Saturday, 17 August 2013

error bercerita,"Sebuah perjalanan" #episode 9

"Mamaaa...", Zi berlari mendekatiku
"Yaaa, cintanya mama, kenapa?", aku lalu berjongkok supaya bisa melihat Zi dengan jelas

"Zi mau nyanyi. De dan Gi sedang tidur"

"Ya ayo nyanyi"

"Tapi kasih uang"

"Memangnya kenapa? Nyanyi kok minta uang?"

"Zi mau mengumpulkan uang"

"Hmm?"

"Ngamen, Mamaaa... Ngameeen... Ceritanya Zi mau ngamen. Tapi ngamennya ke Mama aja"

"Uang untuk apa?"

"Mau nabung"

"Terus, uangnya untuk apa kalau udah banyak??"

"Zi mau kasih ke Mamaaaa..."

Aku termangu mendengar ucapan Zi.

"Zi sayang Mamaaaa... Zi mau cari uang yang banyaaak... Zi mau kasih Mama uang yang banyaaaak..."

"Wah , Zi baik sekali sama Mama", ujarku memeluk Zi

"Zi sayang Mama... Zi mau Mama punya uang, jadi kita bisa pergi-pergi"

"Hmm, iya"

"Bisa jalan-jalan, Ma"

"Ya, sayang"

"Beli rumah untuk Mama"

"Loh kan ini ada rumah. Untuk apa Zi beli rumah lagi untuk Mama?"

"Mama ini gimana sih", ujar Zi sambil melepas pelukan, dan melanjutkan bicara dengan melihat pada mataku dan terllihat bersungguh-sungguh,"Ini kan rumah Papa. Zi mau beli rumah yang ga ada Papa nya"

Aku terkejut mendengar kata-kata Zi yang mengalir lancar... "Zi mau beli rumah yang ga ada Papa nya"

"Mama bisa nyanyi sama Zi di rumah, nyanyi sama De dan Gi juga. Papa ga di situ, Papa di sini aja"

Aku merasa sesak mendengar ucapan Zi

"Mama boleh masak apa aja. Zi suka masakan Mama. Jadi Papa ga bisa lempar masakan Mama ke tempat sampah lagi"

"Zi nyanyi ya Maaaa... Mama kasih Zi uang ya, Zi mau beli rumah untuk Mama. Zi nyanyi yaaa"

Aku tersenyum dan mengangguk mengiyakan

"Pagi Mama, Zi mau nyanyi dulu"

Lalu bernyanyilah Zi dengan suara beningnya. Airmata kutahan agar tetap dibendung. Satu lagu, 2 lagu, 3 lagu, 4 lagu, 5 lagu, hingga 10 lagu... dan berhenti.

"Sudah Ma. Mama cukup bayar 1 lagu aja. Yang 9 lagu itu gratis. Mama punya uang ga untuk bayar 1 lagu? Ga ada ya? Ya udah, boleh bayar besok kalau Papa pulang"

Aku makin tercekat. GUSTI, anugerahMU ini membanggakan sekali...

"Ma, Zi mau sekolah polisi. Mau nangkep orang jahat-jahat. Biar ga ada lagi orang jahat. Tapi Maaa, Maaa, Papa jahat... Tapi Zi ga mau tangkap Papa. Zi sayang Papa... Zi sayang sama Papa. Biarpun Papa Jahat, Zi sayang Papa. Zi ga mau Papa ditangkap polisi...", ucap Zi lirih lalu memelukku erat-erat, dan akhirnya mulai terisak...

Aku memeluk Zi erat, mengelus rambutnya yang panjang melewati bahu...

"Zi anak baik. Papa sayang Zi, cuma Papa sering kerja sampai terlalu lelah. Cintai Papa, karena Papa juga mencintai Zi. Zi kangen Papa ya?"

"Iya, Ma... Zi mau Papa di sini, tapi Zi takut kalau ada Papa. Zi pengen meluk Papa, tapi Zi takut..."

Haaaaans...! Dengarlah ucapan Zi, Hans... Haaaaans..., tidakkah kamu tau ini semua? Aku makin erat memeluk. Lallu kugendong Zi, dan aku berputar-putar... Hingga Zi berteriak kegirangan...

"Mamaaaa, putar lagiiii... Mamaaaa, Zi sayang Mamaaaaaaaaa...!! Hahahaha..!"

                             ***********************







8 comments:

  1. Salam Takzim
    Zi sini kamu
    Papa lirih Zi
    Kamu bilang sayang papa
    Iya merunduk Zi
    Ini 50 ribu, papa G̲̣ɑ̣̇̇к̲̣ ada uang Ļªği
    Hore hore hore zi dikasih uang
    Hore hore hore mama punya uang
    Salam Takzim Batavusqu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... si Papa baiiiik... Pasti Zi tambah sayang ke Papanya... Hahahaha...

      :D

      Salam senyum, akang,
      :D

      Delete
  2. Replies
    1. Yup, makasiiiih... dukungannya :D
      SIAAAP... laksanakan, ndan!
      :D

      Delete
  3. Wah wah..mantap juga nih..makasih tadi for kritik sarannya. He

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, siip deeh.. kalo dah direparasi kasi tau yaaa :D

      Delete
  4. walaupun galak harus tetap di sayang ya Zi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, walaupun galak harus tetap disayang...
      mbak di bekasi ya?

      Delete