Tuesday, 25 June 2013





Kembang Pete_Iwan Fals


Ku berikan padamu 
Setangkai kembang pete
Tanda cinta abadi namun kere
Buang jauh-jauh impian mulukmu 
Sebab kita tak boleh bikin uang palsu
Kalau diantara kita jatuh sakit
Lebih baik tak usah ke dokter
Sebab ongkos dokter disini
Terkait di awan tinggi


Cinta kita cinta jalanan
Yang tegak mabuk dipersimpangan
Cinta kita jalanan
Yang sombong menghadap keadaan


Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera 
Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera 


Kuberikan padamu sebuah batu akik
Tanda sayang bathin yang tercekik
Rawat baik-baik walau kita terjepit
Dari kesempatan yang semakin sempit

Bersama dengan Ngka, Esa, dan Pink, adalah waktu terindah dan termahal dalam hidup gue. Nyawa kecil yang isi hari dan hati dengan senyum ceria dan tawa renyah, yang mengajarkan pada gue tentang hidup yang indah. Tak usah kuatir dengan segala persoalan hidup yang ada, semua adalah hal indah, tersenyum saja, tertawa saja. Ah, nyawa kecil yang selalu saja berhasil menjadi motivator hidup gue.

Ga ada kemewahan bisa gue beri untuk 3 nyawa kecil. Apa yang bisa gue beri untuk mereka? Gue cuma bisa beri hal yang amat biasa, malah mungkin jauh dari standard biasa, apalagi dari hal indah. Tapi semua diterima dengan senyum dan tawa yang renyah. 

Dan selalu ada cinta dari Ngka, Esa, dan Pink, yang merengkuh gue setiap saat. Susah dan sedih yang masuk ke dalam cerita hidup, cuma jadi intermezzo. Duka yang menyayat itu cuma jadi cerita sekilas. Selanjutnya, cuma ada bahagia, cuma ada canda tawa, cuma ada senyum manis, cuma ada tawa ceria yang renyah membongkar isi hati langit.

Gue bukan seorang ibu yang lembut, bukan seorang ibu yang keibuan. Gue juga bukan seorang ibu yang penuh kemarahan. Mungkin gue malah ga pantas disebut sebagai seorang ibu. Ga ada ibu yang ngebut di jalanan! Ga ada ibu yang jadi pembalap liar! Ga ada ibu seperti ini. Ah, ya, gue bukan seorang ibu yang baik. Gue seorang sahabat. Seorang sahabat baik untuk Ngka, Esa, dan Pink. Seorang sahabat yang mengajarkan sahabatnya mengendarai motor dengan baik. Ngebut? Gue ajarkan dengan sepenuh hati ke Ngka, Esa, dan Pink. Lebih baik gue yang ngajar itu semua dibanding mereka diajar olleh teman sebaya yang punya emosi sama dengan mereka, emosi yang belum stabil. Jadi gue ajar mereka ngebut dengan hati-hati. Ya, gue bukan ibu yang baik, tapi gue sahabat baik mereka.

Gue bukan seorang ibu yang feminin, yang pandai mengolah masakan. Gue cuma bisa memasak seirama hati. Dan anehnya Ngka, Esa, Pink, menyukai semua yang gue masak. Masak cemplung cemplung asal. Ya, gue bukan ibu yang baik, tapi gue sahabat yang berusaha mengerti kesukaan mereka.

Gue bukan ibu yang bisa berbelanja dan membelikan segala sesuatu yang indah untuk Ngka, Esa dan Pink. Gue selalu berhitung di awal ATM terisi setiap bulannya, dan belum selesai hari, ATM pun kosong tak terisi lagi. Belum juga sempat membeli yang Ngka, Esa, Pink mau. Ya, gue memang bukan ibu yang hebat, gue cuma seorang sahabat yang bersama hadapi hidup dengan Ngka, Esa, Pink.

Cita-cita gue adalah mempersembahkan tempat damai untuk Ngka, Esa, dan Pink, dan sampai saat ini belum juga terwujud. Dan Ngka menenangkan gue,"Nanti Ngka yang beli, Ma. kita ada di sana". Cita-cita gue adalah mempersembahkan cita-cita hiodup mereka di genggaman mereka, dan sampai saat ini belum terbayang dapat kuwujudkan, dan Ngka menenangkan,"Ngka nanti kerja, dan bayar sekolah Esa dan Pink". 

Gue mengalir airmata saat rusuh melanda. Dan Pink mendekap sambil berkata,"Jangan menangis, Mama. Pink, Esa, Ngka cinta mama"

Gue lelah setelah sibuk dan lelah berpikir, Esa datang mengelus dan memijatku hingga tertidur.

Hmm.., gue bukan apa-apa, gue bukan siapa-siapa... Tapi Ngka, Esa, Pink, adalah apa-apa, dan adalah siapa-siapa untuk hidup gue.

Gue berusaha menjadi sahabat baik untuk Ngka, Esa, Pink. Tapi ternyata Ngka, Esa, Pink, telah menjadi sahabat terbaik gue. Jadi, siapa gue? Ibu yang baik, bukan. Sahabat baikpun ga. Siapa gue untuk Ngka, Esa, Pink? Gue? Gue adalah si error, yang bahagia menjadi bagian hidup Ngka, Esa, dan Pink. Ya, gue adalah orang yang berbahagia karena Ngka, Esa, Pink.

Makasih Ngka, Esa, Pink.., mama cinta Ngka, Esa, Pink...






Salam Senyum Mama Untuk Ngka, Esa, Pink,
error



                Ngka, Esa                                              Pink, gue

2 comments:

  1. Tuh kannnnn...tulisannya mbak Ninit selalu sukses bikin mata berkaca-kaca..
    Tetap semangat mbak Ninit :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiih mbak Ailina... :)

      Yup, wajib semangaaaaaaat...! Makasih supportnya ;)

      Delete