Thursday, 21 November 2013

error,"Masuk neraka? Oops!!"

Pagi ini semua terasa biasa-biasa saja. Ya, jadi biasa-biasa saja kalau difikir biasa-biasa saja, dan pada akhirnya akan membuatku jadi biasa, dan biasa tidak bersyukur. Loh kok? Yup, kalau merasa biasa-biasa saja, pada akhirnya jadi tidak bersyukur, karena merasa semua ini biasa saja.

Bangun pagi melihat Ngka, Esa, Pink, masih tidur nyenyak, lalu membangunkan mereka, lalu memasak sarapan, atau menghangatkan makanan untuk sarapan, kemudian Ngka, Esa, Pink, bangun pagi, biasa langsung mandi, biasa menyiapkan seragam masing-masing, biasa makan sarapan ambil sendiri, biasa ngobrol bareng berempat di pagi hari sebelum berangkat sekolah, biasa tertawa-tawa bareng, biasa tersenyum bareng juga, dan biasa sebelum berangkat sekolah berpamitan, dan bersalaman. Biasa, ya amat biasa. Padahal semua itu adalah anugerah! Tak terbayangkan saat bangun ternyata sudah siang, tak ada Ngka, Esa, Pink, tak ada kebersamaan. Atau begini, terbangun, tapi Ngka, Esa, Pink, sulit untuk dibangunkan, lalu terjadi keributan di pagi hari yang tenang, dan bla-bla-bla...

Seringkali aku menganggap segala sesuatu menjadi hal yang biasa karenasudah terbiasa. Lupa bahwa semua itu adalah anugerah yang dibingkiskan oleh GUSTI ALLAH pada kita. Oksigen yang kuhirup, itu bingkisan dari GUSTI ALAH. Terbayanglah berapa biaya oksigen yang dihirup kalau harus membelinya. Satu tabung oksigen harganya mahal, dan pasti hanya satu tabung tidak mencukupi kebutuhan untuk bernafas dalam sehari yang bergerak aktif! Juga pasti amat direpotkan kalau berjalan ke sana kemari sambil membawa tabung oksigen tentunya! Itu baru oksigen, bagaimana dengan sinar matahari? Dan bagaimana dengan jalannya kehidupan yang ada di hidup? Itu semua adalah anugerah, bingkisan indah dari GUSTI ALLAH. Fikiran ini benar-benar membuatku terhenyak dan tersadar, bahwa ini semua bukan hal yang biasa-biasa saja. Pagi ini amat penuh anugerah dari GUSTI ALLAH, dan aku tak lagi mau berfikir ini biasa-biasa saja, karena aku tak mau memungkiri nikmatNYA. Siapa berani memungkiri nikmat GUSTI ALLAH? MAHA BAIkNYA GUSTI ALLAH, jangan dipungkiri.

Jika hal yang tidak biasa terjadi di pagi ini, yang tidak biasa terjadi seperti pagi-pagi biasanya, tentulah membuatku jadi panik, bingung, dan sedih. Itu baru di dunia, lalu bagaimana jika sesudah hari akhir? Di neraka karena memungkiri nikmat GUSTI ALLAH yang dianggap biasa-biasa saja? Ooops, tidaaaak!! Masih bisa berani memungkiri nikmatNYA?? Tidaaaaak..!! Masuk neraka?? Siapa takut?? Mudah sekali untuk jadi penghuni neraka! Tapi jawabanku adalah.., saya takuuuut...!

Yuk menikmati segala hal yang 'biasa' itu sebagai hal yang indah, karena semua itu adalah anugerah dari GUSTI ALLAH. Atau memang siap untuk berkata,"Masuk neraka? Siapa takut?", dan tersenyum berani untuk memasukinya...

Salam Senyum,
error







2 comments:

  1. alhamdulillah, terimakasih sudah berkenan berpartisipasi,
    artikel sudah resmi terdaftar sebagai peserta… mohon dicheck kembali di daftar peserta ya....
    salam santun dari Makassar :-)

    ReplyDelete