Saturday, 31 August 2013

error dan sebuah episode yang tersimpan dalam buangan

Airmata ini basahi pipi, mengalir terus dan tak henti... Apa yang hendak kubisikkan padamu tentang hati, tentang hidup, tentang cinta, tentang cerita-cerita usang yang nyatanya masih saja membayang di hidup nyataku saat ini... Apa yang bisa kuucap padamu lirih tentang duka, tentang luka, tentang angan dan tentang ingin yang masih saja menggedor hati juga jiwa...


Tak pernah aku berteriak padamu tentang luruhnya senyumku. Cuma satu yang kupertahankan dalam hidup, yaitu seulas senyum yang kupunya. kugunakan sebagai senjata hadapi hidup, kugunakan sebagai mantra peringan beban, kugunakan sebagai pemusnah getir, kugunakan sebagai penghapus resah...

Airmata ini masih terus meluncur saat kudiam dalam sunyi tanpamu, dan tanpa siapa-siapa. Airmata ini menjadi teman dan mungkin sahabat juga jadi kerabat dalam geram yang terpendam. Airmata ini menjadi tempatku jatuh di sudut lelah.

Tak jua aku berucap tentang sebuah damai yang jadi harapan dalam hari. Tak jua aku berucap tentang derai tawa yang bertalu di hari tanpa resah.

Airmata ini mungkin cuma air yang mengalir jatuh dalam gemetarku...

Mungkin cuma rintih yang tak terucap...

Tak terhapus...

-error-

01 sept 13

01.37, dini hari





2 comments:

  1. Menyentuh ke hati banget Mbak tulisan yang ini.. :')
    Serius lhooh!! Mungkin karna saya kebayang waktu itu pernah juga ngerasain moment yang sama..

    Untung ceritanya pendek coba kalau panjang,, bisa-bisa meleleh juga nih mata.. wkwkwkwk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang sih ni pas lagi sediiiih bener... :')
      tapi waduh, jadi horor dong kalo meleleh matanya... :D
      wueheheehe

      Delete