Skip to main content

Aku Menemukan Mama Kembali

Mama dan aku

Ga terbayang sama sekali kakak kandungku menyembunyikan keberadaan mama dariku dan anak-anakku, berusaha memutus hubungan mama dengan kami, tanpa alasan. Berbulan mencari, hingga akhirnya bisa menemukan mama, pada hari ke-2 Idul Fitri yang lalu, 15 Juli 2015. 

Mama ada di kamar, di tempat tidur, karena lumpuh sejak Februari 2011, akibat stroke.

"Kenapa Nit ga dikasih tahu alamat baru ini?"

"Mama ga tahu," sambil menggeleng lemah mama menjawab.

"Nit telepon, ga diangkat sama Mas. Nit sms juga ga dijawab."

"Mama berdoa setiap hari supaya Mama bisa ketemu Ninit."

Itu sepenggal percakapan dengan mama.

Sebelum pulang, kuucap,"Nit sayang Mama." Lalu kami kembali berpelukan.

Aku percaya kasih Tuhan yang mempertemukan kami kembali.
























Comments

  1. Syukurlah udah ketemu sama mamanya ya mbak :')

    ReplyDelete
  2. alhamdulillah bisa ketemu dengan kembali dengan mama tercinta,,,semoga mama diberi kekuatan dalam menghadapi sakit yang diderita..dan semoga Allah SWT memberi kelapangan untuk kesembuhannya..aamiinn
    selamat berlomba yaaa mbak Nitaninit.....keep happy blogging always...salam dari Makassar-Banjarbaru

    ReplyDelete
  3. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam GA Sehari: Aku dan Ibuku
    Sudah didaftar
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

...Filosofi Tembok dari Seorang di Sisi Hidup...

Sisi Hidup pernah berbincang dalam tulisan dengan gw. Berbicara tentang tembok. Gw begitu terpana dengan filosofi temboknya. Begitu baiknya tembok. 'Tembok tetap diam saat orang bersandar padanya. Dia pasrah akan takdirnya. Apapun yang dilakukan orang atau siapapun, tembok hanya diam. Tak bergerak, tak menolak. Cuma diam. Tembok ada untuk bersandar. Gw mau jadi tembok' Itu yang diucapnya Gw ga habis pikir tentang fiosofi tembok yang bener-bener bisa pasrah diam saat orang berbuat apapun padanya. karena gw adalah orang yg bergerak terus. Tapi sungguh, takjub gw akan pemikiran tembok yang bener-bener berbeda ama pemikiran gw yang selalu bergerak. Tembok yang diam saat siapapun berbuat apapun padanya bener-bener menggelitik gw. Gw sempet protes, karena menurut gw, masa cuma untuk bersandar ajah?? Masa ga berbuat apa-apa?? Dan jawabannya mengejutkan gw... 'Gw memang ga pengen apa-apa lagi. Gw cuma mau diam' Gw terpana, takjub... Gw tau siapa yang bicara tentang tembok. Ora...

Mandi Parfum Degan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Teringat sewaktu aku masih kanak-kanak sering kali oleh mama diceritakan tentang seorang anak perempuan bernama Ani yang malas mandi. Kemudian seluruh tubuhnya dipenuhi rumput! Ani bersedih, ibunya juga bersedih. Lalu sahabat-sahabatnya datang membawa banyak hewan pemakan rumput! Menyeramkan sekali karena ada banyak sapi, kambing, kelinci, kuda, kerbau, kijang, jerapah, sampai gajah, mendatangi Ani yang penuh rumput. Semua hewan itu mengejar ingin makan rumput yang ada di tubuh Ani.  Cerita itu sukses membuatku jadi rajin mandi karena tidak mau dikejar banyak hewan seperti itu. Setelah besar baru kutahu bahwa mama bercerita itu memang agar aku rajin mandi. Mungkin aroma tubuhku kecut waktu susah disuruh mandi. Seperti yang kita ketahui, Indonesia termasuk negara beriklim tropis, ada di garis ekuator atau berada di garis khatulistiwa. Karena itu suhu di negara kita hangat. Sinar matahari menyinari sepanjang tahun dan itu menyebabkan tubuh banyak menghasilkan keringat. Se...

(2) Cerita Panjang: Err.

Selamat pagi, dunia! Aku pecinta malam, tapi hal yang paling membahagiakanku adalah saat meninggalkan malam yang kelam! Setiap pagi badan terasa amat letih karena sang malam memaksa pergi menuju dunia kelam tanpa bisa menolak. Malam adalah hal yang menyenangkan karena tidak mengusikku agar bergerak cepat, tidak membuatku tergesa-gesa. Tapi malam juga sekaligus menjadi waktu yang menakutkan bagiku. Malam yang memaksa untuk tidur. Padahal setiap aku mulai terlelap, jiwa disedot kuat hingga tenggelam ke kerak bumi terdalam! Bertemu dengan para makhluk aneh yang tak terlihat olehmu dan orang-orang lain. Mereka makhluk tanpa raga. "Err! Mandi!" Mama berteriak memanggil dan menyuruhku segera mandi. Pagi! Waktu yang kubenci dan sekaligus kutunggu. "Iya, Ma! Otewe kamar mandi!" "Jangan berteriak ke orang tua!" "Kalau aku berbisik, Mama tidak mendengarku!" Berlari menuju kamar mandi. Di sudut dapur kulihat wanita menunduk dengan rambut terg...