba menghitung pasir. Lalu berjongkok, mengusik pasir yang rapi diusap ombak.

Pelan-pelan menorehkan huruf demi huruf di pasir. Sepasir surat untuk Bless.

Dear Bless,
masih ingat aku? Aku, Err. Aku mungkin bukan lagi sebiji mata yang bisa memandang bersamamu. Tapi aku tetaplah Err yang merasakan kehadiranmu dalam rongga kosong mataku.
Bless,
ketika aku mencintai, aku membatasinya dengan cinta. Ketika aku mengasihi, kubatasi dengan kasih.
Bless,
Pagi ini ada sejumlah rindu yang harus dijaga tetap berada dalam batasan rindu, dan hanya akan menjadi rindu. Seperti cinta yang dibatasi cinta, dan kasih yang berbatas kasih.
Pagi ini ada logika yang tersenyum saat menyikapi seluruh rasa. Logika ini tersakiti oleh rasa yang mendesakku untuk berteriak tentang cinta, kasih, dan rindu! Dan seluruh rasa yang kumiliki pun tersakiti oleh logika yang berteriak agar kumenjauh darimu!

Bless, 
aku tahu kamu punya masa lalu yang disimpan erat oleh hatimu. Begitu erat dan menghangatkanmu setiap detik. Kutahu amat berharga kumpulan kenangan masa lalumu hingga tak sedikit pun dibagi pada siapa pun. 
Bless,
aku berbagi biji mata denganmu, bukan berarti kamu harus berada bersamaku. Berbagi pandang bukan berarti aku akan menghalangi arahmu. Aku hanya ingin kosongnya rongga matamu diisi dengan kasih. Mungkin tak banyak berarti bagimu, malah mungkin sama sekali tak ada harganya bagi kisahmu yang pasti penuh bintang cemerlang dan pelangi yang berpendar penuh warna. Aku hanya punya sebiji mata yang punya kasih sederhana.
Bless,
aku mengerti kisahmu sungguh luar biasa! Dan kumengagumimu yang lebih dari luar biasa!
Bless,

ini sebuah kebodohanku, menulis sepasir surat seluas pantai. Tapi aku hanya berusaha jujur tentangku. Walau kutahu kamu tak akan pernah membacanya, karena sedetik kemudian ombak menghapus seluruh huruf yang ditoreh dalam pasir.
Bless, 
jika satu saat nanti ada hal yang kamu rasa ingin berbagi denganku, kamu tahu di mana harus mencariku.  Aku, Err, mengasihimu dan mencintaimu dengan logika. 

Salam Penuh Kasih,
Err


Air mata menderas basahi pantai. 

Huruf-huruf dihapus oleh air mataku sendiri. Sedihku adalah milikku sendiri. Tapi alam tahu yang kurasakan. Ombak menggulung begitu dahsyat.

Aku, Err. Kehilangan kekasih berbagi pandang yang selama ini menjadi kebahagiaan.

Aku, Err. Hantu perempuan sebiji mata yang memandang melalui mata kananku, dan sedang berusaha memusnahkan seluruh kisah dengan rongga kosong di mata kiri.

Dulu saat kehidupan masih ada dalam kisahku, pernah ditikam hingga mati oleh kasih yang dalam. Dan saat ini aku mati untuk ke-dua kali oleh kasih yang kumiliki. Tapi setidaknya aku tak pernah menikam siapa pun, tak akan pernah membunuh karena kasih tertanam kuat.

Kamu, apakah kamu pernah menikam orang yang dikasihi dengan kasih hingga mati? Jaga kasihmu, jangan pernah membunuhnya karena kasih yang dimilikinya. 

Aku, Err. Hanya Err, hantu perempuan sebiji mata dan serongga mata kosong. 



Nitaninit Kasapink











0 komentar:

Post a Comment