Ingat banget kejadian di bulan September 2007, itu barusan aja suami alias papa dari Ngka, Esa, Pink meninggal. Ga enak mendengarnya, cenderung menyebalkan, tapi justru ini yang membuat gue jadi punya semangat besar untuk bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Ngka, Esa, Pink. Suami, Henk, meninggal di usia 39 tahun. Tepat seminggu sebelum ulang tahun gue yang ke 36 tahun. Ngka usia 11 tahun, Esa 8 tahun, Pink menjelang 7 tahun. Gue ibu rumah tangga, yang ga berpenghasilan. Gue ibu rumah tangga murni. Waktu itu diadakan acara selametan meninggalnya Henk. Hampir seluruh keluarga berkumpul di rumah kami. Berdoa untuk Henk. Sewaktu orang-orang sudah mulai berkumpul, ada seorang saudara dari Henk berkata begini,"Membantu satu kali itu ga apa-apa ya Nit. Tapi kalau membantu seterusnya ya ga lah". Diucap di depan semua orang yang akan berdoa. Gue kaget, terus terang kaget mendengar ini. Tapi gue bisa menetralisir hati, dan menjawab,"Oh, jangan dibantu, mas. Ga perl...
Terima kasih atas partisipasi sahabat
ReplyDeleteSegera dicatat sebagai peserta Kontes Unggulan;Enam Puluh Tiga
Salam hangat dari Surabaya
Sama-sama pak dhe...
DeleteSalam senyum senyum penuh cinta dari error n kasapink
wah... bahagianya ini keluarga yah...
ReplyDeleteAmin...
Deleteini imajinasiku tentang masa depanku dan anak-anakku
:)
eehhmm.......harmonis. moga nanti begitu ya :D
ReplyDeleteAmin...semoga bahagia selalu,amin... juga keluarga mbak Rosa, bahagia selalu,amin :)
Deletejadi teringat masih belum bisa membahagiakan orang tua hiks..
ReplyDeletemulai skarang brusaha membahagiakan ortu... :)
Deletemakan "asam garam" aja udah dikatakan berpengalaman. ga kebayang bila makan "nasi garam", pasti udah expert bgt dibidangnya.
ReplyDeleteYa mbak, aku dan anak-anak memang dulu pernah makan lauknya istimewa banget, garam. Ya nasi garam.Itu udah bersyukur banget bisa makan,mbak.Dan akhirnya jadi lebih bisa bersyukur waktu akhirnya kami bisa makan nasi dengan lauk beneran :D
Delete