Wednesday, 3 July 2013

Pekerjaan gue memang nge-test orang. Salah satu persyaratan untuk bisa diterima jadi pegawai ya harus lolos test. Gue memang selalu santai sewaktu kasih test, gue kasih selingan ringan obrolan untuk ketawa. Di sini biasanya ada beberapa orang yang 'kebablasan', remnya blong. Mereka bersikap cuek yang terlalu cuek, dan santai terlalu santai. Ada juga yang tegang bin cemas.


"Oke, waktu selesai, pensil letakkan di meja", gue memberi instruksi pada testee yang ada. Testee yang cuek, 'kebablasan', dengan santainya masih saja terus menyelesaikan test yang menurutnya belum selesai. Malah ada yang menjawab,"Ntar dulu Bu, belom. Sebentar lagi". Padahal semua sikap yang dia tunjukkan itu sebenarnya menjadi point sendiri untuk penilaian sikap. Bagaimana bisa dinilai testnya, dia mencuri waktu terang-terangan. Sikap yang baikkah ini? Menurut gue, ga bagus, dan perusahaan ga bisa menerima ini.


Ada yang 'parah', sewaktu test dia asyik sambil sms. Biasanya gue diemin aja. Gue ga menegur, karena itu juga salah satu point sikap yang bisa gue ambil. Dalam hati gue geli aja, ga banget deh tu orang, masa sih di saat test penerimaan pegawai yang dia inginkan, masih aja dia sambi dengan sms dan hal-hal lain yang di luar kepentingan ini. Sikap yang ga 'pas' ini melorot point-nya.


Ada beberapa testee yang mengambil sikap meletakkan kepala di meja sewaktu menyelesaikan test. Oops, sikap ini juga dinilai. Haduh...


Memainkan rambut, memainkan jari, itu juga jadi penilaian sendiri.


Jadi gimana dong seharusnya? Jawabannya cuma 1 kata, tenang. Berusahalah tenang, kalau tenang pasti bisa ikuti instruksi dengan baik, bisa disiplinkan diri, bisa menjaga sikap sopan yang pantas, menyesuaikan diri dengan situasi kondisi tempat dan waktu yang ada.


Gampang kan?? Pasti bisa...


Salam Senyum,
error 







0 komentar:

Post a Comment