Skip to main content

error dan cerita Henk kepadamu...




Cerita yang gw tulis di sept 2012...




Cerita Henk Kepadamu

by Nitaninit Kasapink (Notes) on Saturday, September 22, 2012 at 9:50am

Aku ingin menghapus airmatanya yang mengalir basahi pipinya dan menghapus semua duka yang ada dalam hidupnya selama ini. Tapi aku cuma bisa memandanginya yang masih saja menangis dan bercerita padaku tentang apa saja yang dilaluinya bersama 3 anak kami dan tanpaku di sisi mereka. Kupandangi juga 3 buah hati kami yang sedang asik bercanda dan asik bercerita. Aku cuma bisa memandang dan tanpa berkata sepatah katapun. Mereka tak mendengarku.

Melayang ingatan ke masa lalu belasan tahun silam...dimana semua berlangsung awal. Aku dan dia bersama dalam sebuah kisah yang menurutnya amat indah dan membahagiakan, sedangkan aku merasa semua adalah hal yang biasa-biasa saja. Cintanya membuatku merasa diperhatikan, cintanya memperhatikan hidupku. Dan aku selalu biasa-biasa saja. Indah? Aku juga tidak tahu apakah itu indah menurutku. Bahagia? Aku juga tidak tahu apakah aku berbahagia selama bersamanya. Satu per satu anak kami lahir dan aku ada di sana, di tempat yang sama dengannya. Dan aku biasa-biasa saja. Anak-anak hannya membuat kebisingan menurutku, untunglah mereka tidak membisingkan hidupku dulu.

Anak-anak tumbuh dan berkembang. Dia pun tersenyum dan mencintai mereka, juga mencintaiku seperti apa yang selalu diucapkan dan dilakukannya selama ini padaku dan pada 3 anak kami. Sebuah cinta dan cinta dan selalu cinta kulihat di matanya. Tapi aku tak pernah mengetahui cintakah aku padanya. Aku tak pernah tahu, apakah cinta padanya selama hidupku. Yang kutahu, dia tak pernah perduli cinta atau tidak aku padanya. Dilakukannya apa yang baik untukku juga untuk 3 anak kami.

Setiap hari berlalu, dan aku tetap tak pernah tahu tentang cinta untuknya. Tidak setiap hari kami bertemu dan habiskan waktu bersama. Rindu selalu diucapkannya,dan aku juga tahu tentang kerinduannya padaku melalui tatapan matanya dan melalui perlakuannya padaku. tapi tetap aku tak bergeming, dan tetap tak tahu rindukah akau padanya, rindukah aku pada anak-anak kami yang penurut dan selalu saling menolong yang aku tahu dari cerita-ceritanya yang sering mengalir dari tulisan-tulisan yang diselipkannya di dompetku atau dimasukkannya ke dalam tas kerjaku, yang kubaca lalu kubuang ke tempat sampah dan pernah dia menemukan surat yang ditulisnya untukku ada di tempat sampah, dan diambilnya, lalu diberikannya kembali padaku, dan kubuang kembali.

Aku masih memandangnya tanpa berkedip. Aku merasakan cintanya yang masih mengalir untukku. Tapi aku masih juga tak tahu tentang cintakah aku padanya. Jika kusadari saat inipun mungkin sudah tak berguna lagi. Aku melihat kerinduannya untuk bertemu denganku, dan amat bersukacita ketika bermimpi tentangku yang tersenyum dan berbincang dengannya. Satu hal yang tak pernah kulakukan selama ini dalam hidupku.

Dia hapus airmatanya, dan tersenyum padaku. Aku tersenyum padanya. Betapa ingin memberikan kekuatan padanya bahwa dia tak sendiri dalam jalani hidupnya dan anak-anak. Tapi rasanya percuma saja, karena dia memang tak pernah sendiri. Dalam dirinya ada kekuatan besar dari 3 anak kami, dan kutahu itu adalah penyemangat hidupnya.

Hingga saat ini dia masih saja mencintaiku dan memikirkan tentang keberadaanku. Padahal aku tak pernah ada dalam hidupnya apalagi saat ini. Dijenguknya aku di pagi buta, dan dibersihkannya rumahku dari ilalang yang tumbuh liar. Aku cuma memandanginya tak bisa membantunya. Kulihat airmata mengalir deras, dan kudengar suaranya lirih namun tegas berkata tentang rindunya dan cintanya padaku, juga tentang cinta dan rindunya 3 anak kami padaku, dan juga permintaan maafnya karena baru bisa datang menjenggukku. Aku tak keluar dari rumah saat dia datang. Aku tetap diam dalam rumahku sendiri, tak berbuat apa-apa.

