Skip to main content

error,"pagi,GUSTI..., senyum ini masih ada kok"

pagi, GUSTI...
ternyata harum kopi kemarin masih mengepul di ingatanku
masih juga pahit tanpa gula
hidupku jauh lebih manis dari kopi yang terhidang
senyumku pasti memang manis walau sama tanpa gula
tapi aroma kopi bisa masuk tanpa merusak indahnya cerita bijakMU

pagi, GUSTI...
lontong dibalut daun pisang isi kentang tanpa sambal cuka yang biasa dihidangkan panas-panas cuma ada tiga
sebanyak hitungan nyawa kecilku, kesiangan euy belinya, GUSTI...
tapi jelas cinta berisi senyum tulusnya jauh lebih banyak dari sekedar hitungan bilangan
dan senyum yang melapisi cinta tentu lebih luas dari sempitnya angka yang masih saja berbatas

pagi, GUSTI...
dalam kantuk ada kesadaran yang tetap terjaga
tentang kasih
tentang cinta
tentang hidup
tentangMU...
TERIMAkASIH...
pagi, ya GUSTI...
senyum ini masih ada kok karenaMU...

Salam Senyum,
error



Comments

  1. senyum itu tetap harus ada walaupun kita sedang berlinang air mata, dengan senyum hidup terasa lebih ringan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup mas, bener banget... senyum tulus itu meringankan beban terberat sekali pun...
      salam senyum, error ;)

      Delete
  2. cinta anak2 adalah senyum terindah dan terbaik

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mbak, bener-bener terindah dan terbaik
      salam senyum, error

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

...Filosofi Tembok dari Seorang di Sisi Hidup...

Sisi Hidup pernah berbincang dalam tulisan dengan gw. Berbicara tentang tembok. Gw begitu terpana dengan filosofi temboknya. Begitu baiknya tembok. 'Tembok tetap diam saat orang bersandar padanya. Dia pasrah akan takdirnya. Apapun yang dilakukan orang atau siapapun, tembok hanya diam. Tak bergerak, tak menolak. Cuma diam. Tembok ada untuk bersandar. Gw mau jadi tembok' Itu yang diucapnya Gw ga habis pikir tentang fiosofi tembok yang bener-bener bisa pasrah diam saat orang berbuat apapun padanya. karena gw adalah orang yg bergerak terus. Tapi sungguh, takjub gw akan pemikiran tembok yang bener-bener berbeda ama pemikiran gw yang selalu bergerak. Tembok yang diam saat siapapun berbuat apapun padanya bener-bener menggelitik gw. Gw sempet protes, karena menurut gw, masa cuma untuk bersandar ajah?? Masa ga berbuat apa-apa?? Dan jawabannya mengejutkan gw... 'Gw memang ga pengen apa-apa lagi. Gw cuma mau diam' Gw terpana, takjub... Gw tau siapa yang bicara tentang tembok. Ora...

Mandi Parfum Degan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Teringat sewaktu aku masih kanak-kanak sering kali oleh mama diceritakan tentang seorang anak perempuan bernama Ani yang malas mandi. Kemudian seluruh tubuhnya dipenuhi rumput! Ani bersedih, ibunya juga bersedih. Lalu sahabat-sahabatnya datang membawa banyak hewan pemakan rumput! Menyeramkan sekali karena ada banyak sapi, kambing, kelinci, kuda, kerbau, kijang, jerapah, sampai gajah, mendatangi Ani yang penuh rumput. Semua hewan itu mengejar ingin makan rumput yang ada di tubuh Ani.  Cerita itu sukses membuatku jadi rajin mandi karena tidak mau dikejar banyak hewan seperti itu. Setelah besar baru kutahu bahwa mama bercerita itu memang agar aku rajin mandi. Mungkin aroma tubuhku kecut waktu susah disuruh mandi. Seperti yang kita ketahui, Indonesia termasuk negara beriklim tropis, ada di garis ekuator atau berada di garis khatulistiwa. Karena itu suhu di negara kita hangat. Sinar matahari menyinari sepanjang tahun dan itu menyebabkan tubuh banyak menghasilkan keringat. Se...

(2) Cerita Panjang: Err.

Selamat pagi, dunia! Aku pecinta malam, tapi hal yang paling membahagiakanku adalah saat meninggalkan malam yang kelam! Setiap pagi badan terasa amat letih karena sang malam memaksa pergi menuju dunia kelam tanpa bisa menolak. Malam adalah hal yang menyenangkan karena tidak mengusikku agar bergerak cepat, tidak membuatku tergesa-gesa. Tapi malam juga sekaligus menjadi waktu yang menakutkan bagiku. Malam yang memaksa untuk tidur. Padahal setiap aku mulai terlelap, jiwa disedot kuat hingga tenggelam ke kerak bumi terdalam! Bertemu dengan para makhluk aneh yang tak terlihat olehmu dan orang-orang lain. Mereka makhluk tanpa raga. "Err! Mandi!" Mama berteriak memanggil dan menyuruhku segera mandi. Pagi! Waktu yang kubenci dan sekaligus kutunggu. "Iya, Ma! Otewe kamar mandi!" "Jangan berteriak ke orang tua!" "Kalau aku berbisik, Mama tidak mendengarku!" Berlari menuju kamar mandi. Di sudut dapur kulihat wanita menunduk dengan rambut terg...