Thursday, 11 July 2013

error berkata,"Dear Luv, selamat jalan"

Dear Luv,
Aku merindukanmu di sini. Ternyata jarak benar-benar memisahkanmu dariku. Rasanya ingin membeli sepasang sayap yang kuat agar bisa terbang ke tempatmu kapan saja aku mau. Aku ingin berada di sisimu, apalagi di saat kondisi kesehatanmu sedang menurun.


Dear Luv,
Rindu ini berteriak panggil namamu berulang kali... Meronta dengan kekuatan penuh, ingin mendekapmu di saat sakitmu... Tapi aku tak mampu berbuat apa-apa... Hanya bisa diam menahan amarah rindu yang semakin lama semakin memenuhi ruang hati...


Dear Luv,
Apa rindu yang sama juga ada dalam hatimu untukku??


Dear Luv,
Saat ini aku jadi semakin mengerti arti diriku untukmu. Ternyata tak seindah yang kusangka, tak seindah seperti yang kau ungkapkan dengan kata. Tanpakupun duniamu berjalan bahagia, dan malah tak menambah bebanmu. Aku menjadi semakin mengerti arti hadirku dalam harimu tak seindah arti hadirmu bagiku.


Dear Luv,
Tolong kembalikan hatiku yang diletakkan di sisi hatimu, tapi kamu diamkan hingga berdebu... Biarkan kurawat sendiri cintaku padamu. Mungkin akan menjadi lebih indah untukku karena bisa mencintaimu lebih ikhlas, tanpa berharap dicintai olehmu, dan pasti juga indah bagimu karena tak lagi berbeban atas hatiku...


Dear Luv,
Selamat jalan, selamat terus berjalan...


Tanpamu,
aku
                                               

                                         ****************************






4 comments:

  1. Replies
    1. hehe... iya, itu tokohnya lagi sedih ceritanya mbak :)

      Delete
  2. hem
    siapakah sosok yang dirindukan itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ya harus ditanya ke si 'aku', mas. haha..! :D

      Delete