Dia istriku, yang menemaniku selama 16 tahun, dan dia memberiku anak-anak yang manis. Dia istriku, apakah kamu tahu itu? Aku akan datang padamu untuk bercerita tentang hari-hari yang ada di masa lalu menyangkut aku dan dia juga anak-anak kami. Tunggu aku malam ini...aku akan datang padamu. Jika tirai di jendelamu terkuak sendiri, itu tanda kedatanganku, dan akan kuucap..."Hai, aku Henk...suaminya selama 16 tahun, dan meninggal 5 tahun lalu karena kanker hati...dengarlah ceritaku tentang kami...tentang dia, aku,dan anak-anak kami dulu semasa aku masih hidup..."

-error...22sept12- MENJELANK 5 TAHUN WAFATNYA HENK...











Comments

  1. keren banget mbak.. menceritakannya dari sudut pandang suami Mbak yang sudah wafat.. saya selalu salut dengan single moms spt mbak.. dimana kekuatan terbesarnya dari anak2.. terus semangat mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak Marita Ningtyas atas supportnya :). Salam kenal :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Prediksi Jitu, Nomor Jitu, Akibatnya juga Jitu

Sebenarnya ini sebuah cerita dari pengalaman seorang teman beberapa tahun yang lalu. Judi, ya mengenai judi. Temanku itu bukan seorang kaya harta, tapi juga bukan seorang yang berkekurangan menurutku, karena tetap saja masih ada orang yang jauh lebih berkekurangan dibanding dia. Empat orang anaknya bersekolah di sekolah swasta yang lumayan bergengsi di kota kami dulu. Tapi temanku itu tetap saja merasa 'miskin'. Selalu mengeluh,"Aku ga punya uang, penghasilan papanya anak-anak cuma berapa. Ga cukup untuk ini dan itu." Hampir setiap hari aku mendengar keluhannya, dan aku cuma tersenyum mendengarnya. Pernah aku menjawab,"Banyak yang jauh berkekurangan dibanding kamu". Dan itu mengundang airmatanya turun. Perumahan tempat kami tinggal memang terkenal 'langganan banjir', jadi pemilik rumah di sana berlomba-lomba menaikkan rumah posisi rumah lebih tinggi dari jalan, dan temanku berkeinginan meninggikan posisi rumahnya yang juga termasuk 'langganan ba...

NOVEL!

Proyek Monumental 2014? Oops, sebenarnya aku punya proyek yang seharusnya sudah diselesaikan sejak beberapa bulan lalu, tapi terhenti karena keadaan yang benar-benar di luar kemampuanku. Dimulai dari sakitnya anakku, harus mengurus bapak yang akan dioperasi, dan masih banyak hal lain yang semuanya tentang keadaan kesehatan anak-anak, orangtua, juga yang akhirnya membuat kondisi kesehatanku pun turun. Aku berusaha sekuat tenaga, tapi ternyata aku tidak bisa menyelesaikan, aku benar-benar berhenti. Ufh, menyedihkan. Proyekku adalah menyusun sebuah novel, yang sebenarnya sudah ada, aku hanya harus menulis ulang saja. Setiap kali hendak meneruskan tulis ulang novel tersebut, selalu ada masalah yang harus ditangani secara serius dan khusus, hingga menguras energiku, dan tulis ulang itu terhenti lagi. Padahal novel itu akan kupersembahkan untuk 3 anakku, Ngka, Esa, Pink, yang biasa kusebut sebagai kasapink. Sekarang semoga keadaan membaik, hingga proyekku bisa terlaksana. Novelku berjudul ...

error berteriak kegirangan,"CIHUUII GUE JADI MODEL BLOGCAMP!"

  Pagi-pagi ada kunjungan dari Dhee Guslik yang katanya mau gunakan foto gue untuk dijadikan model di kuis tebak nama model yang diadakan oleh blogcamp, menyambut hari kemerdekaan. Hihihi..., gue jadi model 17-an...!! Wew.., boleh-boleh aja... Ni dia foto yang dijadikan bahan kuis dan akhirnya seudah diobrak abrik jadi deh foto gue begini... Bisa dilirik ke  http://abdulcholik.com/2013/08/13/kuis-tebak-nama-model-edisi-khusus-hut-kemerdekaan-ri/ Hwehehehe... serasa jadi bintang tenarr...!! Jadi model yang cihui banget! Itu kemarin tanggal 13 Agustus 2013 dan ditutup pada tanggal yang sama pukul 17.00 WIB. Pengumuman pemenang kuis juga udah diumumkan tadi pagi... Rasanya suweneeeng bangeeet, karena ada yang mau menjawab, dan ada yang bisa menjawab benar, pada menjawab salah aja gue dah seneng kok! Untungnya ga ada yang menjawab Tamara Bleszinsky... Hahaha!!  Dan lebih seneng lagi karena di pengumuman itu ada ulasan tentang si error ini di http://abdulcholik....